Sosial Media
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Berita BMKG Featured Jawa Tengah Kekeringan Lintas Peristiwa Spesial

    BMKG Tetapkan 7 Kabupaten di Jawa Tengah Awas Kekeringan, Musim Hujan Mundur - Radar Malang

    3 min read


    Ilustrasi musim kemarau panjang di Malang Raya.

    MALANG, RADAR MALANG – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menetapkan tujuh kabupaten di Jawa Tengah berstatus awas kekeringan meteorologis pada periode 11–20 Oktober 2026. Peringatan ini dikeluarkan karena musim hujan diprakirakan datang lebih lambat dari kondisi normal, sehingga ancaman kekurangan air masih perlu diwaspadai.

    Berdasarkan peta peringatan dini BMKG, tujuh kabupaten tersebut meliputi Brebes, Tegal, Pemalang, Jepara, Pati, Rembang, dan Wonogiri. Status awas merupakan tingkat peringatan tertinggi dalam pemetaan dini kekeringan meteorologis.

    Kepala BMKG Stasiun Klimatologi Jawa Tengah Goeroeh Tjiptanto menjelaskan, masa peralihan dari musim kemarau menuju musim hujan berlangsung secara bertahap. Karena itu, hujan yang mulai turun di sejumlah daerah belum menjadi tanda bahwa seluruh wilayah telah memasuki musim hujan.

    “Status awas merupakan tingkat peringatan tertinggi dalam pemetaan dini kekeringan meteorologis,” kata Goeroeh, Senin (12/10/2026).

    Selain tujuh kabupaten tersebut, sejumlah wilayah di Jawa Tengah berstatus siaga, antara lain Kota Tegal, Kota Magelang, Kota Salatiga, Kota Surakarta, serta Kabupaten Purworejo, Magelang, Semarang, Boyolali, Klaten, dan Kudus. Adapun Kota Semarang, Cilacap, Kebumen, Temanggung, dan Kendal masuk kategori waspada.

    BMKG memprakirakan musim hujan 2026/2027 di Jawa Tengah mulai berlangsung pada November hingga Desember. Sebagian wilayah diprediksi mengalami awal musim hujan pada awal November, sedangkan sebagian Jepara, Pati, dan Rembang diperkirakan baru memasuki musim hujan pada pertengahan Desember.

    “Masyarakat dan pemerintah daerah diharapkan tetap mengantisipasi dampak kekeringan, terutama terhadap ketersediaan air bersih dan kebutuhan air sektor pertanian, sekaligus meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem selama masa transisi,” ujar Goeroeh.

    Peringatan ini menjadi pengingat bagi warga dan pemerintah daerah untuk menghemat air serta menyiapkan langkah antisipasi bagi kebutuhan rumah tangga dan pertanian.

    Komentar
    Additional JS