Sosial Media
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Berita Featured Koperasi Desa Merah Putih Prabowo Subianto Spesial

    Di Balik Telepon Prabowo, 8.000 Kopdes Beroperasi Serentak Hari Ini - Kompas

    5 min read

     

    JAKARTA, KOMPAS.com - Presiden Prabowo Subianto terus memastikan program prioritasnya berjalan optimal sesuai target yang telah ditentukan, salah satunya Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP).

    Menteri Koordinator Bidang Pangan (Menko Pangan) Zulkifli Hasan alias Zulhas mengaku Prabowo meneleponnya secara langsung agar KDKMP yang sudah berdiri bisa beroperasi serentak hari ini, Kamis (15/10/2026).

    "Saya dan Pak Joao (Direktur Utama Agrinas) ini dapat arahan langsung, bahkan saya kemarin juga Pak Presiden telepon lagi dua kali, arahan langsung untuk bersama-sama tanggal 15 berarti besok," ucap Zulhas dalam Rapat Koordinasi Terbatas (Rakortas) di kantornya, Rabu (14/10/2026).

    Baca juga: Zulhas Akui Kopdes Butuh Waktu 2 Tahun untuk Beroperasi Mandiri

    Pemerintah menargetkan 35.000 KDKMP dapat beroperasi tahun ini. Dari target tersebut, sekitar 29.000 KDKMP sudah dibangun secara fisik. Sedangkan yang sudah siap beroperasi hari ini baru sekitar 8.000.

    Prabowo Dua Kali Telepon Zulhas Minta Kopdes Beroperasi Serentak Besok

    Zulhas menegaskan, untuk mengoperasikan 35.000 KDKMP pemerintah membutuhkan waktu secara bertahap.

    Monitoring delapan hari

    Pada tahap awal ini, 8.000 KDKMP yang beroperasi akan dimonitor secara rutin.

    Monitoring dilakukan dengan melibatkan hampir semua lembaga kementerian, TNI, bupati, wali kota, kepala desa, hingga camat.

    Zulhas meminta masing-masing tim bisa memeriksa setidaknya 10 KDKMP yang sudah beroperasi hari ini.

    Monitoring dilakukan untuk mengecek ketersediaan barang bersubsidi, fasilitas, skema bisnis, peran manajer di KDKMP tersebut.

    Ia berharap, dalam waktu delapan hari, segala sesuatu yang masih kurang di 8.000 KDKMP yang telah beroperasi bisa dilengkapi agar manfaatnya bisa langsung dirasakan masyarakat.

    Zulhas memberikan waktu sampai 20 Oktober 2026 untuk menyempurnakan operasional 8.000 KDKMP tersebut.

    Nantinya, tanggal 25 Oktober 2026, pemerintah akan melakukan rapat koordinasi lagi untuk mengevaluasi operasional KDKMP secara keseluruhan.

    Baca juga: Hashim Sebut Pemerintah Mau Bagi HP Gratis ke Warga RI 

    Menteri Koordinator Bidang Pangan (Menko Pangan) Zulkifli Hasan dalam Rapat Koordinasi Terbatas (Rakortas) KDKMP di kantornya, Rabu (14/10/2026).

    Lihat Foto

    Butuh waktu dua tahun

    Zulhas mengatakan, pemerintah harus terus melakukan pendampingan KDKMP agar operasionalnya optimal.

    Setidaknya, butuh dua tahun untuk membuat KDKMP beroperasi secara mandiri.

    "Memang saya kira setahun, dua tahun, makanya masih Agrinas karena itu perlu juga penguatan-penguatan, bimbingan, arahan sehingga ini bisa berjalan dengan baik dalam waktu dua tahun. Kalau dua tahun sudah bagus, tentu dia akan berjalan dengan sendirinya," tutur dia.

    Oleh karena itu, Zulhas meminta pengertian masyarakat apabila ada KDKMP dalam operasionalnya belum optimal.

    Namun, ia berjanji perlahan-lahan, ribuan KDKMP bisa melayani masyarakat dengan baik.

    Perluasan layanan koperasi

    Selain menyediakan barang-barang bersubsidi, pemerintah juga terus memperluas layanan koperasi.

    Salah satunya adalah sebagai wadah pendistribusian bantuan sosial (bansos) berupa beras periode Oktober hingga Desember 2026.

    Selain itu, koperasi juga didorong melayani pengambilan gaji dan pensiun para Aparatur Sipil Negara (ASN).

    Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono memastikan rencana pembayaran gaji ASN lewat KDKMP mulai dilakukan tahun ini.

    "Sekarang (tahun ini)," ucap dia ketika ditemui di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Rabu.

    Sebab, KDKMP sudah bekerja sama dengan BRIlink, PT Pos Indonesia, dan lain sebagainya untuk pengambilan gaji tersebut.

    Rencana penyaluran gaji ASN lewat Kopdes sudah diajukan ke Kementerian Keuangan (Kemenkeu).

    "Mulai sekarang kok, mulai diajukan ke Kementerian Keuangan dan akan siap dibayarkan," pungkas dia.

    Baca juga: Menkop Pastikan Gaji PNS Lewat Koperasi, Ekonom Soroti 3 Risiko Ini

    Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.

    Komentar
    Additional JS