Kepala BGN Ungkap Konflik Mitra Dapur MBG dan Yayasan, Ada Setoran Per Porsi - Kompas
JAKARTA, KOMPAS.com - Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono mengungkap adanya konflik antara mitra dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dan yayasan yang menaunginya dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Salah satu persoalan yang ditemukan di lapangan yakni adanya yayasan yang tidak terlibat langsung dalam penyelenggaraan program MBG, tetapi meminta setoran kepada mitra dapur.
"Pada praktiknya ini kami menemukan satu fakta bahwa mitra sama yayasan ini ada yang kemudian berkonflik. Mitra itu adalah orang yang punya modal, dia membangun dapurnya, keluar biaya," ujar Sudaryono, dikutip dari keterangan pers, Sabtu (3/10/2026).
Sudaryono mengaku menerima laporan bahwa sejumlah mitra diminta memberikan setoran atau potongan kepada yayasan sebesar Rp 1.500 hingga Rp 2.000 per porsi.
Kepala BGN Tegaskan Insentif Dapur MBG Rp 6 Juta per Hari Masih Berlaku
Baca juga: Kepala BGN Temukan Yayasan Minta Setoran per Ompreng ke Mitra Dapur MBG
Pada akhirnya, pungutan tersebut berpotensi memengaruhi kualitas pelaksanaan MBG, termasuk kualitas menu yang disajikan kepada penerima manfaat.
"Bayangkan, yang terjadi adalah karena dipotong, dia makan menunya itu dikurangi kualitasnya. Ini tidak boleh lagi terjadi," tegasnya.
Eks Wakil Menteri Pertanian tersebut menegaskan bahwa BGN tidak segan-segan memutus kerja sama dengan pihak yayasan yang terbukti memungut setoran.
"Itu semua akan kami cut off namanya, akan kami amputasi semua," kata dia.
Sudaryono melanjutkan, pihaknya telah menyediakan dua portal registrasi, yakni portal bagi yayasan dan portal bagi mitra.
Baca juga: Kepala BGN Sudaryono Minta Kepala Daerah Rutin Inspeksi Dapur MBG Tiap Jam 2 Pagi
Mitra dapat mengajukan yayasan baru sekaligus menyampaikan bukti-bukti terkait persoalan atau kerugian yang dialami selama menjalankan kerja sama.
"Kami memberikan ruang kepada mitra yang merasa dirugikan untuk mengganti yayasan yang menaunginya, terutama apabila yayasan tersebut tidak memberikan kontribusi terhadap jalannya dapur," pungkas Sudaryono.
Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.
Batas akses KARIN
Kamu sudah mencapai batas akses KARIN.
Gabung membership Kompas.com+ MAX untuk bertanya lebih banyak dan memahami berita dengan lebih leluasa.
Khusus Member
Akses Tanya Langsung Tersedia untuk Member
Gabung membership Kompas.com+ MAX untuk bertanya lebih banyak dan memahami berita dengan lebih leluasa.
BGN Temukan Rekening Ganda dan Dapur Belum Beroperasi di 414 SPPG