Alasan Istri Sah Tak Curiga Pembunuhan Madiun, Terhalang Tembok Tinggi dan Dikira Bakar Sampah - Kompas
MADIUN, KOMPAS.com – Penyelidikan kasus pembunuhan keji disertai perusakan jenazah yang menimpa DH dan putra sambungnya, AG (4), di Kota Madiun terus bergulir. Penyidik Kepolisian Daerah Jawa Timur (Polda Jatim) hingga kini telah memeriksa sedikitnya 16 orang saksi untuk mengurai fakta hukum di balik aksi keji yang dilakukan oleh Dwi Bagus Martono (40).
Dari hasil rangkaian penyelidikan dan pelaksanaan prarekonstruksi, polisi memastikan bahwa Dwi Bagus Martono masih berstatus sebagai tersangka tunggal dalam kasus pembunuhan berencana tersebut.
Kasubdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim AKBP Arbaridi Jumhur mengungkapkan, tim penyidik belum menemukan indikasi atau bukti keterlibatan pihak lain dalam aksi keji pelaku.
"Ada beberapa pendalaman lagi, kita dalami, kita periksa lagi tersangka. Nanti mungkin ada saksi-saksi khusus di TKP. Khususnya pada saat tersangka melakukan kegiatan menghilangkan jejak, ada yang mengirim mesin, 2 orang, besok rencana kami periksa," ujar Jumhur saat ditemui di Lobby Gedung Ditreskrimum Mapolda Jatim, Kamis (29/10/2026) malam.
Polisi Ungkap Kronologi & Motif Kasus Suami Bunuh Istri dan Anak di Madiun
Baca juga: Jejak Pelarian Pembunuh Ibu dan Anak Madiun, Dikejar ke 5 Provinsi, Tertangkap di Jombang
Sebelumnya, tim penyidik menggelar prarekonstruksi pada Rabu (28/10/2026) guna merunut alur kejahatan pelaku secara presisi. Kegiatan reka ulang tersebut mencakup tiga lokasi utama, yakni sebuah hotel, rumah tersangka, hingga rumah orang tua tersangka.
Dalam tahapan prarekonstruksi tersebut, tersangka memperagakan sebanyak 48 adegan yang menggambarkan secara detail bagaimana proses eksekusi terhadap kedua korban hingga upayanya memusnahkan sisa jenazah.
Peran Kunci Istri Sah dalam Membongkar Pelarian Pelaku
Di balik pelarian Dwi Bagus yang tergolong rapi dan terencana, kepolisian sempat melakukan perburuan hingga ke berbagai kota di Indonesia. Rekam jejak pelaku yang pernah bekerja di perusahaan asing membuat petugas menelusuri lokasi persembunyian hingga ke Jakarta, Bali, dan Balikpapan.
Kendati demikian, titik terang penangkapan tersangka justru didapatkan setelah penyidik meminta keterangan dari istri sah Dwi Bagus yang berdomisili di Kecamatan Gubeng, Kota Surabaya, pada Jumat (23/10/2026) sekitar pukul 22.00 WIB.
Pemeriksaan maraton hingga Sabtu (24/10/2026) dini hari pukul 02.00 WIB tersebut membuahkan petunjuk krusial mengenai keberadaan pelaku.
"Sangat membantu informasi dari istri pelaku. Interogasi mulai jam 22.00 WIB sampai jam 02.00 WIB pagi, kami berkesimpulan akhirnya langsung ke Jombang dan berhasil menangkap pelaku di sebuah padepokan pengobatan alternatif," beber Jumhur.
Baca juga: Gunakan Nama Samaran Aminullah, Pelaku Pembunuhan Ibu-Anak Madiun Berakhir Ditangkap di Jombang
Rakit Tungku Khusus dan Pakai Mesin
Prarekonstruksi turut mengungkap fakta baru terkait metode pembunuhan dan pemusnahan barang bukti oleh tersangka. Polisi mendapati fakta bahwa pelaku sengaja membuat tungku khusus setelah melakukan aksi pembunuhan untuk membakar tubuh korban.
"Masalah tungku itu ya, ternyata dibuat setelah dilakukannya semua kegiatan itu (pembunuhan dan pembakaran). Sisa tulang lalu dihancurkan menggunakan mesin itu," tegas Jumhur.
Terkait posisi istri sah yang berada di area rumah yang sama namun tidak menyadari aksi keji tersebut, Jumhur menjelaskan adanya sekat fisik yang signifikan. Area utama rumah dan lahan kebun di bagian belakang dipisahkan oleh dinding tembok tinggi berpintu kecil.
Selain itu, kebiasaan tersangka yang sering beraktivitas dan membakar sampah di gubuk pekarangan belakang membuat para tetangga maupun istri sah tidak menaruh curiga sama sekali.
"Antara rumah induk dan lokasi perkebunan itu dipisahkan benteng dengan pintu kecil. Aktivitas tersangka di kebun tidak terlihat dari rumah. Apalagi tetangga sekitar menganggap aksi bakar sampah di gubuk itu adalah kegiatan rutin sehari-hari tersangka," lanjutnya.
Baca juga: Dari Keterangan Istri Sah, Polisi Temukan Pelaku Pembunuhan Ibu dan Anak di Madiun
Momen Pertemuan Singkat dengan Istri Sah
Di sela-sela tahapan prarekonstruksi, penyidik memberikan kesempatan bagi Dwi Bagus untuk bertatap muka secara langsung dengan istri sahnya.
Jumhur menceritakan bahwa pertemuan singkat tersebut diwarnai permohonan maaf dari tersangka dan dorongan penguatan dari sang istri.
"Istrinya menguatkan dan tersangka sendiri meminta maaf. Seperti itu saja, tidak ada pembicaraan lain," tuturnya.
Berdasarkan pemeriksaan psikologi forensik, Dwi Bagus diketahui memiliki latar belakang pendidikan yang baik serta terbiasa bekerja dalam lingkungan profesional yang terstruktur.
Meskipun kondisi kejiwaannya dinyatakan stabil selama masa pemeriksaan, penyidik tetap melibatkan tim ahli psikologi untuk membedah karakter kepribadiannya lebih dalam.
"Dari sisi kecerdasan dia bagus, tetapi dari sisi kejiwaan memang dia senang berteka-teki, senang film yang serem dan intelijen," terang Jumhur.
Baca juga: Dari Keterangan Istri Sah, Polisi Temukan Pelaku Pembunuhan Ibu dan Anak di Madiun
Hal senada diakui oleh pengacara keluarga korban, Ikbal Sermaf. Saat diberikan kesempatan menggali keterangan, Ikbal mengamati bahwa tersangka selalu bersikap tenang, santai, dan tanpa ekspresi.
"Dia orang terlihat tenang, santai, dia tidak merasa ada yang kesalahan atau sedih, dia menjawab. Terus dia saya bertanya, dia balik bertanya ke saya; apakah jawaban dari saya itu masih ada yang kurang? Nah, dia balik bertanya sama saya seperti itu," kata Ikbal saat dihubungi, Kamis (29/10/2026).
Walaupun tes psikologi mengonfirmasi bahwa Dwi Bagus memiliki kecerdasan intelektual (IQ) di atas rata-rata, Ikbal menilai penjelasan tersangka kerap tidak konsisten dengan temuan di lapangan.
Sebagai contoh, tersangka mengklaim bahwa pakaian dan sepatu korban ditinggalkan di dalam rumah, namun barang bukti tersebut hilang saat olah TKP dilakukan.
"Memang dia karakteristik, karakteristik IQ tertinggi dia. Saya akui dia pintar bang," puji Ikbal.
Baca juga: Sembunyi di Jombang, Pelaku Pembunuhan Istri Siri dan Anak di Madiun Pakai Nama Samaran
Menanti Uji DNA Laboratorium Forensik
Hingga saat ini, Tim Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Jatim masih melakukan uji sampel DNA terhadap sisa tulang korban yang ditemukan di lokasi kejadian.
Penyidik juga mengamankan sampel tambahan dari rumah kos korban di Ponorogo untuk memastikan kepastian identitas secara ilmiah.
"Nanti mungkin ya kita sampaikan hasilnya. Ini kita nunggu hasil dari Labfor. Tulang-tulang yang tersisa sedikit itu identik dengan milik siapa," pungkas Jumhur.
Artikel ini telah tayang di TribunJatim.com dengan judul Fakta Pembunuhan Madiun: Terpisah Tembok Tinggi, Istri Sah Tak Curiga Dwi Bagus Bakar Jasad Korban
Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.
