Sosial Media
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home BCA Berita Bisnis Featured Keuangan MSCI Spesial

    Wacana MSCI Tekan IHSG, Investor Asing Asyik Borong Saham BBCA-ASII - Bisnis com

    5 min read


    Jurnalis mengamati pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dari layar gawai di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (16/10/2026). IHSG dibuka turun 8,01% ke level 5.393,92, memicu trading halt dengan 595 saham melemah dan kapitalisasi pasar BEI tercatat Rp9.538,22 triliun. Bisnis/Robby Fathan

    Bisnis.com, JAKARTA — Investor asing mencatatkan aksi beli di saham big caps BBCA-ASII meskipun IHSG tertekan akibat pengumuman MSCI yang mengumumkan konsultasi atas proposal reklasifikasi Indonesia dari kategori Emerging Market menjadi Standalone Market.

    Investor asing mencatatkan net buy senilai Rp179,51 miliar pada sejumlah saham selama perdagangan pekan 12–16 Oktober 2026.

    Berdasarkan data RTI, saham PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) memimpin daftar saham dengan net buy asing terbesar, mencapai Rp473,3 miliar. Posisi berikutnya ditempati PT Astra International Tbk. (ASII) dengan net buy Rp134,4 miliar.

    Investor asing juga membukukan net buy pada saham PT Chandra Asri Pacific Tbk. (TPIA) sebesar Rp82,5 miliar dan PT Timah Tbk. (TINS) sebesar Rp80,8 miliar.

    Selanjutnya, saham PT Energi Mega Persada Tbk. (ENRG) mencatatkan net buy asing Rp69,6 miliar, diikuti PT Bumi Resources Minerals Tbk. (BRMS) sebesar Rp69,5 miliar.

    Saham PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk. (VKTR) juga masuk dalam daftar dengan net buy asing Rp52,7 miliar. Adapun saham PT Medco Energi Internasional Tbk. (MEDC) mencatatkan net buy Rp48,5 miliar.

    Dua saham lainnya yang masuk daftar adalah PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk. (CUAN) dengan net buy Rp46,5 miliar dan PT Aspirasi Hidup Indonesia Tbk. (ACES) sebesar Rp36,1 miliar.

    10 Saham Net Buy Asing Terbesar Sepekan, 12–16 Oktober 2026

    1. BBCA — Rp473,3 miliar

    2. ASII — Rp134,4 miliar

    3. TPIA — Rp82,5 miliar

    4. TINS — Rp80,8 miliar

    5. ENRG — Rp69,6 miliar

    6. BRMS — Rp69,5 miliar

    7. VKTR — Rp52,7 miliar

    8. MEDC — Rp48,5 miliar

    9. CUAN — Rp46,5 miliar

    10. ACES — Rp36,1 miliar

    IHSG Anjlok

    Di tengah aksi beli pada sejumlah saham tersebut, tekanan di pasar saham domestik masih membayangi perdagangan sepanjang pekan lalu.

    BEI mencatat IHSG turun 14,91% ke level 5.185,105 pada penutupan perdagangan Jumat (16/10/2026), dari posisi 6.093,759 pada pekan sebelumnya.

    Penurunan tajam tersebut juga diikuti penyusutan kapitalisasi pasar BEI sebesar 14,43% menjadi Rp9.157 triliun, dari sebelumnya Rp10.701 triliun.

    Pada Jumat (16/10/2026), BEI bahkan menghentikan sementara perdagangan atau trading halt pada pukul 08.58 WIB setelah IHSG mengalami penurunan hingga 8%.

    Dari sisi aktivitas transaksi, rata-rata volume perdagangan harian turun 5,22% menjadi 44,102 miliar saham. Sementara itu, rata-rata nilai transaksi harian relatif stabil dengan penurunan 0,07% menjadi Rp16,21 triliun.

    Sebaliknya, rata-rata frekuensi transaksi harian meningkat 2,46% menjadi 1,72 juta kali transaksi, dari 1,67 juta kali transaksi pada pekan sebelumnya.

    Meski terdapat aksi beli bersih pada sejumlah saham, investor asing secara keseluruhan mencatatkan nilai jual bersih Rp3,34 triliun pada Jumat (16/10/2026). Sepanjang 2026, nilai jual bersih investor asing di pasar saham Indonesia telah mencapai Rp88,19 triliun.

    Tekanan pasar tersebut berlangsung di tengah perhatian investor terhadap pengumuman Morgan Stanley Capital International (MSCI) pada 15 Oktober 2026 mengenai periode konsultasi atas proposal reklasifikasi Indonesia dari kategori Emerging Market menjadi Standalone Market.

    BEI menyatakan akan meminta klarifikasi lebih lanjut kepada MSCI terkait dasar pertimbangan pengumuman tersebut dengan mempertimbangkan berbagai langkah reformasi yang telah dilakukan di pasar modal Indonesia.

    Bursa menegaskan bahwa pengumuman tersebut masih dalam tahap konsultasi hingga 30 April 2027 dan belum menjadi keputusan final. BEI bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan pemangku kepentingan lainnya juga terus memperkuat koordinasi untuk menjaga integritas pasar modal serta kepercayaan investor domestik dan global.

    ______

    Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.

    Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

    Komentar
    Additional JS