Sosial Media
Opsi Update
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Berita Featured Lintas Peristiwa Spesial

    KRI dan Kapal AL Lego Jangkar di Tengah Laut Untuk Maksimalkan Pencarian Jurnalis di Selat Sunda - Tribunnews

    7 min read

     

    Ringkasan Berita:
    • KRI dan Kapal Angkatan Laut melakukan lego jangkar di tengah laut untuk memaksimalkan pencarian jurnalis hilang di Selat Sunda
    • Pada hari keenam pencarian, Tim SAR Gabungan mengerahkan total 14 kapal
    • Tim SAR Gabungan temukan life jacket hingga galon pada pencarian hari keenam

    TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Sejumlah alat utama yang dikerahkan Tim SAR Gabungan dalam proses pencarian lima jurnalis dan tiga kru speedboat Arupadhatu 1, bermalam di perairan Selat Sunda mulai Minggu (13/9/2026).

    Kepala Kantor SAR Banten, Al Amrad mengatakan kapal-kapal yang melakukan lego jangkar di tengah laut merupakan kapal berukuran besar, yakni Kapal Republik Indonesia (KRI) dan Kapal Angkatan Laut (KAL).

    Sedangkan untuk kapal-kapal berukuran lebih kecil bersandar di Pelabuhan Ciwandan, Banten.

    "Betul. Untuk KRI dan KAL sekarang masih dalam proses pelayaran, belum merapat. KRI memiliki panjang kurang lebih 90 meter. Untuk alut-alut kecil ukuran 40-60 meter rata-rata bersandar di Dermaga Ciwandan, untuk kapal besar lego jangkar di titik aman terdekat dengan area pencarian esok hari," kata Amrad dalam konferensi pers di Posko Pencarian Carita, Pandeglang, Banten, Minggu (13/9/2026).

    Amrad menjelaskan, pada hari keenam pencarian, Tim SAR Gabungan mengerahkan total 14 kapal.

    Baca juga: Kakak Kandung Pemandu Kapal Jurnalis Ungkap Detik-detik Heriyanto Hilang Kontak

    Di antaranya, tiga unit KRI, satu unit KAL, tiga unit Kapal Polisi, tiga unit Kapal Negara (KN) SAR, dua unit Rigid Inflatable Boat (RIB), dan dua unit speed boat milik masyarakat.

    Tepis Kurangi Personel

    Amrad pun menepis kabar terkait pengurangan personel dalam operasi pencarian lima jurnalis di perairan Selat Sunda.

    "Untuk personel tidak ada pengurangan," ucap Amrad.

    Danlanal Banten Letkol Laut (P) Wawan Subagyo mengatakan, helikopter tidak bisa dikerahkan untuk melakukan pencarian karena terkendala cuaca.

    Baca juga: Daftar 15 Kapal Dikerahkan Hari Ini, Spesifikasi-Perannya dalam Pencarian Rombongan Jurnalis Hilang

    Meskipun demikian, personel helikopter selalu dalam posisi siaga.

    "Helikopter terkendala oleh cuaca, jadi personelnya tetap ada tetapi standby. Sama seperti dengan dua aset dari TNI AL, yaitu KRI Leuser dan KAL Pohawang, pada hari ini mereka sedang melaksanakan refuel dan pengisian bekal bahan makanan. Besok pagi mereka akan bergabung kembali ke lokasi pencarian," ucap Wawan.

    Temukan Sejumlah barang

    Kepala Kantor SAR Banten, Al Amrad mengatakan hingga hari keenam pencarian, Tim SAR Gabungan belum menemukan orang yang dicari

    Meski demikian, ia mengatakan, personel gabungan menemukan sejumlah barang di antaranya galon, dua buah terpal, dan tiga life jacket atau pelampung.

    Barang-barang tersebut ditemukan di lokasi berbeda-beda.

    Pertama, KRI Teluk Gilimanuk menemukan 1 life jacket dan 1 terpal pada pukul 08.55 WIB. Benda tersebut ditemukan pada posisi koordinat 06° 02' 174" S - 105° 49' 844" E di sekitar selatan perairan Pulau Sangiang.

    Kemudian, KAL Anyer menemukan 1 life jacket pada pukul 09.45 WIB  di sekitar Teluk Belimbing, Lampung.

    Selanjutnya, KM Bima menemukan 1 life jacket berwarna oranye pada pukul 09.58 WIB di sekitaran Pulau Rakata.

    Terakhir, RIB 02 Lampung menemukan terpal dan galon pada pukul 10.15 WIB di sebelah selatan Pulau Sangiang.

    Amrad mengatakan sejumlah objek temuan tersebut diserahkan kepada pihak Kepolisian untuk identifikasi lebih lanjut.

    "Objek-objek tersebut telah dan akan kami serahkan kembali kepada pihak yang berwenang, dalam hal ini Kepolisian, untuk ditindaklanjuti lebih lanjut," ucap dia.

    Pada pencarian hari sebelumnya Tim SAR Gabungan pun menemukan sejumlah barang di antaranya life Jacket serta pelampung berwarna putih.

    Hingga kini barang-barang tersebt belum bisa dipastikan keterkaitannya.

    Tim SAR gabungan akan kembali melanjutkan pencarian pada Senin (14/9/2026) besok.

    Kronologi Singkat Jurnalis Hilang Kontak

    Berdasarkan informasi yang dihimpun, rombongan jurnalis yang terdiri dari lima orang berangkat dari Dermaga Pagedongan, Carita, Banten, pada Senin sekitar pukul 14.00 WIB menggunakan speedboat Arupadhatu 1.

    Sekitar pukul 14.42 WIB, satu anggota rombongan mengirimkan lokasi terakhir kepada rekannya.

    Titik dugaan lokasi terakhir rombongan berada di perairan Selat Sunda, Kabupaten Pandeglang.

    Lokasi tersebut berjarak sekitar 9,98 nautical mile (NM) dari RIB 02 Banten dengan estimasi waktu tempuh sekitar 40 menit.

    Sekitar pukul 15.04 WIB, komunikasi dengan rombongan tersebut tidak dapat dilakukan.

    Selanjutnya, Kantor SAR Banten menerima laporan rombongan jurnalis hilang kontak pada Selasa (8/9/2026) sekitar pukul 13.55 WIB.

    Menindaklanjuti laporan tersebut, Basarnas Banten langsung mengerahkan Tim Rescue Unit Siaga SAR (USS) Pandeglang untuk melakukan pencarian di perairan Selat Sunda.

    Daftar Nama Jurnalis dan Kru Speedboat

    1. M Bagus Khoirunnas, jurnalis Antara
    2. Ari Basuki, jurnalis Merdeka
    3. Yudhis, jurnalis iNews
    4. Daus, jurnalis Anadolu
    5. Donal, jurnalis freelance
    6. Warta (55), kapten kapal
    7. Surakman (60), anak buah kapal
    8. Heriyanto (49), guide
    Komentar
    Additional JS