10 Orang Terkaya di Asia Tenggara 2026, Harta Prajogo Pangestu Tembus Rp500 Triliun - Inilah
Jumat, 9 Oktober 2026 - 12:00 WIB
Share

Orang Terkaya di Asia Tenggara 2026 (Foto: Kreatif Inilah)
KecilBesar
Asia Tenggara memiliki sejumlah pengusaha dengan kekayaan fantastis. Pada 2026, beberapa nama dari kawasan ini tercatat masuk daftar miliarder terkaya dunia dengan harta mencapai miliaran hingga puluhan miliar dolar AS.
Pada 2026, nama-nama taipan asal Indonesia, Singapura, dan negara Asia Tenggara lainnya kembali menghiasi daftar orang terkaya dunia dengan nilai kekayaan mencapai miliaran dolar AS.
Daftar Konglomerat di Asia Tenggara 2026

Lantas, siapa saja yang masuk daftar 10 orang terkaya di Asia Tenggara 2026 dan berapa total kekayaan mereka? Berikut daftarnya.
- Prajogo Pangestu (Indonesia): US$28,6 miliar
- Pham Nhat Vuong (Vietnam): US$27,7 miliar
- Low Tuck Kwong (Indonesia): US$20,2 miliar
- Dhanin Chearavanont (Thailand): US$19,9 miliar
- R. Budi Hartono (Indonesia): US$19,6 miliar
- Michael Hartono (Indonesia): US$18,9 miliar
- Sarath Ratanavadi (Thailand): US$18,1 miliar
- Enrique Razon Jr. (Filipina): US$16,5 miliar
- Robert Kuok (Malaysia): US$14,2 miliar
- Jason Chang (Singapura): US$14,2 miliar
1. Prajogo Pangestu (Indonesia) - US$28,6 miliar atau Rp512 Triliun
Prajogo Pangestu merupakan pengusaha asal Indonesia yang membangun kerajaan bisnis dari sektor kayu, yang kemudian berkembang ke sektor petrokimia, energi, pertambangan, dan energi terbarukan. Ia memulai bisnisnya di industri kayu pada akhir 1970-an.
Kerajaan bisnisnya berpusat di Barito Pacific Group, yang memiliki kepentingan di sejumlah perusahaan besar seperti Chandra Asri, Barito Renewables Energy, dan Petrindo Jaya Kreasi.
Chandra Asri menjadi salah satu perusahaan petrokimia terbesar di Indonesia, sementara Barito Renewables bergerak di sektor energi terbarukan
2. Pham Nhat Vuong (Vietnam) - US$27,7 miliar atau Rp496 triliun
Pham Nhat Vuong adalah pengusaha Vietnam yang dikenal sebagai pendiri sekaligus chairman Vin Group, salah satu konglomerasi swasta terbesar di Vietnam.
Sebelum membangun kerajaan bisnis, Vuong sempat menempuh pendidikan di Rusia dan memulai bisnis mi instan di Ukraina pada tahun 1990-an.
Sekarang, kekayaan Vuong berasal dari kepemilikannya di Vingroup. Grup tersebut mengelola berbagai sektor usaha, mulai dari properti, otomotif, perhotelan, hingga layanan kesehatan dan ritel.
3. Low Tuck Kwong (Indonesia)- US$20,2 miliar atau Rp361 triliun
Merupakan pengusaha dari Indonesia yang lahir di Singapura. Low Tuck Kwong dikenal sebagai “raja Batu Bara” karena membangun kekayaan melalui industri pertambangan batu bara.
Ia merupakan pendiri Bayan Resources, salah satu perusahaan batu bara terbesar di Indonesia. Selain Bayan, Low juga memiliki kepentingan di Metis Energy, perusahaan energi terbarukan asal Singapura.
4. Dhanin Chearavanont (Thailand) - US$19,9 miliar atau Rp356 triliun
Dhanin Chearavanont merupakan pebisnis dari Thailand. Ia adalah Senior Chairman Charoen Pokphand Group (CP Group), konglomerasi keluarga yang memiliki bisnis di berbagai sektor.
CP Group awalnya berkembang dari bisnis pertanian dan pakan ternak. Kini, bisnisnya telah melebar ke agribisnis, makanan, ritel, telekomunikasi, keuangan, hingga properti.
5. R. Budi Hartono (Indonesia) - US$19,6 miliar atau Rp350 triliun
Merupakan salah satu pemilik Grup Djarum bersama mendiang saudaranya, Michael Hartono.
Kekayaan keluarga Hartono awalnya dibangun melalui industri rokok kretek, sebelum berkembang ke berbagai sektor bisnis.
Salah satu sumber kekayaan terbesar Budi berasal dari kepemilikan saham di Bank Central Asia (BCA).
Keluarga Hartono mengakuisisi saham BCA setelah keluarga Salim kehilangan kendali atas bank tersebut dalam krisis finansial Asia 1997-1998.
Selain BCA, kerajaan bisnis keluarga Hartono juga mencakup Djarum, Polytron, properti, Blibli melalui Global Digital Niaga, serta investasi di sektor teknologi.
6. Michael Hartono (Indonesia) - US$18,9 miliar atau Rp338 triliun
Merupakan kakak dari R. Budi Hartono dan salah satu tokoh di balik kesuksesan Grup Djarum. Sama seperti adiknya, kekayaannya berasal dari bisnis rokok, perbankan, serta berbagai investasi keluarga Hartono lainnya.
Michael Hartono telah meninggal dunia pada 19 Maret 2026 di Singapura dalam usia 86 tahun.
Angka US$18,9 miliar merupakan estimasi Forbes per 10 Maret 2026, sehingga merupakan angka sebelum kematiannya.
7. Sarath Ratanavadi (Thailand) - US$18,1 miliar atau Rp324 triliun
Sarath Ratanavadi merupakan pengusaha Thailand yang membangun kerajaan bisnis dari sektor energi dan kemudian memperluas bisnisnya ke telekomunikasi serta infrastruktur digital.
Ia merupakan CEO Gulf Development, salah satu konglomerasi terbesar di Thailand.
Gulf Development terbentuk pada 2025 setelah merger antara Gulf Energy Development dan InTouch Holdings.
Kerajaan bisnis Sarath kini mencakup energi, telekomunikasi, data center, infrastruktur digital, dan investasi perbankan.
8. Enrique Razon Jr. (Filipina) - US$16,5 miliar atau Rp295 triliun
Enrique Razon Jr. merupakan pengusaha Filipina yang dikenal sebagai chairman International Container Terminal Services Inc. (ICTSI), perusahaan operator pelabuhan terbesar di Filipina.
Selain itu, Razon juga membangun kerajaan bisnis di luar pelabuhan. Ia memiliki Bloomberry Resorts, perusahaan di balik kompleks kasino Solitaire, serta memiliki kepentingan di Manila Water, properti, energi, dan infrastruktur.
9 Robert Kuok (Malaysia) - US$14,2 miliar atau Rp254 triliun
Robert Kuok adalah pengusaha senior di Asia dan dikenal sebagai orang terkaya di Malaysia. Ia mendirikan Kuok Group, konglomerasi keluarga yang bisnisnya tersebar di berbagai negara.
Perjalanan bisnisnya dimulai pada 1949 ketika ia berdagang beras, gula, dan tepung terigu di Johor Bahru.
Dari bisnis perdagangan itu, Kuok kemudian membangun kerajaan bisnis berupa agribisnis, komoditas, properti, perhotelan, logistik, pelayaran, dan infrastruktur digital.
Salah satu bisnis paling terkenalnya adalah Shangri-La Hotels and Resorts, yang didirikannya pada 1971. Kuok Group juga merupakan pemegang saham besar di Wilmar International.
10. Jason Chang (Singapura) - US$14,2 miliar atau Rp254 triliun
Jason Chang merupakan pengusaha kelahiran Shanghai, China, yang kemudian mengambil kewarganegaraan Singapura.
Ia dikenal sebagai chairman ASE Technology Holding, perusahaan asal Taiwan yang bergerak di bidang perakitan dan pengujian semikonduktor.
Bersama adiknya, Richard Chang, mereka mendirikan Advanced Semiconductor Engineering (ASE) pada 1984.
Perusahaan tersebut kemudian berkembang menjadi salah satu pemain besar dunia dalam layanan semiconductor assembly and testing.
0 suka
0 bookmark
![]()
Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Topik
Share




