Sebagian Kades di Banyumas Tolak Terima Aset Kopdes Merah Putih, Ada Apa? - Kompas
BANYUMAS, KOMPAS.com - Sejumlah kepala desa (kades) di Banyumas, Jawa Tengah menolak menandatangani penyerahan aset Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih dari PT Agrinas Pangan Nusantara karena lokasi koperasi berada di lahan zona hijau.
Sikap tersebut berbeda dengan kades lain yang sudah menerima aset Kopdes Merah Putih.
Ketua Paguyuban Kepala Desa Satria Praja Banyumas, Saifuddin, mengatakan sebagian desa telah menerima aset karena bangunan koperasi sudah selesai, kegiatan operasional berjalan, dan kendaraan pendukung telah tersedia.
Kendaraan yang dimaksud antara lain truk, pikap, dan kendaraan roda tiga.
Kades Bantah KDMP Cigobang Berdiri di Tengah Makam: Ini Dekat Sekolah dan Permukiman
Baca juga: 58 Kopdes Merah Putih di Banyumas Berdiri di Lahan Hijau, Pemkab Tunggu Relaksasi
Namun, kades yang lokasi Kopdes Merah Putihnya berada di zona hijau memilih belum menerima penyerahan aset.
Mereka meminta prosedur dan dasar hukum yang jelas sebelum proses serah terima dilakukan.
"Jadi teman-teman yang menolak dan tidak mau menandatangani karena meminta harus ada prosedurnya dulu. Ada payung hukum yang jelas," ujarnya dilansir dari TribunBanyumas, Kamis (17/9/2026).
Baca juga: Lurah Gunungkidul Belum Mau Terima Aset Kopdes Merah Putih, Tekankan kehati-hatian
Saifuddin Singgung Potensi Persoalan Hukum
Saifuddin menjelaskan, kehati-hatian tersebut berkaitan dengan potensi persoalan hukum di kemudian hari.
Para kepala desa menunggu proses perubahan peruntukan zona lahan dari hijau menjadi kuning sebelum menerima aset.
Ia belum mengetahui secara pasti jumlah Kopdes Merah Putih yang dibangun di zona hijau maupun jumlah kepala desa yang sampai sekarang belum menerima aset.
Menurut Saifuddin, kondisi Kopdes Merah Putih di zona hijau juga beragam.
Sebagian sudah memiliki bangunan, sementara lainnya belum mulai dibangun.
"Itu KDMP yang berada di lahan zona hijau pun, ada yang sudah dibangun, tapi ada juga yang belum," jelas Saifuddin.
Ada 180 Kopdes Merah Putih Sudah Dibangun
Saifuddin menyebut data dari dinas terkait menunjukkan sekitar 180 titik Kopdes Merah Putih telah selesai dibangun di Banyumas.
Dari keseluruhan jumlah tersebut, sekitar 56 koperasi telah menjalankan operasional sekaligus menyelesaikan proses penyerahan aset.
"Kalau sudah operasional pasti sudah serah terima atau unit kendaraanya sudah datang," ucapnya.
Ia menambahkan, persoalan lokasi pembangunan sebenarnya sudah dibicarakan sebelum pembangunan dimulai.
Penentuan titik pembangunan, luas lahan, hingga status tanah dibahas melalui Musyawarah Desa (Musdes).
Forum tersebut melibatkan Badan Permusyawaratan Desa (BPD), RT, RW, tokoh masyarakat, perangkat desa, PKK, serta pemuda.
Hasil pembahasan Musdes kemudian menjadi dasar penentuan lokasi sebelum pembangunan diserahkan kepada PT Agrinas Pangan Nusantara.
"Jadi itu sudah di-Mudes-kan. Tapi ada juga yang hasilnya deadlock, karena lahan zona hijau atau zona kuning tapi luasannya tidak memenuhi standar," terang Saifuddin.
PT Agrinas Minta Tindak Lanjut Operasional Kopdes Merah Putih
Saifuddin berharap PT Agrinas Pangan Nusantara dapat mempercepat penyelesaian gedung sekaligus pengoperasian Kopdes Merah Putih.
Ia juga meminta segera ada tindak lanjut mengenai aturan operasional dan mekanisme pelaksanaan koperasi.
Kejelasan tersebut dinilai diperlukan agar koperasi yang telah dibangun dapat segera berfungsi dan memberikan manfaat bagi masyarakat desa.
"Itu perlu dilakukan cepat agar pemerintah desa, pengurus KDMP, dan pemangku kepentingan di daerah mempunyai pedoman yang jelas dalam menjalankan KDMP," pungkasnya.
Baca juga: Kopdes Merah Putih Berdiri di Lahan Sengketa Lampung Selatan, Kini Masih Menunggu Proses di MA
Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.