Sosial Media
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Berita Featured Kesehatan Makan Bergizi Gratis SPPG

    Dana Habis, SPPG Polda Sulut Hentikan Layanan MBG Mulai Besok - Kompas

    4 min read

     


    MANADO, KOMPAS.com - Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polda Sulut yang terletak di Sekolah Polisi Negara (SPN) terpaksa harus menghentikan sementara operasional penyediaan program makan bergizi gratis (MBG) akibat habisnya dana operasional SPPG tersebut.

    Penghentian sementara tersebut mulai berlaku besok, Kamis, 8 Oktober 2026.

    Langkah ini diambil menyusul keterlambatan pencairan dana dari Badan Gizi Nasional (BGN).

    Baca juga: Dugaan Keracunan MBG di Batang, Gibran Minta Maaf dan Janji Perbaiki Tata Kelola

    Kendala teknis pencairan anggaran

    Irwasda Polda Sulut Kombes Pol Amin Litarso, Rabu (7/10/2026).

    Lihat Foto

    Irwasda Polda Sulut Kombes Pol Amin Litarso menjelaskan bahwa pemberhentian sementara ini murni disebabkan oleh kendala teknis pencairan anggaran, bukan faktor lain.

    Menurutnya, BGN kini memperketat proses pencairan dana dengan mewajibkan setiap SPPG mengajukan Rencana Kebutuhan (RKB) terlebih dahulu.

    MBG Tetap Berjalan meski Libur Sekolah karena Karhutla

    "Dana terakhir yang bisa dimasak oleh SPPG di SPN yaitu tanggal 7 Oktober. Sehingga praktis tanggal 8 Oktober sudah tidak bisa memasak lagi. Kami sudah mengajukan ke BGN, namun saat ini masih menunggu realisasi pencairan. Begitu dana ditransfer, operasional akan langsung kembali berjalan," ujar Kombes Pol Amin Litarso di Mapolda Sulut, Rabu (7/10/2026).

    Baca juga: 313 Napi Dipindah ke Nusakambangan, Termasuk yang Terkait Pesta Narkoba di Rutan Depok

    Layani 2.500 manfaat

    Irwasda menambahkan, pihak Polda Sulut juga telah berkoordinasi dengan mitra penyedia yaitu PT. MTT.

    Diharapkan proses pencairan tidak memakan waktu lama agar pelayanan gizi dapat segera beroperasi kembali.

    Program layanan gizi di SPPG SPN Polda Sulut sendiri melayani sekitar 2.500 penerima manfaat.

    Sasaran penerima mencakup balita, ibu hamil, ibu menyusui, serta siswa dari jenjang TK, SD, SMP, hingga SMA.

    Baca juga: Korban Dugaan Keracunan MBG di Batang Bertambah Lagi, Kini Mencapai 521 Orang

    Menyikapi jeda operasional ini, Irwasda Polda Sulut mengimbau pihak sekolah dan para guru untuk memberikan pemahaman kepada para siswa.

    "Kami mengimbau para guru di sekolah-sekolah penerima manfaat untuk menyampaikan kepada para murid agar untuk sementara dapat membawa bekal dari rumah atau membawa uang saku tambahan. Jangan sampai terhentinya makan siang sementara ini menurunkan semangat belajar anak-anak," tutupnya.

    Sementara itu, Kepala Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Badan Gizi Nasional (BGN) wilayah Sulawesi Utara dan Gorontalo Billy Kristian Kereh saat dikonfirmasi mengenai permasalahan tersebut, belum memberikan tanggapan.

    Baca juga: Fortuner Diduga Rem Blong Tabrak Tiang Listrik di Batang, Satu Orang Meninggal

    Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.

    BGN Temukan Rekening Ganda dan Dapur Belum Beroperasi di 414 SPPG

    Komentar
    Additional JS