Sosial Media
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Amran Sulaiman Ayam Berita Featured Mentan Spesial Telur

    Mentan Amran Geram Mafia Telur-Ayam Merajalela: Ini Nggak Bener, Pasarnya Tak Sehat! - Viva

    4 min read

     


    Mentan Amran Sulaiman

    Senin, 12 Oktober 2026 - 10:04 WIB

    Jakarta, VIVA – Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman mengaku geram karena maraknya mafia ayam dan telur di Indonesia. Ia menegaskan adanya anomali dalam harga penjualan ayam dan telur.

    Baca Juga

    Hal tersebut diungkapkan Mentan Amran dalam rapat koordinasi pengendalian inflasi daerah tahun 2026 di Kantor Kemendagri, Jakarta Pusat pada Senin, 12 Oktober 2026.

    Mulanya, Mentan Amran melaporkan kepada Mendagri Tito Karnavian terkait adanya ribuan produsen dan konsumen telur-ayam yang melakukan demonstrasi di depan Gedung DPR RI beberapa waktu lalu.

    Baca Juga

    "Kalau stok tidak ada, harga naik. Sekarang lebih anomali benar. Karena yang punya ayam, produsen ayam dan telur itu demo kemarin karena harga turun, hancur," kata Amran.

    "Ribuan orang itu demo di DPR, ini negeri kita kalau begini terus nggak beres pak Mendagri, ini mafia ini nggak boleh dikasih ruang. Jadi yang demo adalah produsen, konsumen juga demo," sambungnya.

    Baca Juga

    Amran menjelaskan sejatinya harga telur dan ayam mengalami inflasi tinggi dari harga yang seharusnya beredar di pasar. Ia menyoroti maraknya mafia telur-ayam yang membuat harga melambung tinggi.

    "Produsen ayam dan telur hari ini berteriak di seluruh Indonesia. Itu harganya Rp20 ribu, telur dengan ayam. Harusnya Rp26 ribu. Tapi di ujung, harganya Rp40 ribu hingga Rp50 ribu. Ini nggak bener, pasarnya tidak sehat," kata Amran.

    Ia menegaskan bahwa pemerintah harus menyikapi mafia telur-ayam dengan serius. Amran meminta kepada Mendagri Tito Karnavian untuk menindaklanjuti dan membuka mafia tersebut kepada publik.

    "Kita harus buka-bukaan pak mendagri, ini sudah ditangkap seratus tapi tidak menyerah. Yang mempermainkan ini adalah orang besar. Jujur kita ini tidak tidur memproduksi, jadi kita terjepit. Pada hari yang sama yang demo konsumen, yang demo produsen kan lucu negeri kita ini," pungkasnya.

    "Inilah bapak Presiden perintahkan harus ditangkap ini, kasih jera. Kapan ini berakhir kegiatan mafia ini," imbuhnya.

    Ilustrasi harga pangan, cabai hingga bawang.

    Harga Cabai Rawit Merah Tembus Rp105 Ribu, Jauh Lebih Mahal dari Telur Ayam dan Beras

    Harga cabai rawit merah mencapai Rp105.300 per kg pada 13 Oktober 2026, jauh di atas telur ayam Rp29.700 dan beras kualitas bawah Rp14.700 per kg. Baca di sini

    img_title

    VIVA.co.id

    13 Oktober 2026

    Komentar
    Additional JS