Sosial Media
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Berita Demo Featured Kasus Lintas Peristiwa Spesial

    Massa Aksi di Jalan Imam Bonjol Dibubarkan dengan 5 Tembakan Gas Air Mata - Kompas

    3 min read


    Kompas.com, 28 Oktober 2026, 19:02 WIB
    Asap mengepul usai polisi menembakkan 5 gas air mata untuk memukul mundur massa di Jalan Imam Bonjol, arah Bundaran HI, Jakarta Pusat pada Rabu (28/10/2026).
    Lihat Foto
    h

    JAKARTA, KOMPAS.com - Massa aksi yang mengaku sebagai bagian dari KOMITE SADAR membubarkan diri setelah polisi menembakkan gas air mata di Jalan Imam Bonjol, Jakarta Pusat, Rabu (28/10/2026), sekitar pukul 18.06 WIB.

    Sebelumnya, massa aksi sempat bernegosiasi dengan polisi untuk meminta akses jalan menuju Bundaran HI.

    Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

    Namun, polisi melarang mereka melintas dan memasang barikade menggunakan perisai di perempatan jalan.

    Menjelang malam, massa mulai berusaha memukul mundur barikade polisi. Namun, barisan petugas yang berlindung di balik perisai memberikan perlawanan dengan terus mendorong massa.

    Ogah Tunduk pada Dollar, Gimana Cara Hong Kong Jadikan Yuan Peluru Baru Asia?

    Sekitar pukul 18.06 WIB, terdengar lima kali letusan disertai nyala api di langit.

    Tak lama kemudian, kepulan asap gas air mata membuat massa mundur.

    Mobil pengurai massa (Raisa) juga menyemprotkan air untuk membubarkan massa aksi.

    Tak lama setelah itu, Kapolda Metro Jaya Komjen Pol Dadang Hartanto mendatangi lokasi. Ia meminta jajarannya tetap bersiaga menghadapi situasi tersebut.

    Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

    “Tahan ya, terus tahan,” kata Dadang kepada salah satu petugas yang mengenakan pelindung diri.

    “Teman-teman bertahan ya,” ujar Dadang kepada personel lain yang berjaga di depan Menara The City Tower.

    Saat mendengar massa aksi masih berorasi meski matahari telah terbenam, Dadang sempat berhenti dan mengamati mereka dari seberang jalan.

    Ia tampak berkutat dengan ponselnya sebelum kembali melanjutkan pemantauan situasi di lokasi.

    Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.

    Komentar
    Additional JS