UI Pimpin Riset Gizi untuk Mencegah Penularan TBC -
Universitas Indonesia lewat studi PHOTON memimpin uji klinis internasional terhadap 78.400 peserta di Indonesia dan Tanzania untuk meneliti hubungan antara status gizi dan risiko TBC.
DEPOK – Universitas Indonesia (UI) memimpin penelitian internasional untuk menguji potensi intervensi gizi dalam mencegah tuberkulosis (TBC) pada orang yang tinggal serumah dengan pasien. Riset ini diharapkan menghasilkan bukti ilmiah untuk mendukung pengembangan strategi pencegahan TBC di Indonesia maupun tingkat global.
Penelitian bertajuk "Prevention of Household Tuberculosis with Optimal Nutrition" (PHOTON) tersebut diluncurkan secara resmi oleh Kementerian Kesehatan RI. Studi ini berangkat dari kebutuhan akan bukti ilmiah yang lebih kuat mengenai hubungan antara status gizi dan risiko TBC.
Wakil Rektor UI Bidang Riset, Inovasi, Mahasiswa, dan Alumni UI, Hamdi Muluk mengatakan perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam menghasilkan penelitian untuk menjawab persoalan kesehatan yang kompleks.
"Ini adalah studi dalam skala besar yang pertama kali dilakukan, sehingga menjadi capaian yang sangat bagus untuk Indonesia. Tentu kami bangga dapat memberikan evidence yang kuat melalui pendekatan ilmiah untuk mendukung pengambilan kebijakan," ujar Hamdi di kampus UI, Depok, Senin (26/10), dikutip dari Antara.
Indonesia masih menghadapi beban TBC yang tinggi, dengan lebih dari satu juta kasus baru setiap tahun. Dalam kondisi tersebut, penelitian mengenai pendekatan pencegahan melalui intervensi gizi diharapkan dapat memperkuat upaya perlindungan bagi kelompok rentan.
Direktur Center for Global Resilience in Health and Nutrition (C-GRHEN) sekaligus peneliti utama PHOTON Indonesia, Rina Agustina, menjelaskan intervensi gizi berpotensi menjadi strategi pelengkap untuk melindungi kelompok rentan dan mendukung percepatan eliminasi TBC.
Baca juga: Fakta Di Balik Klaim Herbal Untuk Sembuhkan TBC
PHOTON merupakan uji klinis berskala besar yang melibatkan 78.400 peserta di Indonesia dan Tanzania. Lebih dari 42.000 peserta di antaranya berasal dari Indonesia.
Di Indonesia, UI melalui C-GRHEN memimpin pelaksanaan penelitian bersama Summit Institute for Development (SID), Siklus Indonesia, dan University of Oxford. Sementara itu, penelitian di Tanzania dipimpin oleh National Institute for Medical Research (NIMR).
Studi ini didukung pendanaan dari Gates Foundation, Wellcome Trust, dan Novo Nordisk Foundation. Kolaborasi tersebut mempertemukan pemerintah, institusi akademik, serta mitra penelitian nasional dan internasional dalam upaya memperkuat bukti ilmiah untuk pencegahan TBC.
Baca juga: BRIN: Penemuan Kasus Jadi Tantangan Penanganan TBC
Rina mengatakan keterlibatan Indonesia dalam PHOTON tidak hanya terbatas sebagai lokasi penelitian, tetapi juga mencakup kepemimpinan ilmiah dalam penyusunan pertanyaan penelitian, protokol, perancangan, hingga pelaksanaan studi bersama mitra nasional dan internasional.
Hasil penelitian ini diharapkan dapat memperkaya bukti ilmiah mengenai peran gizi dalam pencegahan TBC dan menjadi bahan pertimbangan dalam pengembangan kebijakan kesehatan berbasis riset.
