Sosial Media
Opsi Update
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Banyuwangi Berita Featured Gagal Ginjal Hipertensi Kasus Kesehatan Lintas Peristiwa Spesial

    Puluhan Anak Muda Banyuwangi Gagal Ginjal hingga Harus Cuci Darah, Dinkes Soroti Minuman Manis dan Hipertensi - Kompas

    4 min read

     


    Kompas.com, 12 September 2026, 20:24 WIB

    BANYUWANGI, KOMPAS.com - Sebanyak 28 warga Banyuwangi, Jawa Timur, yang berusia di bawah 30 tahun tercatat mengalami gagal ginjal stadium 5 hingga harus menjalani cuci darah.

    Kepala Dinas Kesehatan Banyuwangi Amir Hidayat mengatakan, temuan tersebut perlu menjadi perhatian karena pasien gagal ginjal tidak hanya berasal dari kelompok usia lanjut.

    Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

    "Yang memprihatinkan dan perlu diwaspadai, ada 28 kasus yang usianya kurang dari 30 tahun," kata Amir, Sabtu (12/9/2026).

    Data yang dihimpun dari empat rumah sakit di Banyuwangi menunjukkan, secara keseluruhan terdapat lebih dari 300 warga yang mengalami gagal ginjal.

    Viral Tempe MBG di Depan Toilet Usai 216 Siswa Blora Diduga Keracunan

    Empat fasilitas kesehatan tersebut yakni RSUD Blambangan, RSUD Genteng, RS Al Huda, dan RS Bhakti Husada.

    Menurut Amir, pasien cuci darah berusia muda mencapai sekitar 8,5 persen dari keseluruhan pasien.

    Jumlah tersebut disebut mengalami peningkatan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

    Dinkes soroti sejumlah faktor risiko

    Berdasarkan hasil observasi petugas kesehatan, terdapat sejumlah faktor yang dinilai berkaitan dengan meningkatnya risiko gangguan ginjal pada usia muda.

    Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

    Salah satunya adalah kurangnya asupan cairan.

    "Pertama, karena kurang cairan atau kurang minum. Standarnya orang minum sehari itu 2 liter atau 8 gelas. Nah, kalau kurang cairan itu berisiko gagal ginjal," kata Amir.

    Selain itu, Dinkes juga menyoroti pola konsumsi minuman manis dan makanan instan secara berlebihan.

    Menurut Amir, banyak produk minuman manis dan instan mengandung gula dalam jumlah tinggi.

    Kebiasaan tersebut dinilai dapat meningkatkan risiko masalah kesehatan, termasuk gangguan metabolik yang berkaitan dengan kondisi ginjal.

    "Kemudian adanya risiko penyakit metabolik tinggi. Termasuk kurang nutrisi yang masuk ke dalam tubuh. Sekarang banyak makanan instan yang digemari oleh orang usia muda," tambah dia.

    Hipertensi juga jadi perhatian

    Faktor lain yang disoroti adalah rendahnya konsumsi buah dan sayur serta kurangnya aktivitas fisik.

    Dinkes Banyuwangi juga menemukan cukup banyak warga mengalami hipertensi berdasarkan program cek kesehatan gratis.

    "Hasil cek kesehatan gratis, 20 persen warga Banyuwangi mengalami hipertensi. Hipertensi itu pintu ke penyakit-penyakit metabolik seperti jantung, stroke, termasuk gagal ginjal," ujar Amir.

    Karena itu, masyarakat diminta lebih memperhatikan tekanan darah dan melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala.

    Masyarakat diminta memperbaiki pola hidup

    Amir mengimbau masyarakat, termasuk kelompok usia muda, untuk menjaga pola makan dan minum serta rutin melakukan aktivitas fisik.

    Konsumsi makanan instan dan minuman tinggi gula disarankan tidak dilakukan secara berlebihan.

    Masyarakat juga diminta mencukupi kebutuhan cairan, mengonsumsi buah dan sayur, serta berolahraga secara rutin.

    "Olahraga itu rekomendasi dari WHO 150 menit dalam satu minggu, atau 30 menit sehari selama 5 hari," ujar dia.

    Dinkes Banyuwangi berharap perubahan pola hidup dapat membantu mengurangi berbagai faktor risiko penyakit metabolik yang dapat berdampak pada kesehatan ginjal.

    Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.

    Komentar
    Additional JS