Sosial Media
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Bantul Berita Featured Spesial

    Manfaatkan Pekarangan, Warga Gedogan Bantul Kembangkan 500 Ayam Petelur - Radar Jogja

    5 min read

     


    Salah seorang anggota Kelompok Ternak Endok Mulyo memanen telur dari ayam petelur yang dipelihara di pekarangan rumahnya - Aris Romadhon/Radar Jogja

    BANTUL - Warga Padukuhan Gedogan, Kalurahan Sumbermulyo, Kapanewon Bambanglipuro, Bantul, memanfaatkan lahan pekarangan untuk membudidayakan ayam petelur sebagai upaya memperkuat ketahanan pangan keluarga.

    Melalui kelompok ternak yang dibentuk secara swadaya, warga kini mengembangkan sekitar 400 hingga 500 ekor ayam.

    Hal tersebut, bermula dari rembuk warga bersama Kapolsek Bambanglipuro AKP I Nengah Jeffry Prana Widnyana, saat kegiatan sambang di pos kamling. Kemudian, muncul inisiatif untuk mengembangkan peternakan ayam petelur secara swadaya.

    "Awalnya memang untuk dikonsumsi sendiri. Namun, seiring berjalannya waktu jumlah ayam semakin banyak. Akhirnya, kami berpikir bagaimana sebagian hasilnya bisa dijual untuk menambah ekonomi warga," ujar Jeffry saat ditemui di salah satu kandang ternak milik warga Padukuhan Gedogan, Sumbermulyo, Minggu (8/11).

    Saat ini, kegiatan tersebut melibatkan warga di RT 5 dan RT 6 Padukuhan Gedogan. Polsek Bambanglipuro turut membantu pemasaran telur dengan menghubungkan kelompok ternak kepada sejumlah pelanggan, di antaranya Polsek, Polres, Pemkab Bantul, dan Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo).

    Hasil penjualan sepenuhnya dikembalikan kepada warga. Harga telur disepakati Rp28.000 per kilogram. Kelompok juga menyediakan layanan pengantaran bagi pembeli di wilayah Bantul.

    Meski demikian, Jeffry menyadari pengembangan peternakan tersebut masih menghadapi kendala, terutama dalam pemasaran dan pengetahuan teknis pemeliharaan. Selama ini, anggota kelompok belajar secara mandiri melalui YouTube, media sosial, serta bertukar pengalaman.

    Jeffry menyebut, pihaknya telah berkomunikasi dengan Dinas Peternakan untuk mengupayakan pelatihan bagi anggota kelompok. "Terus terang, selama ini kami belajar secara autodidak. Kami membutuhkan pelatihan, baik pemasaran maupun cara memelihara ayam petelur agar kualitasnya lebih baik," ujarnya.

    Jeffry berharap, kegiatan tersebut dapat berkembang ke pedukuhan lain sehingga semakin banyak warga yang terlibat dalam pengembangan peternakan ayam petelur berbasis pekarangan.

    Sekretaris Kelompok Ternak Endok Mulyo Juliarso menyampaikan, kelompok Endok Mulyo mulai dibentuk pada awal 2026. Setelah mendapat arahan dari Kapolsek Bambanglipuro, warga kemudian mengurus registrasi kelompok ke Dinas Peternakan pada April 2026.

    "Anggota kelompok saat ini ada 20 orang. Untuk pemeliharaan, sebagian memanfaatkan pekarangan rumah masing-masing. Sedangkan anggota yang tidak memiliki lahan bisa memelihara bersama di sentra kelompok," ujar Yuli sapaannya.

    Tingkat produksi telur, lanjutnya, diperkirakan mencapai 80 persen dari jumlah ayam yang dipelihara. Untuk menjaga keberlangsungan usaha, kelompok juga menerapkan sistem tabungan. Setiap penyetoran telur melalui kelompok disisihkan Rp1.000 untuk kas dan kebutuhan operasional.

    Telur yang dihasilkan dipasarkan langsung dari peternak menggunakan kemasan tray. Dalam pemeliharaannya, anggota juga berupaya memberikan pakan khusus dan tambahan suplemen.

    “Ya telur ini bisa dikatakan telur omega gitu ya, karena kita pakai pakan khusus, ada beberapa tambahan suplemen,” ujarnya. (Cr2)

    Komentar
    Additional JS