Sosial Media
Opsi Update
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Berita BRICS Dunia Internasional Featured G7 Spesial Vladimir Putin

    Vladimir Putin Sebut BRICS Lebih Besar dari G7 - Tribunnews

    4 min read

     

    Tayang:
    Vladimir Putin Sebut BRICS Lebih Besar dari G7
    tangkapan layar
    Presiden Rusia Vladimir Putin mengkritik Kelompok Tujuh (G7), membandingkan penurunan pangsa ekonomi global G7 dengan pertumbuhan bobot ekonomi BRICS. /Foto.dok 
    Ringkasan Berita:
    • Presiden Rusia Vladimir Putin mengkritik relevansi G7 dengan membandingkan kontribusi ekonomi globalnya yang sekitar 18 persen dengan hampir 40% milik BRICS.
    • Berbicara di BRICS Business Summit 2026 di New Delhi, Putin menyebut BRICS sebagai blok ekonomi terbesar dan menilai pengaruhnya terus menguat seiring perubahan tatanan global.
    • Ia menuduh negara-negara Barat berupaya melemahkan BRICS serta menerapkan sanksi tidak adil terhadap Rusia. KTT BRICS ke-18 digelar 12–13 September 2026.

    TRIBUNNEWS.COM, INDIA -  Presiden Rusia Vladimir Putin mengkritik Kelompok Tujuh (G7), membandingkan penurunan pangsa ekonomi global G7 dengan pertumbuhan bobot ekonomi BRICS.

    Dalam pidatonya di BRICS Business Summit 2026 di New Delhi, India, Jumat (11/9/2026), Putin mengatakan bahwa negara-negara G7 menyumbang sekitar 18?ri output ekonomi global, dibandingkan dengan hampir 40% untuk anggota BRICS.

    “Saya tidak tahu mengapa mereka menyebutnya demikian,” ujar Putin, mempertanyakan relevansi kelompok tersebut yang berkelanjutan.

    Rusia adalah anggota dari kelompok yang saat itu dikenal sebagai G8 hingga dikeluarkan setelah mencaplok Krimea pada tahun 2014.

    Kelompok tersebut kemudian kembali menjadi G7.

    G7 (Group of Seven) adalah G7  terdiri dari tujuh negara ekonomi maju seperti Amerika Serikat, Inggris, Italia, Jepang, Jerman, Kanada, dan Prancis.

    Putin menggambarkan BRICS sebagai blok ekonomi terbesar di dunia dan mengatakan bahwa anggotanya semakin kuat dan berpengaruh seiring perubahan tatanan global.

    Putin mengatakan bahwa dunia sedang mengalami pergeseran ekonomi besar.

    Ia menambahkan bahwa BRICS tetap terbuka untuk kerja sama dengan negara-negara di luar kelompok tersebut.

    Presiden Rusia juga menuduh negara-negara Barat berulang kali mencoba melemahkan negara-negara BRICS.

    “Para pesaing BRICS dari Barat sedang berusaha merebut kembali kepemimpinan mereka sebelumnya dan perjuangan ini mengambil arah yang tidak pantas di tingkat pemerintahan,” kata Putin.

    Putin menuduh negara-negara Barat memberlakukan sanksi yang tidak adil terhadap Rusia dan mengatakan Moskow telah mempertahankan kinerja ekonominya meskipun ada pembatasan tersebut.

    Ia juga menyerukan kerja sama yang lebih besar di antara anggota BRICS seiring dengan perkembangan tatanan ekonomi global.

    Mengapa KTT BRICS 2026 Penting?

    Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) BRICS ke-18 diselenggarakan di New Delhi, India, pada tanggal 12–13 September 2026.

    BRICS saat ini bukan lagi kelompok lima negara seperti ketika pertama kali dibentuk.

    Setelah mengalami perluasan, BRICS memiliki 11 anggota penuh, yakni Brasil, China, Mesir, Ethiopia, India, Indonesia, Iran, Rusia, Arab Saudi, Afrika Selatan dan Uni Emirat Arab.

    Indonesia sendiri bergabung sebagai anggota penuh BRICS pada 2025.

    Selain anggota penuh, terdapat 10 negara mitra, yaitu Belarus, Bolivia, Kuba, Kazakhstan, Malaysia, Nigeria, Thailand, Uganda, Uzbekistan dan Vietnam.

    Perluasan tersebut membuat BRICS memiliki cakupan ekonomi dan geopolitik yang lebih besar.

    Selain Vladimir Putin, Presiden China Xi Jinping, Presiden Iran Masoud Pezeshkian, Perdana Menteri India Narendra Modi, Presiden RI Prabowo Subianto, Presiden Brasil Luiz Inácio Lula da Silva , dan beberapa kepala negara lainnya akan hadir.

    Sumber: India Today

    Komentar
    Additional JS