Sosial Media
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Berita Bundaran HI Featured Greenpeace Spesial

    Polisi Turunkan Spanduk Greenpeace di Bundaran HI, 6 Aktivis Sempat Bertahan di Atas Monumen - Kompas

    5 min read



    JAKARTA, KOMPAS.com - Polisi menurunkan spanduk protes yang dibentangkan aktivis Greenpeace di atas Monumen Patung Selamat Datang, Bundaran HI, Jakarta Pusat. pada Selasa (20/10/2026).

    Mulanya, spanduk berisi protes atas penanganan bencana dan krisis iklim tersebut dibentangkan sejak pagi sekitar pukul 06.30 WIB.

    Salah satu spanduk berlatar kuning bertuliskan, "Bencana Makin Parah, Hidup Makin Susah, Apa Kerja Pemerintah?"

    Baca juga: Jadi Tersangka, Polisi yang Tembak Mati Seniornya di Tangsel Kini Jalani Proses Etik

    Sementara itu, spanduk raksasa lainnya bertuliskan, "Tangani Krisis Iklim, Turunkan Biaya Hidup".

    Perang Hari ke-233: Menhan Baru Iran Tantang AS, Trump Nyatakan Dukungan Netanyahu di Pemilu

    Kemudian, sekitar pukul 09.30 WIB polisi mencoba naik menggunakan tali sling dan berhasil memanjat setengah tiang monumen.

    Polisi itu kemudian menggoyang-goyangkan spanduk, hingga akhirnya dilepaskan oleh para aktivis di atas patung.

    Namun, meski spanduk tersebut telah diturunkan, enam orang pemanjat dari Greenpeace Indonesia masih terus bertahan di atas monumen hingga siang hari.

    Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol Reynold E.P Hutagalung beberapa kali mengimbau agar para aktivis itu segera turun.

    "Rekan-rekan, tolong segera turun, perhatikan keselamatan, utamakan keselamatan," ucap Reynold menggunakan pengeras suara.

    Momen aktivis Greenpeace Indonesia yang membentangkan spanduk protes terkait bencana dan krisis iklim turun dari atas Monumen Selamat Datang Bundaran HI, Jakarta Pusat, Selasa (20/10/2026)

    Lihat Foto

    Sekitar pukul 10.30 WIB, para aktivis Greenpeace mulai membentangkan tali sling yang dikaitkan ke mobil pemadam kebakaran di sisi jalan.

    Baca juga: Greenpeace Bentangkan Spanduk Protes soal Bencana di Monumen Selamat Datang Bundaran HI

    Mereka kemudian turun secara bergiliran menggunakan tali sling tersebut sambil menggenggam spanduk berbentuk bulat.

    Setibanya di bawah, para aktivis langsung diberi handuk dan dimasukkan ke mobil ambulans polisi untuk dibawa ke Mapolda Metro Jaya.

    Salah satu aktivis meneriakkan tuntutan agar pemerintah segera mendengarkan aspirasi masyarakat serta menangani bencana dan kebakaran hutan secara serius.

    "Krisis iklim menyengsarakan masyarakat. Akses hidup dan hunian yang layak bagi masyarakat saat ini sangat sulit dijangkau," seru aktivis tersebut sambil dibawa ke dalam mobil ambulans.

    Hingga pukul 11.20 WIB, empat aktivis telah berhasil turun, sedangkan dua lainnya masih berada di atas monumen dan dalam proses evakuasi.

    Sementara itu, Juru Kampanye Keadilan Iklim Greenpeace Indonesia Jeanny Sirait mengatakan, aksi tersebut digelar dalam rangka memperingati dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

    “Greenpeace Indonesia terus menggaungkan suara masyarakat, mendesak Pemerintahan Prabowo-Gibran untuk membuka mata terhadap krisis iklim yang makin memperburuk kualitas hidup masyarakat. Dampaknya paling berat dirasakan oleh kelompok pekerja yang hidup dalam kerentanan ekonomi," kata Jeanny dalam siaran persnya, Selasa.

    Jeanny juga menyoroti kasus kebakaran hutan yang hingga saat ini masih membuat udara di sejumlah daerah di Kalimantan berbahaya bagi para warga.

    Baca juga: 9.505 Personel Gabungan Amankan Demo di Jakarta Hari Ini

    "Kabut asap berkepanjangan adalah salah satu contoh nyata bagaimana krisis ekologis membebani kehidupan masyarakat, mulai dari gangguan kesehatan hingga aktivitas ekonomi sehari-hari," tuturnya.

    Sebelumnya diberitakan, aktivis Greenpeace Indonesia sempat membentangkan spanduk protes di atas Patung Selamat Datang, Bundaran Hotel Indonesia (HI), Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (20/10/2026) pagi.

    Aksi pembentangan spanduk tersebut dilakukan dari atas patung hingga ke area bawah sebagai bentuk protes terhadap penanganan bencana alam dan kebakaran hutan yang tak kunjung padam.

    Selain itu, mereka memprotes kebijakan pemerintah yang dinilai tidak serius menangani krisis iklim sehingga semakin mempersulit kehidupan masyarakat.

    Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.

    Greenpeace Bentangkan Spanduk Protes di Monumen Bundaran HI, Turun Pakai Kabel Sling

    Komentar
    Additional JS