Sosial Media
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Asuransi Kesehatan Berita Featured Kasus Spesial

    Cerita Widya, Anak Kos di Kendari yang Minta Tolong Polisi untuk Belikan Obat Maag - Kompas

    9 min read



    KENDARI, KOMPAS.com – Seorang perempuan bernama Widya Pratiwi (19), yang tinggal seorang diri di kamar kos di Jalan Jenderal Ahmad Yani, Kelurahan Pondambea, Kecamatan Kadia, Kota Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) mendadak mengalami nyeri lambung akut pada Senin (5/10/2026) dini hari. 

    Tanpa sanak keluarga di Kendari dan tak memiliki kendaraan untuk mencari apotek yang buka pada dini hari, perempuan itu nekat mengirimkan pesan langsung (direct message) ke akun Instagram resmi Tim Perintis Polda Sulawesi Tenggara (Sultra).

    "Sakit ulu hatiku mulai terasa sejak sore dan lanjut sakit sampai besok malamnya. Semakin parah saya rasa karena terlambat makan, sementara obatku habis mi," tutur Widya kepada Kompas.com, Kamis (8/10/2026) malam. 

    Baca juga: Dana Habis, SPPG Polda Sulut Hentikan Layanan MBG Mulai Besok

    Pesan singkat itu berisi permohonan bantuan sederhana. Ia meminta tolong dibelikan obat lambung karena tak sanggup lagi menahan rasa sakit.

    Disambut Tepuk Tangan, Janji Komjen Suyudi: Tak Arogan, Tak Bohongi dan Sakiti Masyarakat

    Perempuan muda asal kecamatan Laonti, Kabupaten Konawe Selatan, Sultra itu mengaku memilih mengirim pesan langsung (DM) melalui akun TikTok Perintis Polda Sultra karena tidak memiliki keluarga di Kendari yang dapat segera dimintai bantuan.

    Ia pun berinisiatif mengirimkan pesan untuk meminta pertolongan.

    “Karena sudah tidak ada yang menolong di kos. Keluarga saya ada di kampung, ndak enak minta tolong sama tetangga," katanya lagi.

    Baca juga: Cerita Warga Semarang, Sudah 3 Kipas Rusak karena Hidup 24 Jam Lawan Hawa Panas

    Tinggal seorang diri

    Widya menyampaikan baru sekitar tiga bulan berada di Kendari. Ia indekos seorang diri, dan  bekerja di salah satu coffee shop di jalan Ahmad Yani Kota Kendari.

    Saat mengirim DM, petugas Perintis menanyakan lokasi tempat tinggalnya.

    Ia kemudian menjelaskan bahwa dirinya sedang mengalami sakit lambung dan membutuhkan bantuan.

    Baca juga: Polisi Harus Periksa Medsos Remaja di Lebak Bulus untuk Ungkap Motif Pembunuhan

    Tak berselang lama, petugas dari Polresta Kendari, Perintis Polda Sultra dan pihak terkait lainnya mendatangi tempat tinggal Widya dengan membawa obat untuk membantu meredakan keluhan yang dialaminya.

    Ia mengatakan, bantuan tersebut tiba sekitar 15 menit setelah dirinya mengirimkan pesan melalui TikTok.

    Bantuan tersebut membuatnya merasa terbantu karena saat itu tidak ada keluarga maupun orang terdekat yang dapat segera datang menolong.

    Baca juga: Cerita Karang Taruna Dharma Remaja Semarang, Sulap Limbah Sayuran Jadi Biogas hingga Tembus Nasional

    Ia pun menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada personel dari Polresta Kendari, Perintis Polda Sultra dan pihak lainnya yang telah merespons permintaannya.

    Tak hanya mendapat obat dari polisi, Kamis (8/10/2026) malam, Widya dijemput petugas dari Polresta Kendari, perintis Polda Sultra bersama perawat dan dokter dari rumah sakit Bhayangkara Kendari untuk segera mendapat perawatan intensif di rumah sakit. 

    Komandan tim (Dantim) Perintis Polda Sultra Bripka Boy Sagita mengatakan bahwa perempuan itu masih menderita sakit pada lambungnya, dan perlu mendapat pertolongan dari tenaga medis. 

    "Saya selalu kontak dan tanya kondisinya ternyata dia masih sakit, bahkan tadi badannya lemas sekali. Akhirnya saya kasih tau dia untuk dibawa ke rumah sakit agar mendapat perawatan," kata Boy kepada Kompas.com di rumah sakit Bhayangkara Kendari, Kamis (8/10/2026) malam.

    Baca juga: Kisah Jamaludin Bikin Kampung Nanas Jumbo di Sleman, Manfaatkan Galon Bekas Jadi Media Tanam

    Gejala usus buntu

    Dantim Perintis Polda Sultra Bripka Boy Sagara didampingi dokter RS Bhayangkara menjemput anak kos yang sakit maag dari kamar kosnya di Jalan Ahmad Yani Kendari, Kamis (8/10/2026) malam.

    Lihat Foto

    Dokter jaga Rumah Sakit Bhayangkara Kendari, Marda, mengungkap kondisi Widya. Ia kemudian menawarkan pemeriksaan untuk mengetahui kondisi kesehatannya.

    “Pertama kali saya datang, pasiennya saya lihat mukanya agak lemas. Kemudian saya tawarkan untuk diperiksa,” ujarnya di RS Bhayangkara Kendari. 

    Dari hasil pemeriksaan awal dan wawancara medis, pasien mengeluhkan nyeri pada ulu hati serta sakit perut yang berpindah-pindah. Nyeri paling terasa di bagian kanan bawah perut dan disertai demam.

    Baca juga: Cerita Partinah Lestarikan Batik Tulis Girilayu Karanganyar, Libatkan 25 Ibu Rumah Tangga

    Kondisi tersebut membuat dokter menyarankan pasien segera dibawa ke rumah sakit agar dapat menjalani pemeriksaan lebih lengkap.

    Terlebih, sebelumnya pasien telah mendapatkan obat dari polisi. Namun, setelah mengonsumsi obat tersebut, keluhan kembali muncul dan tidak menunjukkan perubahan berarti.

    “Keluhannya berulang walaupun sudah minum obat, tetapi tidak ada perubahan. Jadi kami putuskan masuk ke rumah sakit supaya bisa diperiksa lebih lanjut,” ujarnya.

    Baca juga: Kisah Shiddiq, Pemuda Pontianak yang Bikin Nozzle untuk Padamkan Api di Lahan Gambut

    Menurut Marda, keluhan nyeri pada ulu hati awalnya dapat mengarah pada gangguan pencernaan atau dispepsia yang oleh masyarakat kerap disebut maag.

    Namun, adanya nyeri di perut bagian kanan bawah yang disertai demam membuat dokter mewaspadai kemungkinan radang usus buntu.

    Meski demikian, dugaan tersebut belum dapat dipastikan hanya berdasarkan pemeriksaan awal. Diperlukan pemeriksaan lebih lanjut untuk mengetahui penyebab pasti keluhan pasien.

    “Kalau nyeri ulu hati tentunya kami pikirnya dispepsia atau biasa orang bilang maag. Tapi ternyata ada nyeri perut kanan bawah dan ada demam. Ini kami wanti-wanti kalau ada kemungkinan ke arah usus buntu, tetapi belum bisa dipastikan kalau belum ada pemeriksaan lebih lanjut,” jelasnya.

    Baca juga: Cerita Levi, Siswa SMAN 1 Klaten Raih Skor TKA Matematika 91,03 Tertinggi Se-Jawa Tengah, Tak Pernah Ikut Bimbel

    Dibutuhkan pemeriksaan lanjutan

    Selain nyeri pada bagian perut, pasien juga mengaku mengalami gangguan saat buang air kecil. 

    Kondisi tersebut membuat dokter perlu memastikan apakah keluhan yang dialami berkaitan dengan saluran pencernaan atau saluran kemih.

    Untuk memastikan penyebabnya, dokter merencanakan pemeriksaan darah rutin dan urine. Pemeriksaan tersebut dilakukan untuk melihat kemungkinan adanya infeksi, peradangan, maupun gangguan lainnya.

    “Rencananya kami ingin memeriksa darah rutin, kemudian urine untuk memastikan apakah kelainannya ada di usus atau saluran kencing,” katanya.

    Baca juga: Tak Hanya Mantan Bupati, Eks Sekda Polman Juga Diperiksa soal Dugaan Korupsi Honor Imam dan Pendeta

    Dari pemeriksaan darah awal, diketahui kadar leukosit pasien mengalami peningkatan. Kondisi tersebut dapat menjadi salah satu tanda tubuh sedang merespons infeksi atau peradangan.

    Sementara itu, pemeriksaan urine masih menunggu kondisi pasien membaik karena saat itu pasien masih mengalami nyeri dan sedang mendapatkan obat.

    Marda menegaskan, pemeriksaan lanjutan tetap diperlukan untuk memastikan penyebab keluhan sebelum menentukan penanganan medis berikutnya. 

    Baca juga: Cerita SDN Purwosari Sleman DIY, Ajari Siswa Berkebun dari Ratusan Galon Bekas

    Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.

    Komentar
    Additional JS