Sosial Media
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Berita Featured Mal Tasikmalaya RANS Carnival Spesial

    RANS Carnival di Mal Tasikmalaya Mendadak Dihapus dari Kalendar Event, Ada Apa? - Kompas

    8 min read

     


    TASIKMALAYA, KOMPAS.com - Manajemen Plaza Asia Tasikmalaya mendadak menghapus kegiatan RANS Carnival dan Cipungland dalam kalender kegiatan pusat perbelanjaan tersebut.

    Seyogyanya berdasarkan unggahan yang viral di media sosial, kegiatan tersebut berlangsung di Atrium GF Plaza Asia pada 14-15 November 2026.

    Namun, dalam unggahan terbaru di akun Instagram mereka, pihak Plaza Asia hanya mencantumkan kegiatan senam zumba pada 15 November 2026.

    Manajer Operasional Plaza Asia Tasikmalaya, Roni Apriliansyah mengatakan, hilangnya event milik Raffi Ahmad di kalendar event pusat perbelanjaan mereka karena belum adanya keputusan final dari pihak Rans Entertainment.

    Sejumlah Musisi Batalkan Penampilan di RANS Carnival

    "Kita saat ini masih terus berkomunikasi dengan pihak Rans Entertainment (terkait kejelasan acara Rans Carnival dan Cipungland di Plaza Asia Tasikmalaya)," ujar Roni kepada Kompas.com lewat pesan singkat WhatsApp, Minggu sore.

    Baca juga: Tipe-X Ikut Mundur dan Batal Tampil di RANS Carnival

    Kepastian kegiatan tersebut, imbuhnya, nantinya akan diputuskan dalam rapat internal yang akan digelar, Senin (2/11/2026) besok.

    "Hari Senin di-meeting-kan di internal Kang. Jadi nanti biar penjelasannya lengkap ya," kata dia.

    Musisi Batal Tampil di RANS Carnival Jogja

    Sebelumnya, sejumlah musisi memutuskan untuk membatalkan penampilannya di acara RANS Carnival yang digelar di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Yogyakarta pada 31 Oktober hingga 1 November 2026.

    Baca juga: Sosok di Balik Nama Dino dan Almamater Undira Saat Deklarasi Sumpah Pemuda...

    Musisi yang memutuskan membatalkan penampilan yaitu Tipe-X, Guyon Waton, Masdddho, hingga OM Wawes.

    Tak hanya musisi, sejumlah tenant yang seyogyanya juga turut meramaikan kegiatan tersebut, membatalkan partisipasi mereka dalam kegiatan tersebut.

    Keputusan tersebut terjadi menyusul aksi boikot atas acara yang terafiliasi dengan Raffi Ahmad dan RANS Entertainment yang gencar di media sosial.

    Baca juga: Guyon Waton, Masdddho, dan OM Wawes Batalkan Tampil di RANS Carnival

    Aksi boikot itu diduga terkait dengan keikutsertaan Raffi Ahmad dengan kegiatan Deklarasi Sumpah Pemuda yang digelar di Bundaran HI pada 29 Oktober 2026. Kegiatan tersebut diikuti oleh sekelompok orang yang mengaku mahasiswa dari berbagai kampus.

    Belakangan sejumlah orang yang mengikuti kegiatan tersebut mengaku bahwa mereka bukanlah mahasiswa, setelah beberapa kampus angkat suara untuk mencari keberadaan mereka.

    BEM Universitas Dian Nusantara bahkan mengunggah video klarifikasi yang menyatakan salah seorang bernama Dino, bukan anggota mahasiswa yang terdaftar.

    Klarifikasi Raffi Ahmad

    Terpisah, Raffi Ahmad buka suara soal kehadirannya dalam kegiatan Deklarasi Sumpah Pemuda Mahasiswa Indonesia 2026 di Bundaran HI pada 29 Oktober.

    "Saya Raffi Ahmad, dengan kerendahan hati saya, izinkan saya menyampaikan beberapa hal terkait acara pada tanggal 29 Oktober lalu," ujar Raffi dalam videonya yang diunggah di akun Instagram resmi Utusan Khusus Presiden bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni, Minggu (1/11/2026).

    Baca juga: Penjelasan Raffi Ahmad soal Acara Sumpah Pemuda yang Dihadiri Mahasiswa Gadungan

    Menurut dia, Polda Metro Jaya merupakan penyelenggara kegiatan tersebut. Sementara dirinya hadir sebagai undangan bersama sejumlah tokoh, salah satunya Willie Salim.

    Raffi mengklaim, dirinya datang dengan niat tulus dan itikad baik, tanpa niat merendahkan dan menciderai semangat perjuangan generasi muda.

    Raffi pun memohon maaf atas kegaduhan yang timbul dari kehadirannya dalam acara Sumpah Pemuda tersebut.

    Baca juga: Sari Minta Maaf Pakai Jas Almamater UBSI Saat Deklarasi Sumpah Pemuda, Akui Bukan Mahasiswa

    Dia memahami bahwa setiap niat baik tetap perlu disertai ketelitian ketika menghadiri suatu acara. 

    "Selama ini saya mengajak masyarakat seluruhnya untuk tidak menyebarkan informasi yang belum jelas kebenarannya, menjauhkan dari ujaran kebencian, apalagi yang diiringi dengan caci maki, sampai dengan fitnah," kata Raffi. 

    "Dan kejadian ini menjadi pengingat bagi saya untuk lebih teliti, memahami informasi, dan lebih berhati-hati dalam mengambil langkah," sambungnya. 

    Baca juga: Polemik Deklarasi Sumpah Pemuda, Mahasewa dan Permintaan Maaf Polda Metro

    Polda Metro Minta Maaf

    Sementara itu, Polda Metro Jaya menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas polemik yang muncul setelah penyelenggaraan Deklarasi Sumpah Pemuda Mahasiswa Indonesia 2026 di depan Pos Polisi (Pospol) Thamrin, Bundaran HI, Jakarta Pusat, Kamis (29/10/2026).

    Kegiatan tersebut menuai polemik usai terungkap sejumlah peserta merupakan mahasiswa gadungan.

    “Atas nama Polda Metro Jaya, kami meminta maaf kepada seluruh masyarakat. Kami memahami kegiatan tersebut menimbulkan beragam tanggapan, dan setiap kritik yang disampaikan kami terima dengan lapang dada untuk menjadi evaluasi," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto dalam keterangannya, Sabtu (31/10/2026).

    Baca juga: Polda Metro Jaya Minta Maaf soal Acara Sumpah Pemuda di Bundaran HI yang Tuai Polemik

    Budi menjelaskan, deklarasi tersebut diselenggarakan untuk memperingati Hari Sumpah Pemuda ke-98 dengan tema “Patriotik, Gigih, Berempati: Pemuda untuk Indonesia”.

    Sejumlah tokoh turut hadir dalam kegiatan itu, di antaranya Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni Raffi Ahmad serta kreator konten Willie Salim.

    “Saudara Raffi Ahmad dan Saudara Willie Salim datang atas undangan kami selaku penyelenggara. Keduanya berniat baik untuk turut memaknai Sumpah Pemuda,” ujar Budi.

    Baca juga: Penjelasan Raffi Ahmad soal Acara Sumpah Pemuda yang Dihadiri Mahasiswa Gadungan

    Budi mengatakan, Polda Metro Jaya menghormati setiap aspirasi yang disampaikan masyarakat.

    “Sumpah Pemuda mengajarkan persatuan, dan nilai itu ingin kami jaga bersama seluruh elemen bangsa. Setiap masukan akan kami jadikan bahan evaluasi agar pelayanan kami terus menjadi lebih baik," ucapnya.

    Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.

    Komentar
    Additional JS