5 Kelompok yang Berisiko Alami Gejala Berat Saat Terkena Influenza Tipe A - TribunHealth

TRIBUNHEALTH.COM - Influenza tipe A tidak selalu menimbulkan gejala berat. Namun, pada kelompok tertentu, infeksi ini dapat meningkatkan risiko terjadinya komplikasi.
Dokter Spesialis Penyakit Dalam Klinik Utama Kasih Ibu Sehati, dr. Adi Purnomo, Sp.PD, mengatakan kelompok yang perlu lebih mendapat perhatian antara lain anak-anak, ibu hamil, lansia, serta orang dengan penyakit penyerta atau kondisi yang memengaruhi sistem kekebalan tubuh.
"Populasinya itu-itu yang berisiko untuk terjadi komplikasi pada influenza tipe A," ujar dr. Adi dalam podcast Tribun Health bertajuk Influenza Tipe A: Benarkah Lebih Berbahaya dari Flu Biasa?

Berikut kelompok yang berisiko mengalami gejala berat atau komplikasi akibat influenza tipe A:
1. Anak-anak di bawah 5 tahun
Anak berusia di bawah lima tahun menjadi salah satu kelompok yang perlu diwaspadai ketika terkena influenza.
Menurut dr. Adi, sistem kekebalan tubuh anak pada usia tersebut masih berkembang dan belum sekuat orang yang lebih tua.
Pada kondisi tertentu, terutama ketika anak mengalami demam tinggi, komplikasi dapat terjadi.
"Komplikasi bisa paling gampang terjadi ke kejang demam sama terjadi peradangan di paru-paru," jelasnya.
Dalam beberapa kondisi, infeksi juga dapat berkembang menjadi kondisi yang lebih serius, termasuk sepsis.
2 dari 4 halaman
2. Ibu hamil
Ibu hamil juga termasuk kelompok yang perlu mendapatkan perhatian ketika mengalami influenza.
Dr. Adi menjelaskan, salah satu tantangannya adalah tidak semua obat dapat dikonsumsi secara bebas selama kehamilan.
Pemilihan obat perlu mempertimbangkan kondisi kehamilan dan keamanan bagi ibu maupun janin.
"Karena beberapa obat kan tidak cocok untuk kehamilan," katanya.
Menurut dr. Adi, kondisi tersebut dapat membuat beban penyakit pada ibu hamil meningkat.
Ia juga menyebut terdapat kemungkinan infeksi virus berdampak pada bayi, sehingga kondisi ibu hamil yang mengalami influenza perlu diperhatikan dengan baik.
3. Lansia, terutama usia di atas 65 tahun
Kelompok lansia juga memiliki risiko lebih tinggi mengalami komplikasi akibat influenza.
Dr. Adi menjelaskan, seiring bertambahnya usia, fungsi sistem kekebalan tubuh dapat menurun.
3 dari 4 halaman
Perubahan tersebut membuat tubuh tidak lagi memberikan respons terhadap infeksi seoptimal ketika masih muda.
"Ketika sudah usia di atas 60 tahun, imunitas mulai turun. Segala hal dalam tubuhnya, metabolisme turun," ujar dr. Adi.
Karena itu, lansia yang mengalami gejala influenza perlu mendapatkan perhatian, terutama jika keluhan semakin berat.
4. Orang dengan diabetes
Penderita diabetes juga termasuk kelompok yang perlu lebih waspada terhadap komplikasi influenza.
Menurut dr. Adi, penyakit penyerta atau komorbiditas dapat membuat seseorang lebih berisiko mengalami kondisi yang lebih berat ketika terinfeksi influenza tipe A.
Oleh sebab itu, penderita diabetes sebaiknya tidak mengabaikan gejala influenza dan perlu memperhatikan perkembangan kondisi tubuh selama sakit.
5. Pasien kanker atau dengan sistem imun yang lemah
Selain diabetes, pasien kanker dan orang dengan kondisi yang menyebabkan sistem kekebalan tubuh melemah juga termasuk kelompok berisiko.
Dr. Adi menyebut, pada beberapa kondisi, infeksi influenza dapat berkembang menjadi pneumonia yang berat.
4 dari 4 halaman
"Orang-orang dengan diabetes, dengan cancer, dengan imun kompromis itu bisa jadi pneumonia yang berat untuk beberapa kondisi," jelasnya.
Karena itu, kelompok dengan sistem kekebalan tubuh yang rendah perlu lebih berhati-hati ketika mengalami gejala influenza dan segera mendapatkan penanganan apabila kondisi memburuk.
Meski demikian, bukan berarti setiap orang dalam kelompok tersebut pasti mengalami komplikasi.
Risiko dapat berbeda pada setiap individu, sehingga kondisi dan gejala yang muncul tetap perlu menjadi pertimbangan dalam menentukan penanganan.
(Tribunhealth.com)