Sosial Media
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Berita Featured Spesial

    Parmono, Penyandang Disabilitas di Boyolali yang Berjuang Cari Kerja demi Cukupi Kebutuhan Hidup - Tribunnews

    6 min read


    Job Fair di Boyolali

    Parmono (43), penyandang disabilitas daksa asal Boyolali, datang ke Job Fair Inklusi 2026 untuk mencari pekerjaan

    Tayang:

    Diperbarui:


    Parmono, Penyandang Disabilitas di Boyolali yang Berjuang Cari Kerja demi Cukupi Kebutuhan Hidup

    Tribun Solo/Tri Widodo

    ‎CARI KERJA: Parmono, salah satu penyandang disabilitas saat mendatangi stand Job fair 2026 di halaman Kantor Dinas Koperasi dan Tenaga kerja, Sabtu (24/10/2026)  

    Ringkasan Berita:
    • Parmono (43), penyandang disabilitas daksa asal Boyolali, datang ke Job Fair Inklusi 2026 untuk mencari pekerjaan demi memenuhi kebutuhan hidup dan membantu ibunya.
    • Setelah mengalami kecelakaan kerja di luar negeri, Parmono perlahan pulih dan bertahan hidup melalui pekerjaan serabutan, seperti juru parkir dan petugas kebersihan.
    • Meski hanya lulusan SMP dan menghadapi keterbatasan fisik, Parmono tetap bersemangat mencari pekerjaan layak. I

    ‎Laporan Wartawan TribunSolo.com, Tri Widodo
    ‎
    ‎TRIBUNSOLO.COM, BOYOLALI - Langkah Parmono (43) terlihat terseok saat menyusuri stand-stand perusahaan dalam Job Fair 2026 di halaman Kantor Dinas Koperasi dan Tenaga Kerja (Dinkopnaker) Boyolali, Sabtu (24/10/2026).
    ‎
    ‎Warga Dukuh Gatak Kulon, Kelurahan Kemiri, Kecamatan Mojosongo itu harus beberapa kali berhenti untuk beristirahat.
    ‎
    ‎Baru satu stand yang didatanginya, Parmono kembali mencari tempat duduk.
    ‎
    ‎Namun, keterbatasan fisik tak menyurutkan niatnya mencari pekerjaan.
    ‎
    ‎Ada harapan besar yang ingin diwujudkannya, yakni mendapatkan pekerjaan layak agar bisa mencukupi kebutuhan sehari-hari dan membantu ibunya.
    ‎
    ‎"Saya mau melamar pekerjaan," kata Parmono saat ditemui di sela Job Fair 2026.
    ‎
    ‎Parmono sebenarnya belum membawa surat lamaran.
    ‎
    ‎Ia memilih datang terlebih dahulu untuk melihat lowongan yang tersedia dan mencari pekerjaan yang sesuai dengan kemampuannya.
    ‎
    ‎‎Selama ini, Parmono belum memiliki pekerjaan tetap.

    Baca juga: INFO Boyolali Job Fair Inklusi 2026 Digelar 23-24 Oktober, Sediakan 1.000 Lebih Lowongan Kerja

    Untuk memenuhi kebutuhan hidup, ia mengandalkan pekerjaan serabutan di kampung.
    ‎
    ‎Ia pernah menjadi juru parkir ketika ada kegiatan di kawasan Alun-alun Boyolali.
    ‎
    ‎Ia juga kerap membantu bagian kebersihan ketika ada acara atau kegiatan tertentu.
    ‎
    ‎"Sebisa saya buat mencukupi kebutuhan saya," katanya.
    ‎
    ‎Ia juga menyadari ada tantangan lain yang harus dihadapinya sebagai penyandang disabilitas daksa.
    ‎
    ‎"Ya pasti agak ada kesulitan. Seperti enggak pede sama yang lebih normal. Tapi secara hati kita sama," ungkapnya.
    ‎
    ‎Parmono menjadi penyandang disabilitas setelah mengalami kecelakaan kerja ketika bekerja di negeri seberang belasan tahun lalu.
    ‎
    ‎Ia sempat mengalami kelumpuhan dan tidak mampu berdiri maupun berjalan.
    ‎
    ‎"Saya dulu lumpuh. Jangankan jalan, berdiri saja enggak bisa," kenangnya.
    ‎
    ‎Setelah menjalani proses pemulihan, pada 2012 kondisinya mulai membaik dan ia perlahan kembali bisa berjalan.
    ‎
    ‎Sejak saat itu, Parmono berusaha bangkit.

    Baca juga: Tekan Pengangguran, Job Fair Boyolali Buka Hampir 2.000 Lowongan

    Ia tidak ingin terus bergantung kepada orang lain dan memilih melakukan pekerjaan apa pun yang masih mampu dikerjakannya, selama halal.
    ‎
    ‎Kini, Parmono tinggal bersama ibunya. Ayahnya telah meninggal dunia.
    ‎
    ‎Ia berharap suatu saat bisa memperoleh pekerjaan yang lebih tetap sehingga kehidupannya menjadi lebih layak.
    ‎
    ‎"Saya mengutamakan saya dulu, nanti bisa gandeng ibu," ujarnya.
    ‎
    ‎Menurut Parmono, keberadaan Job Fair Inklusi memberikan harapan baru bagi penyandang disabilitas seperti dirinya.
    ‎
    ‎Ia mengetahui informasi kegiatan tersebut melalui media sosial dan sengaja datang untuk melihat peluang pekerjaan yang tersedia.
    ‎
    ‎"Bagus sekali, mendukung kita para disabilitas untuk mewujudkan cita-cita dan harapan. Disabilitas juga mampu, bisa disamakan dengan yang normal," katanya.
    ‎
    ‎Ia berharap perhatian pemerintah terhadap penyandang disabilitas semakin besar, terutama dalam membuka akses pekerjaan.
    ‎
    ‎Parmono mengaku hanya memiliki ijazah SMP.
    ‎
    ‎‎Namun, keterbatasan pendidikan dan fisik tidak membuatnya berhenti mencari kesempatan.
    ‎
    ‎Meski tak banyak perusahaan yang bisa menerima, namun dia tetap akan terus berusaha.
    ‎
    ‎" Kemarin sudah masukkan lamaran ke salah satu pabrik. Namun belum ada informasi lanjut. Terus tadi mau masukan lamaran lagi, tapi disarankan mengikuti latihan kerja di BLK karena ijazah saya kan SMP, " imbuhnya.
    ‎
    ‎Baginya mendapatkan pekerjaan sangat penting.
    ‎
    ‎"Yang penting halal dan bisa bekerja," imbuhnya. (*)
    ‎

    Komentar
    Additional JS