Sosial Media
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Berita Featured Makan Bergizi Gratis Pekanbaru Spesial

    Di Balik Dapur MBG Pekanbaru, Memasak Dini Hari untuk 1.900 Porsi Sehari - Kompas

    5 min read

     



    PEKANBARU, KOMPAS.com - Makan Bergizi Gratis (MBG), salah satu program unggulan pemerintahan Prabowo-Gibran terus berjalan di Kota Pekanbaru, Riau.

    Salah satunya dijalankan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sinergi Kawan Baik di Kecamatan Senapelan.

    SPPG ini bermitra dengan Yayasan Membangun Mitra Mandiri Bersama.

    Kepala SPPG Sinergi Kawan Baik, Trya Ayu Pratiwi mengatakan, MBG berjalan baik hingga saat ini berkat koordinasi yang solid antara SPPG, pihak sekolah, supplier bahan baku, dan relawan.

    "Alhamdulillah, dapur kami sudah mau jalan setahun pas di Januari tahun depan. Sampai hari ini masih berjalan dengan baik dan lancar," ucap Trya saat diwawancarai Kompas.com, Senin (12/10/2026).

    Dapur MBG Blora Berdiri di Sebelah Tempat Pembuangan Sampah

    Baca juga: Puluhan Siswa SMP di Mojokerto Diduga Keracunan MBG, SLHS SPPG Jabon Bakal Diinspeksi Ulang

    Setiap hari, dapur MBG ini melayani 1.900 penerima manfaat dari 13 sekolah dan 8 posyandu.

    "Kami ada 21 titik pengantaran setiap harinya. Untuk penerima manfaat dari 13 sekolah itu ada 1.623 orang. Kalau posyandu 278 orang, terdiri dari balita, ibu hamil dan ibu menyusui," ucap Trya.

    Aktivitas dapur mulai sejak pukul 02.00 WIB hingga distribusi makanan pukul 07.30 WIB.

    Artinya, ada jeda 5 jam dari awal memasak hingga makanan siap diantar ke sekolah.

    Waktu konsumsi selanjutnya menyesuaikan jadwal masing-masing sekolah.

    Menu MBG ditentukan oleh ahli gizi bersama chef dengan mempertimbangkan kebutuhan gizi, variasi, serta selera penerima manfaat, termasuk pangan lokal.

    Menu MBG hari ini di SPPG Sinergi Kawan Baik di Kecamatan Senapelan, Kota Pekanbaru, Riau, Senin (12/10/2026).

    Lihat Foto

    Untuk menjaga keamanan makanan, pihak SPPG menerapkan SOP ketat, mulai dari kebersihan, memastikan makanan matang sempurna, hingga prosedur pemorsian dan distribusi.

    Makanan disajikan menggunakan ompreng yang dibersihkan sesuai prosedur kebersihan.

    "Menu MBG hari ini, ada nasi, dendeng kering, tahu, sayur dan buah semangka," kata Trya.

    Kebutuhan bahan baku setiap harinya, lanjut dia, disesuaikan dengan menu.

    Sebagai gambaran, jika menu telur, ayam, atau ikan diberikan untuk seluruh penerima, kebutuhannya bisa mencapai 1.920 butir telur atau sekitar 64 papan, serta 1.920 potong ayam atau ikan.

    "Kalau ayam itu sehari habis 120 kilogram. Ikan pun hampir sama," kata Trya.

    Baca juga: 151 Orang di SMKN 1 Gunungguruh Sukabumi Diduga Keracunan MBG, SPPG Ditutup Sementara

    Seluruh bahan baku dipasok dari supplier yang bekerja sama dengan SPPG dengan memperhatikan kualitas dan kesegaran.

    Tantangan terbesar yang dihadapi adalah menjaga ketepatan waktu distribusi, terutama saat terjadi kekurangan bahan baku atau keterlambatan proses produksi.

    Jika ada keluhan, pihak SPPG langsung melakukan evaluasi dan berkoordinasi dengan sekolah serta tim terkait untuk perbaikan agar masalah serupa tidak terulang.

    Pengelolaan sampah

    Terkait limbah, sampah yang dihasilkan dapur MBG diperkirakan sekitar 20 kilogram per hari, tergantung menu dan sisa bahan baku.

    "Sampah basah sisa makanan diambil sama pengepul untuk ternak, dia beli Rp 500.000 per bulan. Uangnya kami gunakan untuk konsumsi relawan dapur. Sedangkan sampah plastik diserahkan melalui layanan pengelolaan sampah Kota Pekanbaru," kata Trya.

    Ia mengatakan, tanggung jawab pengelolaan sampah berada di pihak SPPG bersama petugas kebersihan, relawan, dan petugas pengangkut.

    Ke depan, pihak SPPG berharap ada penguatan pengawasan keamanan pangan dan peningkatan sarana pendukung operasional dapur, serta peningkatan ketelitian dan ketepatan waktu di setiap tahapan agar makanan sampai sesuai jadwal konsumsi dengan aman.

    Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.

    Komentar
    Additional JS