Hidup Pas-pasan di Gang Sempit Malah Ditagih Pajak McLaren Rp 137 Juta - Kompas
TANGERANG, KOMPAS.com - Yudariansyah, seorang mekanik bengkel di Kecamatan Pinang, Kota Tangerang, Banten, tak menyangka namanya tercatat sebagai pemilik mobil sport McLaren 570S AT senilai Rp 4,5 miliar.
Alih-alih memiliki mobil mewah tersebut, Yudariansyah justru didatangi petugas Samsat Ciledug yang hendak mengklarifikasi kepemilikan kendaraan sekaligus menagih tunggakan pajaknya sebesar Rp 137,4 juta.
Yudariansyah mengaku tidak pernah membeli ataupun memiliki mobil tersebut. Kondisi ekonomi keluarganya pun pas-pasan, jauh dari gambaran pemilik kendaraan sport bernilai miliaran rupiah tersebut.
Baca juga: Fakta Sopir BYD Lindas Ojol di Jaksel: Kelelahan Kejar Setoran Taksi Online hingga Tertidur
Kejanggalan itu membuatnya menduga identitas pribadinya telah dicatut oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.
Rusia Jatuhkan 3.000 Kg Bom ke Pusat Kemanusiaan Ukraina, 26 Orang Tewas
Ia pun khawatir persoalan tersebut berdampak pada rekam jejak finansialnya jika tidak segera diselesaikan.
Yudariansyah mengetahui namanya terseret dalam persoalan pajak McLaren setelah mendapat informasi dari tetangganya.
Baca juga: Mekanik di Tangerang Ditagih Pajak McLaren Rp 137 Juta, Identitasnya Diduga Dipakai Orang Lain
Saat itu, tetangganya mengabarkan ada petugas Samsat yang datang untuk menagih pajak karena dirinya disebut memiliki mobil sport.
"Saya kaget aja pas dapet WA dari tetangga ngasih informasi kalau ada orang Samsat mau nagih pajak karena punya mobil sport, atuh saya bingung mobil sport dari mana," kata Yudariansyah, dikutip dari Tribunnews, Sabtu (24/10/2026).
Petugas Samsat Ciledug kemudian mendatangi kediamannya pada Jumat (23/10/2026) untuk mengklarifikasi kepemilikan McLaren 570S AT keluaran 2019 tersebut.
Baca juga: Viral Mekanik Ditagih Pajak McLaren, Pemilik Jeep di Tangerang Bayar Tunggakan Rp 64 Juta
Dalam data kendaraan, nama dan alamat Yudariansyah tercatat sebagai identitas pemilik mobil yang memiliki tunggakan pajak selama satu tahun.
Namun, Yudariansyah membantah pernah membeli atau memiliki kendaraan itu. Ia juga menyatakan tidak pernah menyerahkan ataupun meminjamkan identitas pribadinya kepada siapa pun untuk keperluan pembelian mobil.
Kepada petugas, ia menggambarkan kondisi kehidupannya yang jauh dari kemampuan membeli mobil mewah.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Samsat Ciledug, Idam Kholid, mengungkapkan jawaban Yudariansyah ketika ditanya mengenai kepemilikan mobil tersebut.
"Udah kami tanyain benar tidak punya mobil sport, yang bersangkutan jawab enggak pernah malah dia bilang, 'saya mah kuli, boro-boro beli mobil mewah, makan aja harus nyari duit dulu tiap hari'," ujar Idam.
Baca juga: Liat Aja Rumah Gua, Mobil Sport dari Mana? Yuda Bingung Tercatat Punya MCLaren Rp 4,5 Miliar
Rumah di Gang Sempit, Mobil Mewah Tak Ditemukan
Keraguan mengenai kepemilikan McLaren itu semakin menguat ketika petugas Samsat mendatangi rumah Yudariansyah.
Petugas harus melewati gang perkampungan sempit yang sulit dilalui kendaraan roda empat untuk mencapai kediaman mekanik tersebut.
Idam mengatakan, kondisi lingkungan tempat tinggal Yudariansyah tidak sesuai dengan gambaran pemilik mobil sport yang tercatat dalam data kendaraan.
Baca juga: Mobil-mobil Penunggak Pajak Kena Blokir...
Petugas juga tidak menemukan unit McLaren yang dimaksud di lokasi tersebut.
"Tidak masuk akal masa mobil mewah ini masuk ke wilayah perkampungan. Makanya kita tracking, kita telusuri, apa benar mobil McLaren ini ada di perkampungan. Dan ternyata Bang Yuda tidak merasa memiliki kendaraan tersebut," kata Idam, dikutip dari tayangan Sapa Indonesia Malam di Kompas TV, Minggu (25/10/2026).
Meski demikian, persoalan ini bukan semata-mata soal kondisi ekonomi atau tempat tinggal Yudariansyah.
Baca juga: Pajak McLaren Nunggak Rp 137 Juta, Pemilik Asli Bakal Terlacak Saat Balik Nama
Samsat juga menemukan bahwa identitas yang tercantum dalam data kendaraan cocok dengan data dirinya.
"Data sama persis, nama sama, alamat sama, RT sama, RW sama, kelurahan juga sama. Unitnya enggak ada, ini namanya pemalsuan identitas, kasian Bang Yuda dipakai namanya, merugikan sekali," tutur Idam.
Kesamaan data tersebut membuat dugaan pencatutan identitas menjadi perhatian dalam penelusuran kasus ini.
Baca juga: Keluarga Ojol yang Dilindas BYD di Jaksel Tak Mampu Biayai Pengobatan, Berharap pada Jasa Raharja
Samsat Duga Ada Manipulasi Data saat Pembelian
Idam menduga persoalan tersebut berkaitan dengan manipulasi data ketika mobil dibeli melalui showroom dan jasa pembiayaan atau leasing.
Menurut dia, identitas orang lain diduga digunakan dalam proses pembelian kendaraan agar pemilik sebenarnya tidak tercatat atas namanya sendiri. Namun, dugaan tersebut masih perlu ditelusuri lebih lanjut.
"Kalau benar begitu berarti memang ada permainan leasing waktu pertama kali beli mobil di showroom pakai KTP orang," ujar Idam.
Baca juga: 100 Hari Sudaryono Pimpin BGN: Bongkar Yayasan Calo hingga Janji Transformasi MBG 2.0
Samsat Ciledug menyatakan akan terus menelusuri kepemilikan asli McLaren tersebut.
Penelusuran juga akan dilakukan untuk mengantisipasi kemungkinan adanya warga lain yang dirugikan akibat pencatutan identitas dalam data kendaraan.
"Pasti kami bakal telusuri lagi semua data kendaraan yang masih menunggak, tetap kita harus kejar baik atas nama pribadi maupun perusahaan," kata Idam.
Samsat Ciledug juga menyampaikan akan melakukan pemblokiran administrasi terhadap kendaraan tersebut.
Baca juga: Sopir BYD Tabrak 4 Mobil dan Lindas Ojol di Blok M Jadi Tersangka, Korban Selesai Dioperasi
Yudariansyah Ingin Namanya Dibersihkan
Di tengah penelusuran kasus itu, Yudariansyah ingin identitasnya dipulihkan agar tidak terus dikaitkan dengan kendaraan yang menurut pengakuannya tidak pernah dimiliki.
Ia khawatir pencatatan tersebut memengaruhi urusan perbankan, pemeriksaan riwayat kredit atau BI checking, hingga pendataan bantuan sosial melalui desil.
"Saya pengen nama saya bersih lagi, enggak mau cacat karena itu menyangkut perbankan, BI checking," tutur Yudariansyah.
Baca juga: Kasus Mekanik Ditagih Pajak McLaren, Pengamat Usul Data KTP Dicocokkan dengan SPT
Ia berencana mengurus persoalan tersebut kepada pihak berwenang agar data kepemilikan kendaraan yang tercatat atas namanya dapat ditindaklanjuti.
Hingga kini, dugaan pencatutan identitas dan pihak yang sebenarnya memiliki McLaren senilai Rp 4,5 miliar itu masih menjadi persoalan yang perlu diungkap.
Sementara itu, Yudariansyah berharap namanya tidak lagi dikaitkan dengan tunggakan pajak Rp 137,4 juta atas kendaraan yang ia tegaskan tidak pernah dimilikinya.
Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.
