SPPG di Bantul Minta Maaf Usai Konten Pegawai Olok-olok Korban Keracunan MBG - Republika
SPPG Muntuk menyesalkan beredarnya video yang dibuat salah satu stafnya.
Rep: Wulan Intandari

Instagram Tangkapan layar video yang diduga memperlihatkan salah seorang pegawai Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Dlingo, Bantul, mengolok-olok korban dugaan keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG).
REPUBLIKA.CO.ID, BANTUL - Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Banjarharjo II, Kalurahan Muntuk, Kapanewon Dlingo, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), menyampaikan permohonan maaf setelah salah satu stafnya membuat konten yang diduga mengolok-olok korban dugaan keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG).
Permohonan maaf tersebut disampaikan Kepala SPPG Bantul Dlingo Muntuk, Djoshuana Farrel, melalui akun Instagram @sppg_muntukdlingo, Ahad (20/
"Menyikapi peristiwa yang terjadi pada pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Jumat, 19 September 2026, saya, Djoshuana Farrel, selaku Kepala SPPG Bantul Dlingo Muntuk, mewakili seluruh keluarga besar SPPG Bantul Dlingo Muntuk, menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat yang terdampak," kata Djoshuana dalam keterangan yang diunggah di akun Instagram @sppg_muntukdlingo seperti dilihat Republika, Ahad (20/9/2026).
Dalam keterangan tersebut, SPPG Muntuk menyesalkan beredarnya video yang dibuat salah satu stafnya, GM Hananto Hega Permanaditya. Pihak SPPG menyebut tindakan tersebut merupakan kekhilafan dan tidak mencerminkan sikap maupun komitmen SPPG Muntuk dalam menjalankan Program MBG.
SPPG Muntuk juga telah memberikan teguran keras kepada staf yang bersangkutan. "Sebagai bentuk tanggung jawab, kami telah memberikan teguran keras kepada staf yang bersangkutan dan akan mengambil tindakan tegas sesuai ketentuan yang berlaku," ujarnya.
Selain memberikan teguran, SPPG Muntuk akan melakukan evaluasi menyeluruh, terutama terkait penggunaan media sosial oleh seluruh staf. Evaluasi dilakukan agar media sosial digunakan secara bijak, bertanggung jawab, serta mendukung kepentingan program dan masyarakat.
"Kami menjadikan peristiwa ini sebagai pembelajaran dan bahan evaluasi serius untuk terus berbenah, meningkatkan kualitas pelayanan, serta menjaga kepercayaan masyarakat," katanya.
Djoshuana menegaskan kepercayaan masyarakat merupakan amanah bagi SPPG Muntuk. Pihaknya berkomitmen memperbaiki diri dan memastikan kejadian serupa tidak kembali terulang.
Sementara itu, Koordinator Regional Badan Gizi Nasional (BGN) DIY, Wirandita Gagat Widyatmoko, menyayangkan apabila benar terdapat pernyataan dari jajaran SPPG yang tidak menunjukkan empati terhadap masyarakat yang terdampak insiden keamanan pangan.
BGN DIY sebelumnya juga telah melayangkan teguran kepada pihak SPPG terkait konten yang beredar tersebut.
Halaman 2 / 2
Sebuah video yang diduga memperlihatkan salah seorang pegawai Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Dlingo, Bantul, mengolok-olok korban dugaan keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) di Karo, Sumatera Utara, viral di media sosial. Video tersebut menuai sorotan publik karena dinilai tidak menunjukkan empati terhadap para korban.
Dalam video berdurasi sekitar 29 detik yang diunggah akun Instagram @reset.feeds, seorang pria yang disebut bernama Gerardus Permananditya merekam dirinya ketika mencoba makanan yang menurutnya dimasak sehari sebelumnya. Setelah mencicipi makanan tersebut, ia menyebut rasanya masih enak.
Ia kemudian berakting seolah mengalami gangguan kesehatan sembari tertawa. "Gua makan chicken katsu masakan kemarin apakah masih enak? Oh tidak. Ingatanku hilang tujuh puluh persen," ujar Gerardus dalam video tersebut seperti dilihat Republika, Ahad (20/9/2026).
Aksi tersebut kemudian dikaitkan dengan kasus dugaan keracunan MBG yang dialami sejumlah penerima manfaat di Karo, termasuk seorang siswi SMK Bersama Berastagi bernama Febiona Purba. Video itu pun mendapat beragam respons dari netizen karena dianggap menjadikan kondisi korban sebagai bahan candaan.
Terkait ini, Koordinator Regional Badan Gizi Nasional (BGN) DIY, Wirandita Gagat Widyatmoko angkat bicara. Gagat menyampaikan keprihatinan atas munculnya video tersebut dan membenarkan pegawai yang bersangkutan merupakan pengawas keuangan di SPPG Dlingo, Bantul.
"Kami prihatin dan menyayangkan apabila benar terdapat pernyataan dari jajaran SPPG yang tidak menunjukkan empati terhadap masyarakat yang diduga terdampak. Dalam kondisi seperti ini, yang harus dikedepankan adalah rasa kemanusiaan, empati, sensitivitas, dan saling menghormati," kata Gagat dalam keterangannya.
Berita Terkait
Korban Keracunan MBG Kembali Sekolah, Kak Seto Minta Perlindungan dari Perundungan
Nasional News - 5 jam yang lalu
BGN DIY Pecat Pegawai SPPG Bantul yang Olok-Olok Korban Keracunan MBG
Kabar Jogja - 21 September 2026, 14:14
BGN DIY Sanksi ke Pegawai SPPG yang Menyindir Korban Keracunan MBG Kehilangan 70 Persen Ingatan
Kabar Jogja - 21 September 2026, 13:43
Sambil Tertawa Pegawai SPPG Bantul Olok-Olok Korban Keracunan MBG, Ini Kata BGN
Kabar Jogja - 21 September 2026, 08:41
LP2K Jateng: Kepemilikan SLHS oleh SPPG Bukan Jaminan MBG Bebas Kasus Keracunan
Jateng - 20 September 2026, 19:09