Sosial Media
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Berita Bisnis Featured Koperasi Merah Putih Magelang Spesial

    Koperasi Merah Putih di Magelang Sepi Pembeli, Omzet Cuma Rp 200.000 per Hari - Kompas

    5 min read

     

    MAGELANG, KOMPAS.com - Koperasi Merah Putih Desa Tanjung di Kecamatan Muntilan, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, kesulitan untuk menjaring pembeli.

    Bahkan, sejak beroperasi pada 11 Juni 2026, koperasi yang menjajakan produk rumah tangga itu hanya berhasil mendapat omzet tertinggi Rp 1 juta per hari.

    "Memang kami belum gencar untuk promo," kata Manajer Koperasi Merah Putih Desa Tanjung, Jamilatul Makrifah pada Kamis (15/10/2026).

    Rifa, sapaan Makrifah, bertugas sebagai manajer baru pada 1 Oktober lalu. Selama dua pekan dia bekerja, perolehan omzet harian paling tinggi cuma sebesar Rp 500 ribu.

    Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Dibayar APBN Via PT Agrinas Pangan, Ini Besarannya!

    "Omzet masih fluktuatif. Masih di Rp 200 ribuan per hari sejak saya masuk," ungkapnya.

    Baca juga: Wamendagri Bima Arya Luruskan soal Gaji ASN lewat Koperasi Merah Putih: Itu Salah Satu Opsi Saja

    Menurut dia, produk yang paling laku di koperasinya elpiji 3 kilogram dan Minyakita. Rifa bilang stok elpiji hanya bertahan maksimal dua hari. Padahal, Koperasi Merah Putih Desa Tanjung hanya mendapat jatah 25 tabung per bulan.

    "Selain sembako, lumayan susah (laku). Produknya juga tidak sebanyak retail modern. Tapi, tidak menutup kemungkinan akan selengkap retail modern," bebernya.

    Tanggapan Wamenkop Farida Farichah 

    Menanggapi kondisi transaksi Koperasi Merah Putih Desa Tanjung, Wakil Menteri Koperasi Farida Farichah mengatakan Kementerian Koperasi tidak menetapkan target omzet bagi koperasi desa/kelurahan merah putih.

    Baca juga: Presiden Prabowo Rogoh Kocek Pribadi Rp 2,5 M untuk Baksos Skala Besar di Banyumas

    Namun, Kemenkop tetap menuntut adanya pertumbuhan pendapatan secara bertahap.

    "Karena masih tahap awal, kami tidak menarget (omzet secara) pasti. Tapi, kami memastikan setiap hari, setiap bulan ada partumbuhan," jelasnya.

    Dalam kesempatan tersebut, Farida mengaku mengunjungi enam koperasi merah putih di Kabupaten Magelang. Di sejumlah koperasi, dia bilang, ada perolehan omzet mencapai Rp 1 juta per hari. Ia tak menyebut lokasi koperasi itu berikut bidang usaha yang dijalankan.

    Baca juga: Omzet Kopdes Tak Ditarget, Wamenkop Minta Manajer Promosi ke PKK hingga Komunitas Senam

    Strategi Promosi Koperasi lewat Komunitas Warga

    Menurut Farida, setiap koperasi merah putih memiliki potensi unggulannya masing-masing. Yang menjadi tugas manajer koperasi, lanjut dia, ialah mempromosikan keberadaan koperasi kepada warga desa atau kelurahan setempat.

    Promosi bisa dilakukan dengan menggandeng kelompok seperti pemberdayaan kesejahteraan keluarga (PKK) dan kelompok pengajian.

    "Ada juga komunitas senam, itu menjadi tempat yang efektif untuk mensosialisasikan koperasi desa merah putih kepada masyarakat," cetus Farida.

    Baca juga: Warga Tinggal di Kontrakan Tercatat Punya Aset Rp 1 Miliar, Mensos Minta Ajukan Sanggah

    Politikus Partai Kebangkitan Bangsa itu menyatakan barang-barang di koperasi merah putih akan terus ditambah dengan mempertimbangkan permintaan masyarakat.

    "Kami terus memantau agar ini (koperasi merah putih) tidak hanya beroperasi ketika dipantau dan dikunjungi," klaimnya.

    Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.

    Terungkap! Gaji Manajer Koperasi Merah Putih, Ini Besaran dan Kontrak Kerjanya

    Komentar
    Additional JS