Sosial Media
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Berita Featured Kasus KM Cahaya Mutiara Spesial

    Polisi Amankan Terduga Pelaku Keributan Maut di KM Cahaya Mutiara - Bsinews

    8 min read

     



    Satria Marpaung

    Author

    Polisi Amankan Terduga Pelaku Keributan Maut di KM Cahaya Mutiara
    Garis polisi pascakeributan di KM Cahaya Mutiara (Foto: Syahdan Alamsyah/detikJabar)

    Smallest Font

    Largest Font

    Bsinews.id, Jakarta, Penanganan kasus keributan maut di kapal penangkap ikan KM Cahaya Mutiara memasuki tahap penyelidikan setelah polisi mengamankan satu orang terduga pelaku. Insiden tersebut menyebabkan dua orang anak buah kapal (ABK) meninggal dunia. Dilansir dari Detikcom, petugas melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di Teluk Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi.

    Tim gabungan Polres Sukabumi mendatangi kapal yang sedang berada di perairan teluk pada Kamis (15/10/2026). Personel yang terlibat terdiri atas Sat Reskrim, Sat Polairud, Dokpol, dan Inafis. Petugas berangkat dari Dermaga 2 PPNP Palabuhanratu menggunakan perahu nelayan untuk mencapai lokasi kapal.

    Setelah tiba di titik labuh, mereka merapat ke KM Cahaya Mutiara, kapal kayu berbadan biru, dengan bantuan awak kapal yang melemparkan tali tambat.

    Begitu naik ke kapal, petugas membawa seorang pria yang diduga terlibat dalam keributan tersebut. Pria berkepala plontos itu terlihat mengenakan kaus abu-abu bertuliskan 'Life Short' dan celana pendek cokelat.

    Kedua tangan pria tersebut diikat ke belakang ketika ia digiring melewati lorong kapal. Sejumlah penyidik berpakaian sipil mengawal pergerakannya selama proses pengamanan berlangsung. Di sisi lain, petugas Unit Inafis bersama Sat Reskrim memasang garis polisi berwarna kuning di area geladak. Pita bertuliskan 'DILARANG MELINTAS POLICE LINE' dipasang untuk membatasi akses ke lokasi yang diperiksa.

    Pembatas tersebut membentang di sepanjang sisi kanan dek kayu dan mengitari bagian tengah kapal yang memiliki struktur kayu berwarna merah. Sejumlah awak kapal terlihat duduk di luar area yang telah disterilkan sambil mengamati kegiatan penyidik. Kasat Reskrim Polres Sukabumi Iptu Dudi Suharyana membenarkan penangkapan seorang terduga pelaku serta pelaksanaan pemeriksaan di lokasi kejadian. Polisi masih mengumpulkan keterangan dari para saksi yang berada di kapal.

    "Benar adanya kejadian tersebut. Dua orang korban dilaporkan meninggal dunia dan saat ini satu orang terduga pelaku sudah berhasil kami amankan. Anggota masih berada di lokasi untuk melakukan olah TKP, sterilisasi area, sekaligus memeriksa saksi-saksi yang mayoritas merupakan ABK KM Cahaya Mutiara," kata Dudi.

    Keributan terjadi di perairan Samudera Hindia

    Berdasarkan keterangan Kasat Polairud Polres Sukabumi AKP Dadi, perkelahian yang melibatkan sesama ABK itu berlangsung di perairan lepas Samudera Hindia pada akhir 30 September lalu. Ketika insiden terjadi, KM Cahaya Mutiara sedang menjalankan aktivitas penangkapan ikan.

    Setelah kejadian tersebut, kapal bergerak menuju perairan Sukabumi. Petugas kemudian menyambut dan melakukan penanganan terhadap kapal itu ketika berada di kawasan Teluk Palabuhanratu. Perbedaan lokasi kejadian dan lokasi penanganan menjadi bagian penting dalam proses penyelidikan.

    Insiden berlangsung di perairan lepas Samudera Hindia, sedangkan pengamanan kapal dan kegiatan pemeriksaan dilakukan di Teluk Palabuhanratu. "Peristiwa keributan ini terjadi di perairan Samudera Hindia, sementara untuk titik penjemputan dan evakuasi berada di perairan Teluk Palabuhanratu. Rencananya jasad kedua korban akan langsung dievakuasi dan dibawa ke RSUD Palabuhanratu," jelas Dadi.

    Penanganan perkara dikoordinasikan dengan Polda Jabar

    Selain melakukan olah TKP dan meminta keterangan saksi, kepolisian menyiapkan proses evakuasi terhadap kedua korban meninggal dunia. Berdasarkan keterangan AKP Dadi, jasad korban direncanakan dibawa ke RSUD Palabuhanratu.

    Polres Sukabumi juga berkoordinasi dengan kepolisian daerah untuk menentukan penanganan lanjutan. Langkah tersebut berkaitan dengan lokasi tindak pidana yang berada di wilayah perairan lepas samudera.

    "Untuk penanganan TKP, kami akan berkoordinasi lebih lanjut dengan Krimum Polda Jabar," pungkas Dadi.

    Editors Team

    Daisy Floren

    Daisy Floren

    • Like

      0

      Like

    • Dislike

      0

      Dislike

    • Funny

      0

      Funny

    • Angry

      0

      Angry

    • Sad

      0

      Sad

    • Wow

      0

      W

    Komentar
    Additional JS