Temuan BPK, Semen Indonesia Rugi Rp643,95 Miliar Gegara Akuisisi Semen Vietnam - RMOL Jabar

Langkah PT Semen Indonesia (Persero) Tbk mengakuisisi perusahaan produsen semen asal Vietnam, Thang Long Cement Company (TLCC), menuai sorotan tajam dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Ekspansi korporasi ini dinilai bermasalah dan mengakibatkan kerugian perusahaan mencapai Rp643,95 miliar.
Temuan tersebut terungkap dalam Ikhtisar Hasil Pemeriksaan Semester (IHPS) I Tahun 2026 BPK, yang membedah kinerja Semen Indonesia beserta subholding dan anak perusahaannya selama rentang waktu 2020 hingga 2024.
"Akuisisi perusahaan produsen semen yang berpusat di Vietnam, Thang Long Cement Company (TLCC) diragukan kewajaran nilainya, tidak memberikan hasil yang optimal, serta menimbulkan kerugian perusahaan sebesar 1,53 triliun dong Vietnam atau ekuivalen Rp643,95 miliar," ungkap laporan BPK seperti dilansir Kantor Berita Politik RMOL, Selasa, 13 Oktober 2026.
Berdasarkan hasil audit, BPK menemukan sederet anomali. Nilai transaksi yang disepakati ternyata lebih tinggi 1,53 triliun dong Vietnam dibandingkan nilai buku TLCC. Ironisnya, manuver akuisisi ini dieksekusi justru saat TLCC sedang merugi dan kondisi keuangannya berdarah-darah (distress).
Lebih jauh, BPK mencatat, akuisisi dilakukan ketika kondisi pasar Vietnam tengah mengalami kelebihan pasokan semen (oversupply). Keputusan ini juga dituding abai terhadap potensi risiko penutupan perusahaan akibat regulasi lingkungan di negara tersebut.
Persoalan ini kian kentara setelah Semen Indonesia melakukan penghapusbukuan (write-off) 100 persen atas selisih nilai akuisisi dengan nilai buku pada 2018 lalu. Kondisi ini menjadi indikasi kuat bahwa sejak awal, harga beli TLCC dipatok terlampau mahal.
Akibatnya, ambisi Semen Indonesia untuk melakukan ekspansi regional di Asia Tenggara kandas. Target periode pengembalian investasi (payback period) yang dipatok selesai pada 2020 pun meleset. BPK bahkan secara terbuka meragukan keberlangsungan usaha (going-concern) TLCC sebagai entitas bisnis ke depannya.
Atas temuan krusial ini, BPK mendesak Dewan Komisaris Semen Indonesia untuk segera melaporkan kronologi lengkap dan benang kusut akuisisi TLCC serta Holcim Indonesia kepada Pemegang Saham Seri A.
Dewan Komisaris juga diminta mengawasi ketat langkah direksi dalam menyelamatkan kondisi keuangan TLCC, sekaligus membentuk tim investigasi khusus guna mengusut keabsahan dan kepatuhan hukum dari keputusan akuisisi tersebut.
Sementara itu, jajaran Direksi PT Semen Indonesia direkomendasikan untuk segera meramu langkah-langkah penyelamatan keuangan TLCC dan melaporkannya kepada Dewan Komisaris. 
