Sosial Media
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Berita Featured Karhutla Kebakaran Hutan Kesehatan Lintas Peristiwa Spesial

    Pemerintah Diminta Siagakan Layanan Kesehatan Imbas Meluasnya Asap Karhutla - Kompas

    6 min read


    JAKARTA, KOMPAS.com - Anggota Komisi IX DPR Netty Prasetiyani meminta pemerintah memperkuat pelayanan kesehatan untuk masyarakat yang terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

    Ia menegaskan, kabut asap dari karhutla merupakan ancaman serius bagi kesehatan dan aktivitas masyarakat.

    "Ketika kabut asap semakin pekat dan kualitas udara memburuk, yang paling penting adalah memastikan masyarakat terlindungi. Anak-anak, lansia, ibu hamil, serta warga dengan gangguan pernapasan harus mendapatkan perhatian khusus," ujar Netty dalam keterangannya, Selasa (13/10/2026).

    Baca juga: Menhut Ungkap Strategi Pemadaman Karhutla di TN Sebangau: Hadang Pergerakan Api

    Pelayanan kesehatan untuk masyarakat, kata Netty, harus berjalan beriringan dengan pemadaman karhutla di sejumlah provinsi.

    Asap Karhutla Indonesia Lintasi Batas Negara, Sejauh Mana Penanganannya

    Ia menekankan, pemerintah daerah, dinas kesehatan, dan fasilitas kesehatan perlu meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi kenaikan kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).

    Selain itu, ia juga mendorong sosialisasi terkait informasi kualitas udara dan penggunaan masker selama beraktivitas.

    "Jangan sampai masyarakat hanya mengetahui bahwa udara sedang buruk, tetapi tidak mendapatkan panduan mengenai apa yang harus dilakukan. Informasi harus diikuti dengan layanan kesehatan yang siap, akses pemeriksaan, dan penanganan yang cepat bagi warga terdampak," ujar Netty.

    Baca juga: 200 Sumur Bor untuk Tangani Karhutla di Area Tanjung Puting, Pakar Ingatkan Pentingnya Kajian

    Pelindungan kesehatan masyarakat, kata Netty, harus menjadi bagian yang terintegrasi dalam penanganan karhutla.

    Ia mengatakan bahwa pemerintah jangan hanya berorientasi terhadap pemadaman saja, tetapi juga memprioritaskan keselamatan warga.

    "Negara harus hadir dalam dua hal sekaligus, mengendalikan kebakaran dan melindungi masyarakat dari dampaknya. Keberhasilan penanganan karhutla bukan hanya diukur dari berkurangnya titik api, tetapi juga dari terjaganya kesehatan dan keselamatan warga," ujar Netty.

    Ilustrasi siswa SD menggunakan masker akibat asap karhutla.

    Lihat Foto

    Kualitas Udara Memburuk

    Diketahui, karhutla yang terjadi di sejumlah provinsi menghasilkan kabut asap yang memperburuk kualitas udara.

    Salah satunya berdampak pada kualitas udara di Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah. Berdasarkan data situs pemantau kualitas udara IQAir, indeks kualitas udara (AQI) di Palangka Raya mencapai 396 pada skala Amerika Serikat (AS) pada Rabu (14/10/2026) pukul 04.00 WIB.

    Sementara itu, konsentrasi polutan utama PM2.5 tercatat sebesar 273 mikrogram per meter kubik (µg/m³). Angka tersebut menunjukkan bahwa kualitas udara di Palembang masuk kategori "berbahaya".

    Baca juga: Puan Maharani: Pemerintah Perlu Beri Kepastian untuk Masyarakat Terdampak Karhutla

    Kualitas udara di Balikpapan, Kalimantan Timur, tercatat berada dalam kategori "tidak sehat bagi kelompok sensitif" pada Rabu (14/10/2026) pukul 06.00 Wita.

    Berdasarkan data situs pemantau kualitas udara IQAir, indeks kualitas udara (AQI) di Balikpapan mencapai 123 pada skala Amerika Serikat (AS).

    Sementara itu, indeks kualitas udara (AQI) di Palembang mencapai 688 pada skala Amerika Serikat (AS).

    Baca juga: Prabowo Klaim Karhutla Turun Drastis karena Pemerintah Turun Tangan Besar-besaran

    Konsentrasi polutan PM2.5 tercatat sebesar 420 mikrogram per meter kubik (µg/m³). Angka tersebut menunjukkan bahwa kualitas udara di Palembang masuk kategori "berbahaya".

    Sebagai catatan, kualitas udara dikategorikan baik jika AQI berada pada rentang 0–50, sedang pada rentang 51–100, tidak sehat bagi kelompok sensitif pada rentang 101–150, tidak sehat pada rentang 151–200, sangat tidak sehat pada rentang 201–300, dan berbahaya pada rentang 301–500.

    Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.

    Derita Warga Palangka Raya Dikepung Kabut Asap Karhutla: Kepala Pusing, Mata Perih...

    Komentar
    Additional JS