Sosial Media
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Berita Featured Spesial Tekno

    Sinyal Radio Muncul dari Planet Luar Tata Surya, Milik Siapa? - Kompas

    5 min read

     

    KOMPAS.com - Tim astronom internasional berhasil mendeteksi emisi gelombang radio secara langsung dari sebuah eksoplanet di luar tata surya untuk pertama kalinya. 

    Penemuan bersejarah ini melacak semburan radio berulang dari eksoplanet raksasa gas bernama Beta Pictoris b, yang berjarak sekitar 63 tahun cahaya dari Bumi. 

    Meski sinyal radio kerap dikaitkan dengan pencarian kehidupan alien, para peneliti menegaskan bahwa emisi tersebut murni dipicu oleh fenomena alamiah berupa aurora akibat keberadaan medan magnet yang sangat masif.

    Baca juga: China Salip AS di Mars, Bakal Rampungkan Pemetaan Planet Merah pada 2028

    "Saya tahu sinyal radio sering dikaitkan dengan pencarian kecerdasan ekstraterestrial, tetapi penemuan ini adalah sesuatu yang sangat berbeda," terang Profesor Astronomi Universitas Harvard, Edo Berger, dikutip dari CNN, Jumat (2/10/2026).

    Energi Surya Indonesia Tumbuh Pesat, Jerman Bidik Peluang

    "Untuk menghasilkan gelombang radio dengan frekuensi setinggi ini, Anda membutuhkan medan magnet yang sangat kuat," sambungnya.

    Eksoplanet Beta Pictoris b merupakan raksasa gas berukuran 12 kali massa Jupiter yang mengorbit sebuah bintang muda berukuran 1,75 kali lebih besar dari Matahari.

    Studi yang diunggah di platform pracetak ArXiv ini menjelaskan, pancaran gelombang radio terjadi ketika partikel bermuatan listrik berinteraksi dengan medan magnet planet dan menciptakan pendaran aurora di kutubnya.

    Baca juga: Astronom Tercengang, Temukan 2 Planet Sebesar Jupiter Seringan Permen Kapas

    Medan magnet 200 kali kekuatan Jupiter

    Analisis tim peneliti dari Center for Astrophysics dan Harvard & Smithsonian mengindikasikan, medan magnet Beta Pictoris b memiliki kekuatan setidaknya 200 kali lebih dahsyat dibandingkan medan magnet Jupiter.

    Diketahui, medan magnet Jupiter merupakan struktur magnetosfer terbesar yang pernah diketahui di Tata Surya. 

    Medan magnet kuat ini berfungsi sebagai perisai alami yang melindungi atmosfer planet dari gerusan angin bintang dan radiasi plasma berenergi tinggi.

    Proses terjadinya emisi radio aurora ini serupa dengan fenomena yang sebelumnya pernah diamati pada planet Jupiter, Saturnus, serta objek kerdil cokelat (brown dwarf).

    Baca juga: Bos NASA Usulkan Pluto Kembali Dihitung sebagai Planet

    Saat partikel berenergi meluncur dan melingkar di sepanjang garis medan magnet planet, interaksi tersebut tak hanya memancarkan cahaya aurora, tetapi juga sinyal radio yang dapat ditangkap oleh teleskop Bumi.

    "Emisi radio aurora ini sangat penting karena memungkinkan kita memahami bagaimana suatu objek ekstrasolar berinteraksi dengan lingkungan antariksa lokalnya, sekaligus menguji teori tata surya kita dalam kondisi yang jauh lebih ekstrem," tulis Profesor Aurora Planet Universitas Leicester, Jonathan Nichols.

    Sistem Beta Pictoris secara astronomis sangat muda, berusia sekitar 23 juta tahun dibandingkan dengan usia tata surya kita sendiri yang berusia 4,5 miliar tahun.

    Beta Pictoris b, sebuah planet yang berpotensi menjadi sumber sinyal radio, ditemukan pada 2008. Dua planet tambahan, Beta Pictoris c dan Beta Pictoris d, ditemukan masing-masing pada tahun 2019 dan 2026.

    Baca juga: Geger, Planet Mars Terbukti Pernah Layak Huni

    Sistem planet ini termasuk yang paling banyak dipelajari di galaksi kita. Bintangnya diketahui memiliki 30 komet yang mengorbit serta cakram raksasa berisi debu dan puing-puing, yang difoto secara detail oleh Teleskop Luar Angkasa Hubble NASA pada tahun 2015.

    Beberapa puing yang berputar di dalam cakram yang berputar tersebut merupakan sisa dari pembentukan planet.

    Meskipun penemuan ini disambut hangat oleh komunitas ilmiah, sejumlah ilmuwan independen mendesak agar hasil pengamatan diproses secara hati-hati sembari menunggu penyelesaian tinjauan. 

    Baca juga: Hari Ini TNI Gelar Upacara HUT ke-81, Prabowo Akan Resmikan Satuan Baru

    Jika terkonfirmasi penuh, temuan ini membuktikan bahwa eksoplanet sanggup membentuk medan magnet jauh melebihi kalkulasi teoritis sebelumnya.

    Tim peneliti pimpinan Edo Berger kini mengajukan alokasi waktu observasi teleskop tambahan guna mengidentifikasi penyebab utama di balik dahsyatnya kekuatan magnetik Beta Pictoris b serta implikasinya terhadap evolusi atmosfer eksoplanet.

    Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.

    Komentar
    Additional JS