Sosial Media
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Berita Featured Karhutla Kebakaran Hutan Kemenhut Spesial

    Relawan Pemadaman Karhutla di Tanjung Puting Mundur karena Tak Didukung, Begini Respons Kemenhut - Viva

    4 min read


    Ilustrasi Karhutla

    Jakarta, VIVA – Kementerian Kehutanan (Kemenhut) mengintensifkan pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Taman Nasional Tanjung Puting, Kalimantan Tengah dengan memastikan helikopter pemadam dikirim, namun terhambat kabut asap yang membatasi jarak pandang.

    Baca Juga

    Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Kerja Sama Luar Negeri Kemenhut Ristianto Pribadi mengapresiasi seluruh petugas, relawan, masyarakat, serta para pihak yang terus bekerja keras menangani kebakaran hutan di Taman Nasional Tanjung Puting.

    "Kami memahami beratnya kondisi yang dihadapi tim di lapangan, terutama karena luasnya wilayah terdampak, sulitnya akses menuju titik api, serta karakteristik lahan gambut yang menyebabkan kebakaran sulit dipadamkan," ujarnya.

    Baca Juga

    Terkait dengan dukungan pemadaman melalui udara atau water bombing, Balai Taman Nasional Tanjung Puting Kemenhut telah mengajukan permohonan secara resmi sejak 9 September 2026 kepada BPBD Provinsi Kalimantan Tengah.

    Dukungan tersebut telah ditindaklanjuti melalui pelaksanaan operasi water bombing pada 20-22 September 2026. Namun, karena kebakaran belum sepenuhnya terkendali, pihak taman nasional kembali menyampaikan permohonan pada 2 Oktober 2026 untuk wilayah Kabupaten Kotawaringin Barat dan Seruyan. Selain itu, surat susulan pada 9 Oktober 2026 untuk penambahan sasaran di wilayah Pos Tanjung Harapan, Resor Pesalat.

    Baca Juga

    Dalam pelaksanaan pemadaman udara, salah satu kendala dihadapi yakni tebalnya kabut asap yang menyebabkan keterbatasan jarak pandang.

    Kondisi tersebut, katanya, perlu menjadi pertimbangan dalam pelaksanaan operasi helikopter demi keselamatan penerbangan.

    "Koordinasi dengan instansi terkait terus dilakukan agar dukungan pemadaman udara dapat dilaksanakan sesuai kondisi operasional yang memungkinkan," kata Ristianto.

    Kemenhut menyatakan sudah mengerahkan personel Bantuan Kendali Operasi (BKO) dari unit pelaksana teknis (UPT) lingkup Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE), penambahan dukungan anggaran, pengadaan sarana dan prasarana pemadaman untuk mendukung kebutuhan operasional di lapangan serta pemantauan intensif dan evaluasi upaya pengendalian.

    Pemadaman di Tanjung Puting dilakukan dengan kolaborasi berbagai pihak, mulai dari instansi pemerintah, TNI/Polri, pemerintah daerah, masyarakat, sektor swasta, lembaga swadaya masyarakat, hingga pelaku wisata di sekitar kawasan.

    "Kami menyadari bahwa penanganan kebakaran hutan pada ekosistem gambut membutuhkan upaya yang berkelanjutan dan dukungan berbagai pihak. Kementerian Kehutanan terus berupaya memperkuat penanganan, dengan prioritas pada keselamatan personel, pengendalian kebakaran, serta perlindungan kawasan konservasi dan habitat satwa liar, khususnya orang utan di Taman Nasional Tanjung Puting," katanya.

    Sebelumnya, relawan dari Yayasan Orangutan Hijau Kalimantan (YOHK) dan Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) yang bertugas di Kotawaringin Barat menyampaikan keputusan mundur dari kegiatan pemadaman di wilayah Taman Nasional Tanjung Puting.

    Dalam pernyataan di media sosial perwakilan dari para relawan tersebut mengaku memutuskan menarik diri karena merasa upaya mereka untuk melakukan pemadaman karhutla tidak didukung secara maksimal. Sementara itu, mereka sudah mengerahkan kemampuan dalam pemadaman. (Ant)

    Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni

    Menhut Raja Juli: Masih Ada Satu Bulan Siaga Karhutla

    Menhut Raja Juli Antoni mengingatkan masih ada waktu sekitar satu bulan ke depan di mana semua pihak harus siaga karhutla seiring belum turunnya hujan alami

    img_title

    VIVA.co.id

    12 Oktober 2026

    Komentar
    Additional JS