Sosial Media
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Berita Featured Spesial Sumatera Selatan

    Klaim Hotspot Tersisa Dua, Gubernur Sumsel Minta Sawit yang Ditanam di Lahan Bekas Karhutla Dicabut - Kompas

    3 min read



    PALEMBANG, KOMPAS.com – Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru meminta tanaman kelapa sawit yang ditanam secara ilegal di lahan bekas kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) dicabut. Hal itu dilakukan untuk mencegah pemanfaatan lahan pasca kebakaran yang melanggar aturan.

    Herman Deru mengatakan, praktik tersebut ditemukan di sejumlah daerah lain. Ia menegaskan, jika terbukti dilakukan secara ilegal, tanaman sawit di lahan tersebut harus dicabut.

    "Kalau di sini ditemukan lahan bekas kebakaran langsung ditanami sawit dan itu ilegal, dicabut juga,” kata Herman Deru, Senin (26/10/2026).

    Baca juga: Perhutani Duga Karhutla 800 Hektar di Gunung Lawu Ulah Pihak Tak Bertanggung Jawab

    Menurut Herman Deru, Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan (DLHP) Sumatera Selatan telah menyegel lahan seluas 120 hektare yang terindikasi berkaitan dengan aktivitas pembukaan lahan setelah kebakaran. Saat penyegelan dilakukan, lahan tersebut belum ditanami kelapa sawit.

    Cara Baru Nonton Cerita Rakyat : Mikrodrama Verikal - BEGINU

    Ia juga enyoroti keberadaan alat berat yang masuk ke lokasi setelah kebakaran terjadi. Menurutnya, aktivitas tersebut perlu ditelusuri untuk memastikan ada atau tidaknya pembiaran terhadap pembukaan lahan.

    “Penanganan lebih lanjut terhadap lahan yang telah disegel harus mengikuti proses penegakan hukum,” ujarnya.

    Baca juga: Anggaran untuk Karhutla Kurang, Gubernur Kalteng Minta Bantuan Rp 110 Miliar Segera Dipakai

    Sementara itu, Herman Deru mengklaim jumlah titik panas atau hotspot yang terpantau di Sumatera Selatan kini tersisa dua titik.

    Meski demikian, pemerintah daerah tetap melanjutkan upaya penanganan karhutla, termasuk melalui Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) sesuai kondisi di lapangan.

    "Hotspot kita tinggal dua. Mudah-mudahan tidak ada menjadi firespot (titik api). Ini sudah sesuai amal perbuatan dan doa. Terima kasih kepada semua pihak, termasuk satgas doa, darat dan udara. Semoga gambut kita tetap terjaga kelembabannya," ujar Herman Deru, usai rapat terbatas bersama Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni di Griya Agung Palembang.

    Baca juga: Karhutla TN Way Kambas Belum Padam, Api Gambut di Resort Cabang Kembali Menyala

    Ia mengatakan pelaksanaan OMC akan disesuaikan dengan situasi dan kondisi yang dihadapi Sumsel. Perkembangan cuaca serta kondisi di lapangan menjadi pertimbangan dalam menentukan kelanjutan operasi tersebut.

    "Untuk pelaksanaan OMC, itu bergantung pada situasi yang dihadapi," katanya.

    Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.

    Lahan Bekas Karhutla Ditanami Sawit, Langsung Disegel Menhut Raja Juli!

    Komentar
    Additional JS