Sosial Media
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Berita Featured Kabut Asap Karhutla Kasus Kebakaran Hutan Lintas Peristiwa Malaysia Singapura Spesial

    Kabut Asap Karhutla Indonesia Picu Polusi Parah di Malaysia dan Singapura - Cirebon Times

    7 min read

     


    M

    Diana Sasih

    Author

    Kabut Asap Karhutla Indonesia Picu Polusi Parah di Malaysia dan Singapura

    Smallest Font

    Largest Font

    Kabut asap yang berkaitan dengan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia memperburuk kualitas udara di Malaysia dan Singapura pada Jumat, 16 Oktober 2026. Dilansir dari Internasional, sejumlah wilayah di kedua negara mencatat tingkat pencemaran udara tidak sehat hingga sangat tidak sehat, dengan Singapura mengalami indeks polusi tertinggi sepanjang tahun ini.

    Data Air Pollutant Index Management System (APIMS) menunjukkan indeks pencemaran udara (API) di Pasir Gudang, Johor, Malaysia, mencapai 205 pada pukul 08.00 waktu setempat. Angka tersebut menempatkan wilayah itu dalam kategori sangat tidak sehat dan menjadi yang tertinggi di Malaysia.

    Sehari sebelumnya, API Pasir Gudang tercatat 186 pada pukul 19.00. Menurut laporan The Straits Times, sebanyak 33 wilayah di Malaysia mengalami kualitas udara tidak sehat atau lebih buruk pada Jumat, tanpa satu pun wilayah yang masuk kategori baik.

    Sistem klasifikasi API Malaysia menetapkan angka 0–50 sebagai kategori baik, 51–100 sedang, 101–200 tidak sehat, 201–300 sangat tidak sehat, dan di atas 300 berbahaya. Selain Johor, kondisi kualitas udara memburuk di sejumlah wilayah, termasuk Selangor, Perak, Negeri Sembilan, Melaka, Pahang, Kuala Lumpur, Putrajaya, dan Sabah.

    Menteri Luar Negeri Malaysia Mohamad Hasan menyatakan pemerintahnya belum berencana menempuh jalur hukum atau mengirim nota diplomatik terkait kabut asap lintas batas. Malaysia masih mengutamakan diplomasi dan mekanisme ASEAN untuk mencari penyelesaian bersama dengan Indonesia.

    Di Singapura, data National Environment Agency (NEA) memperlihatkan pencemaran udara memburuk sepanjang malam hingga Jumat. Pada pukul 09.00 waktu setempat, indeks 24-hour Pollutant Standards Index (PSI) di wilayah tengah mencapai 227, rekor tertinggi sepanjang 2026, sebelum turun tipis menjadi 226 pada pukul 10.00.

    Wilayah timur Singapura mencatat PSI 202, sedangkan wilayah barat berada pada angka 201. Keduanya masuk kategori sangat tidak sehat. Sementara itu, indeks di wilayah utara mencapai 150 dan wilayah selatan 183, yang masing-masing tergolong tidak sehat.

    Perdana Menteri Singapura Lawrence Wong sebelumnya menyampaikan bahwa pemerintah sedang mencari perusahaan yang diduga bertanggung jawab atas kebakaran hutan dan lahan gambut di Indonesia yang berkaitan dengan memburuknya kabut asap.

    Menurut laporan CNA, Singapura membuka kemungkinan mengambil tindakan berdasarkan Transboundary Haze Pollution Act. Pemerintah juga mempertimbangkan kerja sama dengan negara lain untuk menangani persoalan pencemaran udara lintas batas tersebut.

    Untuk mengurangi dampak polusi terhadap masyarakat, pemerintah Singapura mempercepat distribusi masker N95 bagi kelompok rentan setelah kadar PM2.5 di wilayah barat mencapai tingkat sangat tinggi. Sejumlah tempat perlindungan dari asap juga disiapkan di pusat komunitas dan fasilitas masyarakat guna menghadapi kondisi udara yang memburuk.

    Editors Team

    Daisy Floren

    Daisy Floren

    • Like

      0

      Like

    • Dislike

      0

      Dislike

    • Funny

      0

      Funny

    • Angry

      0

      Angry

    • Sad

      0

      Sad

    • Wow

      0

      Wow

    Komentar
    Additional JS