Sosial Media
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Andrea Bocelli Berita Featured Info9 Kasus Muhammadiyah Spesial

    Muhammadiyah Ikut Tolak Konser Andrea Bocelli di Indonesia - Tempo

    2 min read

    Penyanyi opera, Andrea Bocelli tampil dalam Upacara pembukaan Euro 2020 di Stadio Olimpico, Rome, Italia, 11 Juni 2021. REUTERS/Filippo Monteforte

    KETUA Bidang UMKM, Pemberdayaan Masyarakat, dan Lingkungan Hidup Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Anwar Abbas, menyatakan penolakan terhadap rencana konser penyanyi asal Italia, Andrea Bocelli di Indonesia.

    Ia mengatakan Bocelli memiliki nilai dan prinsip yang bertentangan dengan Indonesia, karena diketahui ikut datang dalam konser dan kegiatan di Israel. "Pemerintah jangan mentolerir dengan alasan seni atau ekonomi, tapi mengabaikan jati diri sebagai bangsa yang anti terhadap hal yang bertentangan dengan perikemanusiaan dan perikeadilan," kata Anwar dalam keterangan tertulis, Rabu, 14 Oktober 2026.

    Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

    Ia mencontohkan pada 2010, Bocelli ditengarai ikut serta dalam kegiatan penggalangan dana guna mendukung militer Israel, Israel Defense Force (IDF). Pada 2022, dia melanjutkan, Bocelli juga diketahui tampil dalam konser di Stadion Bloomfield, Tel Aviv yang dihadiri oleh Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu.

    Bahkan, di 2023 Bocelli pernah mengirimkan warkat dukungan pembebasan sandera Israel. "Dia tidak pernah berkomentar sedikit pun soal buruknya dampak dari agresi Israel di Gaza," ujar Anwar.

    Dengan sejumlah contoh tersebut, Anwar mengingatkan, agar pemerintah tak memberi ruang bagi Bocelli untuk tampil di Indonesia. Ia mengatakan, pemberian izin konser Bocelli di Indonesia bukan hanya akan menyakiti perasaan rakyat Indonesia yang anti terhadap agresi militer Israel di Palestina saja, tapi juga berpotensi merusak citra Presiden Prabowo Subianto.

    "Konstitusi kita sudah tegas, menolak segala bentuk penjajahan karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan. Ini yang dilakukan Israel terhadap Palestina," kata Anwar.

    Bocelli rencananya akan menggelar rangkaian konser di Indonesia pada akhir Oktober dan awal November 2026. Rangkaian tersebut bagian dari perayaan 30 tahun album Romanza, salah satu karya penting dalam perjalanan karier Bocelli.

    Sebelumnya, Majelis Ulama Indonesia juga menyatakan menolak rencana penyelenggaraan konser Andrea Bocelli di Indonesia. Wakil Sekretaris Jenderal MUI Bidang Seni Budaya, Erick Yusuf mengatakan MUI berpegang teguh pada prinsip kemanusiaan dan aturan keagamaan yang ditetapkan.

    MUI, dia menambahkan, juga merujuk pada Fatwa Nomor 83 Tahun 2023 tentang Hukum Dukungan terhadap Perjuangan Palestina. Menurut dia, fatwa ini tegas menyatakan segala bentuk dukungan terhadap Israel, misalnya agresi hukumnya adalah haram.

    "MUI jelas menolak mereka yang pro terhadap kezaliman, penjajahan, dan genosida," kata Erick di Kantor MUI, Selasa, 13 Oktober 2026.

    Sekretaris Kementerian Pariwisata Bayu Aji mengatakan belum ada resmi dari kementerian mengenai penolakan konser Bocelli di Tanah air. "Tetapi, kalau dari MUI sudah menyatakan, tentu kami akan tegak lurus mengikuti apa yang menjadi keputusan MUI," ujarnya.●

    Komentar
    Additional JS