Sosial Media
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Berita Featured Spesial

    Kisah Parmono, Disabilitas Pencari Kerja di Job Fair Boyolali, Pernah Lumpuh karena Kecelakaan Kerja - Tribunnews

    7 min read

     


    Tribun Solo/Tri Widodo A-A+ ‎CARI KERJA: Parmono, salah satu penyandang disabilitas saat mendatangi stand Job fair 2026 di halaman Kantor Dinas Koperasi dan Tenaga kerja, Sabtu (24/10/2026)  
    Ringkasan Berita:
    • Parmono (43), penyandang disabilitas daksa asal Boyolali, pernah lumpuh akibat kecelakaan kerja di luar negeri. Setelah pulih pada 2012, ia perlahan bangkit.
    • Belum memiliki pekerjaan tetap, Parmono mengandalkan pekerjaan serabutan sebagai juru parkir dan petugas kebersihan. Ia datang ke Job Fair Inklusi 2026 untuk mencari pekerjaan.
    • Meski terkendala kondisi fisik dan ijazah SMP, Parmono pantang menyerah. Ia berharap mendapat pekerjaan halal agar bisa memenuhi kebutuhan hidup dan membantu ibunya.

    Laporan Wartawan TribunSolo.com, Tri Widodo

    TRIBUNSOLO.COM, BOYOLALI - Perjuangan Parmono (43), penyandang disabilitas daksa asal Boyolali, untuk mendapatkan pekerjaan layak tak pernah padam. Meski pernah mengalami kelumpuhan akibat kecelakaan kerja di luar negeri, ia berusaha bangkit dan kembali menjalani kehidupan dengan mandiri.

    Harapan itu membawanya datang ke Job Fair Inklusi 2026 yang digelar di halaman Kantor Dinas Koperasi dan Tenaga Kerja (Dinkopnaker) Boyolali, Sabtu (24/10/2026).

    Dengan langkah terseok, Parmono menyusuri stan-stan perusahaan yang membuka lowongan pekerjaan. Sesekali, ia harus berhenti untuk beristirahat sebelum melanjutkan langkahnya.

    Baru satu stan yang didatanginya, Parmono kembali mencari tempat duduk untuk melepas lelah.

    Namun, keterbatasan fisik tak menyurutkan niatnya mencari pekerjaan. Ada harapan yang ingin diwujudkannya, yakni memperoleh pekerjaan layak agar bisa mencukupi kebutuhan sehari-hari sekaligus membantu ibunya.

    "Saya mau melamar pekerjaan," kata Parmono saat ditemui di sela Job Fair Inklusi 2026.

    Parmono sebenarnya belum membawa surat lamaran kerja. Ia memilih datang terlebih dahulu untuk melihat lowongan yang tersedia dan mencari pekerjaan yang sesuai dengan kemampuannya.

    Baca juga: Parmono, Penyandang Disabilitas di Boyolali yang Berjuang Cari Kerja demi Cukupi Kebutuhan Hidup

    Sempat Lumpuh, Perlahan Bangkit Kembali

    Kehidupan Parmono berubah setelah mengalami kecelakaan kerja ketika bekerja di luar negeri belasan tahun lalu.

    Kecelakaan tersebut membuatnya mengalami kelumpuhan. Saat itu, ia bahkan tidak mampu berdiri, apalagi berjalan.

    "Saya dulu lumpuh. Jangankan jalan, berdiri saja enggak bisa," kenangnya.

    Setelah menjalani proses pemulihan, kondisi Parmono mulai membaik pada 2012. Ia perlahan kembali bisa berjalan dan berusaha bangkit untuk menjalani kehidupan sehari-hari.

    Sejak saat itu, Parmono berusaha tidak terus bergantung kepada orang lain. Ia memilih melakukan pekerjaan apa pun yang masih mampu dikerjakannya selama halal.

    Selama belum memiliki pekerjaan tetap, Parmono mengandalkan pekerjaan serabutan di kampung untuk memenuhi kebutuhan hidup.

    Ia pernah menjadi juru parkir ketika ada kegiatan di kawasan Alun-alun Boyolali. Selain itu, ia juga kerap membantu pekerjaan kebersihan saat ada acara atau kegiatan tertentu.

    "Sebisa saya buat mencukupi kebutuhan saya," ujarnya.

    Berjuang Mendapat Pekerjaan demi Membantu Ibu

    Kini, Parmono tinggal bersama ibunya setelah sang ayah meninggal dunia. Keinginan memperoleh pekerjaan tetap menjadi salah satu harapannya agar bisa lebih mandiri dan membantu memenuhi kebutuhan keluarga.

    Namun, mencari pekerjaan bukan perkara mudah. Selain keterbatasan fisik, Parmono mengaku terkadang merasa kurang percaya diri ketika berhadapan dengan orang tanpa disabilitas.

    "Ya pasti agak ada kesulitan. Seperti enggak pede sama yang lebih normal. Tapi secara hati kita sama," ungkapnya.

    Parmono juga mengaku hanya memiliki ijazah SMP. Kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri ketika dirinya berusaha mencari pekerjaan di perusahaan.

    Baca juga: Datang ke Job Fair Inklusi Boyolali, Parmono Berharap Bisa Mendapat Pekerjaan Layak

    Ia mengatakan sempat memasukkan lamaran ke salah satu pabrik, tetapi belum mendapatkan informasi lanjutan.

    Saat hendak memasukkan lamaran lain di Job Fair Inklusi, ia justru disarankan mengikuti pelatihan kerja di Balai Latihan Kerja (BLK) karena latar belakang pendidikannya.

    "Kemarin sudah masukkan lamaran ke salah satu pabrik. Namun belum ada informasi lanjut. Terus tadi mau masukan lamaran lagi, tapi disarankan mengikuti latihan kerja di BLK karena ijazah saya kan SMP," tuturnya.

    Berharap Penyandang Disabilitas Mendapat Kesempatan Setara

    Parmono mengetahui informasi Job Fair Inklusi 2026 melalui media sosial. Ia sengaja datang untuk melihat peluang kerja yang tersedia bagi penyandang disabilitas seperti dirinya.

    Menurutnya, kegiatan tersebut memberikan harapan baru bagi penyandang disabilitas untuk mendapatkan pekerjaan dan mewujudkan kehidupan yang lebih baik.

    "Bagus sekali, mendukung kita para disabilitas untuk mewujudkan cita-cita dan harapan. Disabilitas juga mampu, bisa disamakan dengan yang normal," katanya.

    Ia berharap pemerintah dan perusahaan semakin membuka akses pekerjaan bagi penyandang disabilitas, sehingga mereka memiliki kesempatan untuk bekerja sesuai kemampuan masing-masing.

    Bagi Parmono, pekerjaan bukan semata-mata soal penghasilan. Ia ingin membangun kehidupan yang lebih mandiri sekaligus membantu ibunya.

    "Saya mengutamakan saya dulu, nanti bisa gandeng ibu," ujarnya.

    Meski menghadapi berbagai keterbatasan, Parmono mengaku akan terus berusaha mencari pekerjaan yang bisa dilakukannya.

    "Yang penting halal dan bisa bekerja," imbuhnya. (*)

    Komentar
    Additional JS