Warga Tinggal di Kontrakan Tercatat Punya Aset Rp 1 Miliar, Mensos Minta Ajukan Sanggah - Kompas
JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf meminta masyarakat melakukan sanggah apabila mengetahui terdapat kesalahan terkait data mereka di Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).
Hal ini disampaikan Gus Ipul, sapan akrabnya, menanggapi kabar seorang pedagang minuman keliling bernama Eva (51) yang tinggal di kontrakan, tercatat memiliki aset Rp 1 miliar.
"Jadi sekarang DTSEN ditambah dengan digitalisasi bansos, setiap saat bisa dimutakhirkan dan boleh untuk disanggah. Kalau ada data-data yang dirasa salah, silakan disanggah," kata Saifullah di Kantor Kemenko Pemberdayaan Masyarakat, Jakarta Pusat, Kamis (14/10/2026).
Baca juga: Hidup di Kontrakan Rp 20.000 Sehari, Eva di Tanah Abang Malah Tercatat Punya Aset Rp 1 Miliar
Ia menyampaikan, cara mengajukan sanggah bisa dilakukan lewat laman resmi BPS, aplikasi Cek Bansos Kemensos, call center, maupun portal Perlinsos.
Kisah Eva Warga Tanah Abang, Ngontrak Rp 20.000 Sehari tapi Malah Tercatat Punya Aset Rp 1 Miliar
Gus Ipul pun mengakui masih banyak ditemukan data masyarakat tidak sesuai di DTSEN karena KTP penerima bansos dimanfaatkan oleh orang lain untuk membeli aset.
"Contohnya banyak ternyata KTP keluarga penerima manfaat dimanfaatkan orang lain untuk membeli aset, seperti membeli rumah, membeli tanah, membuat perusahaan, membeli mobil, itu banyak yang seperti itu," ujar dia.
Baca juga: Bingung Banget, Kalau Punya Aset Rp 1 Miliar Saya Enggak Tinggal di Kontrakan Ini
Sebelumnya diberitakan, Eva (51), pedagang minuman keliling di kawasan Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat tercatat memiliki aset senilai Rp 1 miliar dan masuk ke dalam kategori Desil 5.
Padahal, sehari-hari Eva hanya tinggal di sebuah kontrakan selebar 3x3 meter seharga Rp 20.000 per hari di kawasan padat penduduk RW 04 Kampung Bali, Jakarta Pusat.
"Kemarin ngecek itu katanya saya masuknya Desil 5, orang kaya gitu katanya, punya aset Rp 1 miliar malahan. Bingung banget saya, kalau punya duit segitu mah saya enggak di sini," ungkap Eva saat ditemui Kompas.com di kontrakannya, Senin (12/10/2026).
Akibatnya, keluarga Eva tak pernah mendapatkan bantuan sosial (bansos) sepeser pun, meski memiliki KTP DKI Jakarta.
Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.
Batas akses KARIN
Kamu sudah mencapai batas akses KARIN.
Gabung membership Kompas.com+ MAX untuk bertanya lebih banyak dan memahami berita dengan lebih leluasa.
Khusus Member
Akses Tanya Langsung Tersedia untuk Member
Gabung membership Kompas.com+ MAX untuk bertanya lebih banyak dan memahami berita dengan lebih leluasa.
Kontrakan Rp 20.000 Sehari, Eva Masuk Desil 5 dan Disebut Punya Aset Rp 1 Miliar
