Sosial Media
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Berita Featured Inovasi Koperasi Desa Merah Putih Minyak Jelantah Spesial

    Kopdes Merah Putih Mulai Kumpulkan Minyak Jelantah, Target 500 Ribu Liter - Okezone

    4 min read

     


    KDKMP mulai mengumpulkan minyak jelantah dari masyarakat untuk dimanfaatkan sebagai bahan baku pembuatan bahan bakar ramah lingkungan. (Foto: Okezone.com/IMG)

    JAKARTA – Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) mulai mengumpulkan minyak jelantah dari masyarakat untuk dimanfaatkan sebagai bahan baku pembuatan bahan bakar ramah lingkungan. Melalui program percontohan bersama PT Pertamina Patra Niaga dan Kementerian Koperasi, pengumpulan minyak jelantah ditargetkan mencapai 500 ribu liter dalam empat bulan.

    Program tersebut mulai dijalankan di KDKMP Dawuhan, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. Pada tahap awal, program percontohan akan melibatkan empat lokasi koperasi di Kabupaten Banyumas sebelum diperluas ke jaringan koperasi lainnya.

    Melalui skema ini, koperasi berperan sebagai tempat pengumpulan minyak jelantah atau Used Cooking Oil (UCO) dari masyarakat. Minyak yang terkumpul selanjutnya akan dimanfaatkan sebagai bahan baku industri energi, antara lain untuk memproduksi Sustainable Aviation Fuel (SAF) atau bioavtur dan Green Gasoline.

    Peluncuran program ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Pertamina Patra Niaga dan Kementerian Koperasi, serta penyerahan minyak jelantah secara simbolis di lokasi pengumpulan.

    Direktur Utama Pertamina Patra Niaga Mars Ega Legowo Putra mengatakan, kerja sama tersebut merupakan bagian dari upaya perusahaan memperkuat rantai pasok bahan baku energi rendah karbon dengan melibatkan masyarakat dan koperasi.

    Menurut Mars Ega, Pertamina Patra Niaga telah menyiapkan fasilitas pengolahan untuk memanfaatkan minyak jelantah menjadi bahan bakar ramah lingkungan. Kilang Cilacap menjadi salah satu fasilitas yang disiapkan, kemudian akan dikembangkan di kilang lainnya, seperti Balongan, Dumai, dan Plaju.

    "Pertamina Patra Niaga telah menyiapkan fasilitas pengolahan untuk memanfaatkan minyak jelantah menjadi bahan bakar ramah lingkungan. Kilang Cilacap menjadi salah satu fasilitas yang disiapkan, dan selanjutnya akan dikembangkan di kilang lainnya, antara lain Balongan, Dumai, dan Plaju. Karena itu, kepastian pasokan bahan baku menjadi hal penting agar pengembangan energi ini dapat berjalan secara berkelanjutan," ujar Mars Ega, Jumat (30/10/2026). 

    Ia menjelaskan, keterlibatan koperasi diharapkan dapat membangun sistem pengumpulan minyak jelantah yang lebih terorganisasi. Dengan demikian, limbah rumah tangga yang sebelumnya berpotensi terbuang dapat memiliki nilai ekonomi sekaligus menjadi sumber bahan baku industri energi.

    "Melalui koperasi, kita ingin membangun sistem pengumpulan yang lebih terorganisasi dan berkelanjutan. Masyarakat mendapatkan nilai tambah dari minyak jelantah yang dikumpulkan, sementara industri memperoleh dukungan pasokan bahan baku untuk mengembangkan bahan bakar ramah lingkungan. Dengan demikian, manfaat ekonomi dan lingkungan dapat berjalan beriringan," tambahnya.

    Pengembangan ekosistem pengumpulan UCO ini juga menjadi bagian dari upaya Pertamina Patra Niaga mendukung transisi energi dan memperkuat kemandirian energi nasional melalui pemanfaatan sumber daya dalam negeri.

    Menteri Koperasi Ferry Juliantono menyambut baik kerja sama tersebut. Ia menilai program pengumpulan minyak jelantah dapat memperluas kegiatan ekonomi KDKMP sekaligus memberikan manfaat langsung bagi masyarakat desa dan kelurahan.

    Melalui program ini, masyarakat dapat menyerahkan minyak jelantah kepada koperasi untuk mendapatkan nilai ekonomi. Skema tersebut diharapkan mendorong pengelolaan limbah rumah tangga secara lebih bertanggung jawab sekaligus membuka peluang usaha baru bagi koperasi.

    "Kami menyambut baik kolaborasi dengan Pertamina Patra Niaga karena KDKMP dapat berperan lebih luas dalam menggerakkan ekonomi masyarakat. Minyak jelantah yang selama ini berpotensi terbuang dapat dikumpulkan melalui koperasi dan dihargai secara ekonomi, sehingga memberikan manfaat bagi masyarakat sekaligus mendukung upaya pengembangan energi nasional," ujar Ferry.

    Ferry berharap seluruh KDKMP di Indonesia dapat terlibat dalam sistem pengumpulan minyak jelantah untuk memenuhi kebutuhan bahan baku industri energi.

    "Kementerian Koperasi siap mendukung penguatan peran KDKMP di seluruh Indonesia sebagai mitra penyuplai minyak jelantah kepada Pertamina. Kami berharap kerja sama ini dapat berkembang lebih luas, mendukung produksi Sustainable Aviation Fuel (SAF) atau bioavtur, serta membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat dan potensi ekspor di masa depan," pungkas Ferry.

    Pertamina Patra Niaga bersama Kementerian Koperasi akan melanjutkan pengembangan program tersebut melalui perluasan jaringan pengumpulan berbasis KDKMP. Kerja sama ini diharapkan dapat menghubungkan partisipasi masyarakat dalam pemanfaatan limbah rumah tangga dengan kebutuhan industri energi, sekaligus mendorong ekonomi sirkular dan pengembangan bahan bakar ramah lingkungan di Indonesia.

    (Feby Novalius)

    Lihat juga: Ayang Tata Semoga Ga Apa-apa Ya

    Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

    Komentar
    Additional JS