Sosial Media
Opsi Update
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Berita Dunia Internasional Featured Jepang Spesial

    Rekor! Jumlah Warga Jepang Berusia 100 Tahun Tembus 107 Ribu Orang - detik

    2 min read

     


    Jakarta -

    Jepang mengalami penurunan populasi dalam beberapa dekade terakhir. Namun terdapat kelompok usia tertentu yang mengalami lonjakan jumlah lebih banyak dari sebelumnya.

    Dikutip dari CNN, Rabu (16/9/2026), saat ini jumlah orang berusia 100 tahun ke atas di Jepang telah melampaui 100.000 jiwa. Capaian ini memperkuat rekor Jepang sebagai negara dengan angka harapan hidup yang tinggi.

    Jumlah penduduk berusia 100 tahun ke atas kembali mencatat kenaikan untuk ke-56 kalinya secara berturut-turut. Pemerintah Jepang mencatat, kelompok usia ini mencapai 107.677 orang per September, atau bertambah hampir 8.000 orang dibandingkan tahun sebelumnya.

    Dari jumlah tersebut, mayoritas merupakan perempuan. Tercatat sebanyak 94.298 orang atau sekitar 88% dari total penduduk berusia 100 tahun ke atas adalah perempuan.

    Menteri Kesehatan Jepang, Kenichiro Ueno, menyambut positif kondisi tersebut. Menurutnya, hal ini menunjukkan bahwa warga Jepang sehat dan tetap aktif.

    Jepang secara konsisten menduduki peringkat teratas sebagai salah satu negara dengan angka harapan hidup terpanjang di dunia. Menurut Bank Dunia, rata-rata harapan hidup di Jepang mencapai 84 tahun pada 2024.

    Para ilmuwan mengaitkan tingginya angka harapan hidup di Jepang dengan pola makan yang sehat serta sistem layanan kesehatan yang maju. Meski negara ini dikenal memiliki budaya kerja dengan jam kerja panjang, terutama di kota-kota besar, sebagian masyarakat Jepang juga menjalani filosofi ikigai, yakni mencari nilai dan kebahagiaan dalam kehidupan sehari-hari.

    Jepang juga menjadi rumah bagi sejumlah orang tertua di dunia. Menurut pemerintah Jepang, dua di antaranya adalah Fuyo Kishimoto, perempuan berusia 114 tahun asal Kyoto, dan Hikaru Kato, pria berusia 112 tahun dari Kumamoto.

    Meski begitu, populasi yang menua juga memberikan tekanan yang besar terhadap perekonomian terbesar keempat di dunia itu. Pasalnya, banyaknya populasi usia tua turut meningkatkan biaya perawatan lansia dan mengurangi angkatan kerja.

    Meskipun generasi saat ini memiliki harapan hidup lebih panjang, populasi Jepang yang berjumlah 123 juta jiwa terus menurun seiring dengan angka kelahiran yang mencapai rekor terendah. Negara ini juga telah membuka pintu bagi pekerja terampil dan buruh dalam beberapa tahun terakhir, meskipun pemerintah baru-baru ini memperketat persyaratan visa di tengah meningkatnya sentimen anti-asing.

    Lihat juga Video '5 Warganya Hilang saat Banjir Nepal, Jepang Ambil Langkah Darurat':

    (ahi/ara)

    Komentar
    Additional JS