Sosial Media
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Berita Featured Kanker Kemenkes Kesehatan Spesial Vaksin HPV

    Kemenkes Perluas Vaksin HPV Gratis ke Anak Laki-Laki, Target Tekan Angka Kanker - detik

    2 min read

     


    Jakarta -

    Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI terus mengakselerasi strategi pencegahan kanker akibat infeksi Human Papillomavirus (HPV) melalui perluasan program imunisasi nasional dan penguatan edukasi publik. Langkah ini ditempuh guna menekan tingginya angka kesakitan dan kematian akibat infeksi HPV yang menjadi ancaman kesehatan serius di Indonesia.

    Setiap tahunnya, sekitar 22.000 perempuan di Indonesia meninggal dunia akibat kanker leher rahim (serviks) yang dipicu oleh infeksi HPV. Sementara data global tahun 2022 mencatat sekitar 95.000 laki-laki terdiagnosis kanker akibat HPV, dengan 44.000 di antaranya berujung pada kematian.

    Guna memutus rantai penularan, Kemenkes menyediakan imunisasi HPV secara gratis bagi anak usia 10-11 tahun (kelas 5 SD). Setelah program imunisasi bagi anak perempuan berjalan secara nasional sejak 2023, Kemenkes mulai memperluas cakupan vaksinasi bagi anak laki-laki di DKI Jakarta, DI Yogyakarta, dan Bali.

    SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

    Daya Lindung Maksimal pada Usia Anak

    Direktur Imunisasi Kemenkes, dr Indri Yogyaswari, MARS, menjelaskan bahwa pemberian vaksinasi HPV pada usia sekolah dasar memberikan respons imunitas paling optimal ketimbang saat usia dewasa.

    "Pemberian vaksin HPV pada anak usia 9 sampai 14 tahun dengan satu dosis mampu memberikan perlindungan hingga 88-90 persen. Namun jika baru diberikan di atas usia 20 tahun meskipun dengan dua dosis, efektivitas perlindungannya turun menjadi sekitar 60 persen. Semakin awal diberikan, efektivitas dan tingkat perlindungannya jauh lebih tinggi," terang dr Indri dikutip dari laman Kemenkes, Senin (2/11/2026).

    Hingga saat ini, cakupan imunisasi HPV dosis tunggal pada anak perempuan kelas 5 SD mencapai 83,5 persen (setelah mencapai 90,8 persen pada 2025). Sementara itu, cakupan imunisasi pada anak laki-laki di tiga provinsi wilayah perluasan telah menembus angka 88 persen.

    Selain imunisasi, Kemenkes juga mengintegrasikan program skrining kanker serviks bagi perempuan dewasa usia 30 tahun melalui skema Cek Kesehatan Gratis (CKG).

    Upaya pemenuhan target imunisasi nasional masih berhadapan dengan maraknya disinformasi dan hoaks seputar keamanan vaksin di tengah masyarakat. Ketua Komisi Nasional Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (Komnas KIPI), Prof dr Hinky Hindra Irawan Satari, menegaskan bahwa vaksin HPV yang digunakan dalam program pemerintah terbukti aman dan telah melewati uji klinis yang ketat.

    "Reaksi pasca-imunisasi bersifat wajar dan umumnya ringan, seperti nyeri local atau pusing yang dapat sembuh dengan sendirinya. Keamanan dan efektivitas vaksin ini sudah teruji," tegas Prof Hinky.

    (kna/kna)

    Komentar
    Additional JS