Sosial Media
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Berita Featured Pendidikan Spesial

    Ciptakan Kembali Jiwa Kompetitif Belajar Siswa, Kebijakan Tidak Naik Kelas akan Diberlakukan - Berita Nasional

    2 min read


    Mendikdasmen Abdul Mu’ti. (BeritaNasional/istmewa)

    BeritaNasional.com -  Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti mengatakan akan kembali menciptakan kebiasaan rajin belajar dan kompetitif. Hal ini seiring dengan wacana yang diusulkan Dewan Pendidikan untuk kembali menerapkan kebijakan tidak naik kelas yang diharapkan bisa diimplementasikan pada 2027. 

    Usulan ini disampaikan Mu'ti dalam Konvensi Pendidikan Indonesia XII Tahun 2026 yang disimak melalui kanal YouTubeUniversitas Pendidikan Ganesha/Undiksha, Kamis (8/10/2026). Menyampaikan masukan ini merupakan upaya untuk meningkatan mutu pendidikan.

    BACA JUGA

    "Terkait peningkatan mutu, kami mendapatkan masukan, termasuk masukan dari Pak Yanto dan kawan-kawan di Dewan Pendidikan supaya kebijakan tidak naik kelas diberlakukan lagi. Ini rekomendasinya Dewan Pendidikan, termasuk juga kebijakan menyangkut jurusan, kalau enggak salah, rekomendasinya Pak Brian (Mendiktisaintek)," terangnya. 

    Ia menyebut usulan itu siap dilaksanakan bila menjadi disetujui dalam konvensi tersebut.

    "Dan kalau ini disetujui dan mungkin menjadi bagian dari rekomendasi konvensi ini, tentu kami akan siap melaksanakan. Sehingga mulai tahun ajaran 2027 dan seterusnya tidak semua murid otomatis naik kelas," ucapnya.

    Mu'ti kemudian menyampaikan penerapan kebijakan itu bisa memupuk kebiasaan rajin belajar dan jiwa kompetitif peserta didik. 

    "Karena banyak murid itu yang mengikuti rumus RMS: rajin malas sama saja. Saya setuju, Prof Brian, mereka harus kita biasakan punya jiwa yang rajin belajar kemudian siap untuk berkompetisi dan anak-anak yang tangguh seperti yang sering disampaikan oleh Pak Presiden Prabowo Subianto," ucapnya.

    Ia optimistis  dengan dukungan dari berbagai pihak termasuk dari para ahli kebijakan itu bisa diberlakukan kembali. Namun ia menekankan  sebelum dapat diterapkan usulan ini harus melalui kajian akademik.

    "Dan kalau rekomendasi itu bisa berasal dari pertemuan ini, saya kira langkah kami untuk menerapkan kebijakan itu akan semakin mantap karena dukungan dari para ahli. Jangan lupa kalau kami undang nanti juga hadir, karena mesti kami memerlukan kajian akademik, mesti memerlukan masukan dari para pakar," tegasnya. 

    Sebelumnya, pada kesempatan yang sama, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto menyoroti pentingnya dorongan dalam melahirkan talenta unggul. Salah satunya adalah berani berkompetisi. 

     sinpo

    Komentar
    Additional JS