Sosial Media
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Berita Bisnis Featured Spesial

    Sembilan Juragan Filipina Kepincut Kopi Banyuwangi, Jajaki Peluang Ekspor - Times Indonesia

    4 min read


    A-AA+

    BANYUWANGI – BANYUWANGI – Kopi specialty Banyuwangi berhasil memikat perhatian sembilan buyer asal Filipina. Tertarik dengan kualitas dan karakter rasa kopi lokal, rombongan calon pembeli tersebut datang langsung ke Banyuwangi untuk menjajaki potensi pasokan sekaligus membuka peluang kerja sama perdagangan kopi antara kedua negara.

    Kunjungan ini difasilitasi Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Manila bersama pengurus pusat Masyarakat Ekonomi Syariah (MES). Selain mencicipi kopi khas Banyuwangi, para buyer juga bertemu langsung dengan produsen serta mengunjungi perkebunan kopi untuk melihat proses budidaya dan pengelolaan hasil panen.

    Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, menyambut positif kunjungan tersebut. Menurutnya, ketertarikan buyer dari Filipina menjadi peluang strategis untuk memperluas pasar kopi Banyuwangi hingga ke tingkat internasional.

    “Ketertarikan buyer dari Filipina ini menjadi peluang bagi kopi Banyuwangi untuk masuk pasar internasional. Kami ingin potensi yang dimiliki petani dan pelaku usaha lokal bisa bertemu dengan pasar yang tepat, sehingga terbuka kerja sama yang berkelanjutan,” kata Ipuk, Senin (2/11/2026).

    Ipuk mengatakan, Pemkab Banyuwangi terus mendorong pengembangan komoditas unggulan daerah agar tidak hanya unggul dari sisi produksi, tetapi juga memiliki daya saing dalam hal kualitas, pengolahan, hingga pemasaran.

    Ipuk berharap, pertemuan antara buyer dan produsen lokal tersebut tidak berhenti pada kegiatan penjajakan semata, melainkan berlanjut menjadi kerja sama bisnis yang memberikan dampak nyata bagi petani dan pelaku usaha kopi.

    Pelaksana Fungsi Ekonomi KBRI Manila, Lindi Mahesi, menjelaskan bahwa kunjungan tersebut merupakan bagian dari program promosi kopi specialty Indonesia di Filipina. Tahun ini, Banyuwangi menjadi salah satu daerah yang untuk pertama kalinya masuk dalam agenda kunjungan.

    “Kami mendengar Banyuwangi memiliki kopi specialty berkualitas yang bisa dipromosikan. Karena itu, kami membawa buyer dari Filipina agar bisa bertemu langsung dengan produsen kopi di sini,” ucap Lindi.

    Selama berada di Banyuwangi, sembilan buyer tersebut mengikuti sejumlah agenda untuk mengenal lebih dekat potensi kopi lokal. Kegiatan diawali dengan business matching, dilanjutkan coffee testing dan coffee cupping bersama produsen kopi lokal di Omah Kopi Kalipuro.

    Mereka juga berkesempatan mengunjungi perkebunan kopi di kawasan PTPN. Melalui kunjungan lapangan tersebut, para calon pembeli bisa melihat langsung potensi perkebunan, proses produksi, serta kualitas kopi yang dihasilkan.

    Lindi menyebut Filipina merupakan pasar potensial bagi kopi Indonesia. Tingkat konsumsi kopi di negara tersebut cukup tinggi, sementara produksi dalam negeri belum mampu memenuhi seluruh kebutuhan pasar.

    Kondisi ini dinilai membuka peluang bagi Indonesia, termasuk Banyuwangi, untuk memperluas perdagangan kopi ke negara tetangga tersebut.

    “Jadi, kami mendorong agar kopi Banyuwangi memiliki peluang menembus pasar internasional. Harapannya, kegiatan ini bisa menjadi langkah awal untuk meningkatkan ekspor kopi Indonesia ke Filipina,” ujarnya.

    Ketertarikan terhadap kopi Bumi Blambangan juga diungkapkan Joefel Reggie Egalin Bautista dari UCC Ueshima Coffee Company Inc., salah satu buyer yang mengikuti kunjungan tersebut.

    Joefel mengatakan, meningkatnya permintaan kopi di Filipina mendorong perusahaannya untuk menjajaki sumber pasokan dari negara-negara tetangga, termasuk Indonesia.

    Dalam menentukan pilihan, pihaknya tidak hanya mempertimbangkan ketersediaan biji kopi, tetapi juga kualitas, karakter rasa, asal-usul, hingga proses produksi. Faktor-faktor tersebut menjadi pertimbangan penting untuk memastikan kopi yang dipasok sesuai dengan kebutuhan pasar.

    Setelah mencicipi langsung kopi Banyuwangi dalam rangkaian kegiatan tersebut, Joefel memberikan penilaian positif. Dia menilai kopi Banyuwangi memiliki karakter rasa yang segar, tingkat keasaman yang menyenangkan, serta mudah dinikmati.

    “Kopi Banyuwangi ini memiliki tingkat keasaman yang sangat segar, sangat halus, dan mudah dinikmati. Saya bisa katakan kopi ini diproduksi atau ditangani dengan baik serta diproses dengan baik,” ungkapnya.

    Menurut Joefel, kualitas kopi tidak hanya ditentukan oleh jenis biji yang dihasilkan, tetapi juga dipengaruhi pengelolaan kebun dan penanganan hasil panen. Proses yang baik sejak perkebunan hingga pengolahan menjadi salah satu faktor penting untuk menghasilkan kopi berkualitas.

    Karena itu, dia mengaku tertarik untuk mengeksplorasi lebih jauh potensi kopi Banyuwangi, termasuk mengenal lebih banyak karakter kopi yang dihasilkan dari berbagai kawasan perkebunan di daerah tersebut.

    “Kami sudah tidak sabar untuk mengeksplorasi lebih banyak potensi kopi di Banyuwangi,” tutupnya.

    Ketertarikan buyer Filipina ini menjadi angin segar bagi pengembangan kopi Banyuwangi. Selain membuka peluang pasar baru, penjajakan tersebut diharapkan dapat memperkuat posisi petani dan produsen lokal dalam rantai perdagangan kopi internasional. (*)

    Editor:

    Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
    Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
    Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

    Komentar
    Additional JS