Sosial Media
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Berita Featured Gunung Wilis Karhutla Kebakaran Hutan Spesial

    Karhutla Kembali Melanda Lereng Gunung Wilis Kediri, Begini Kronologi nya - Radar Kediri

    5 min read


    Karhutla di lereng Gunung Wilis. (ASAD MS/JPRK)

    JP Radar Kediri – Kebakaran kembali terjadi di Lereng Wilis Rabu (21/10) malam. Si Jago merah melahap lahan kebun warga di Dusun Gethuk, Desa Pagung, Kecamatan Semen, Kabupaten Kediri. 

    Api membakar lahan yang diperkirakan mencapai lima hektare. Sebelum akhirnya berhasil dipadamkan oleh warga bersama perangkat desa dan unsur terkait.

    Kepala Desa Pagung Supriyadi mengatakan, pihaknya menerima laporan kebakaran sekitar pukul 20.30.

    "Ada yang bilang kejadian sudah terjadi sekitar pukul 13.00, tapi api masih kecil, " jelasnya ditemui di lokasi kejadian. 

    Setelah menerima laporan, penanganan langsung dilakukan dengan melibatkan kepala dusun (kasun), bhabinkamtibmas, dan warga setempat serta pihak lainnya. 

    ”Alhamdulillah, sudah kita tangani dan sekarang sudah padam,” ujarnya.

    Proses pemadaman berlangsung sekitar dua jam.

    Sekitar pukul 23.30, api sudah bisa mulai dikendalikan. 

    Petugas dan warga memadamkan api secara manual menggunakan ranting berdaun atau gepyok untuk memukul dan menghalau kobaran api agar tidak meluas.

    Upaya pemadaman sempat terkendala akses menuju lokasi kebakaran yang sulit dijangkau kendaraan.

    Jarak dari titik terakhir kendaraan bisa mencapai dua hingga tiga kilometer sehingga petugas dan warga harus berjalan kaki untuk mencapai lokasi.

    ”Aksesnya agak kesulitan. Tadi juga ada yang tidak berani naik, tetapi alhamdulillah akhirnya kita bisa naik dan memadamkan api,” jelasnya.

    Akibat kebakaran tersebut, sejumlah tanaman milik warga ikut terdampak.

    Di antaranya tanaman cengkeh, alpukat, dan durian yang berada di sekitar lahan terbakar.

    Meski demikian, berdasarkan pengamatan di lokasi, api belum sampai membakar seluruh bagian pohon tersebut.

    Terkait penyebab kebakaran, Supriyadi mengaku belum mengetahui secara pasti.

    Dia menduga api bisa berasal dari aktivitas pembakaran sampah atau pembersihan lahan oleh warga.

    "Bisa jadi juga karena puntung rokok," jelasnya memperkirakan

    Namun, dugaan tersebut masih memerlukan kepastian lebih lanjut.

    Supriyadi mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati saat melakukan pembakaran di sekitar lahan maupun kawasan hutan milik warga.

    Dia berharap masyarakat segera melaporkan apabila menemukan titik api agar penanganan bisa dilakukan lebih awal dan kebakaran tidak meluas.

    Komentar
    Additional JS