Profil AKBP Andika Dharma Sena: 28 Hari Jadi Kapolres Sukoharjo, Dicopot Buntut Penggeledahan Ponpes - Tribunnews
SUKOHARJO, KOMPAS.com - AKBP Andika Dharma Sena dicopot dari jabatannya sebagai Kapolres Sukoharjo setelah polemik penggeledahan di Pondok Pesantren (Ponpes) Hamalatul Quran (HQ), Jawa Tengah, Senin (2/11/2026).
Pencopotan tersebut dilakukan Kapolri Jenderal Pol Suyudi Ario Seto setelah muncul dugaan pelanggaran dalam proses penggeledahan pesantren.
Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Trunoyudo Wisnu Andiko mengatakan, pemeriksaan terhadap personel yang terlibat telah dilakukan sebagai tindak lanjut atas polemik tersebut.
“Langkah ini telah dilakukan pemeriksaan dan penonaktifan kepada yang bersangkutan,” kata Trunoyudo dilansir dari Kompas.com, Senin (2/11/2026).
Kapolri Copot Kapolres Sukoharjo Buntut Penggeledahan Ponpes Hamalatul Quran
Dicopot Usai Polemik Penggeledahan Ponpes
Selain AKBP Andika Dharma Sena, Kapolri juga mencopot tiga personel lain yang berkaitan dengan perkara penggeledahan Ponpes Hamalatul Quran.
Mereka adalah Iptu AS yang menjabat Kasat Reskrim Polres Sukoharjo, Ipda FA selaku Kanit Pidum Polres Sukoharjo, serta Ipda RAP yang bertugas sebagai Kanit PPA Polres Sukoharjo.
Keempat personel tersebut kini menjalani pemeriksaan Propam Polri untuk mendalami dugaan pelanggaran kode etik dalam pelaksanaan penggeledahan.
"Polri telah melakukan pemeriksaan terhadap empat personel yaitu, AKBP ADS Kapolres Sukoharjo, Iptu AS selaku kasat serse dan Kanit Pidum IPD FA, Kanit PPA Ipda RAP," jelas Trunoyudo.
Sebagai tindak lanjut pencopotan, Polri menerbitkan Surat Telegram (ST) mutasi bernomor ST/2463/XI/KEP./2026 tertanggal 2 November 2026.
Dalam surat tersebut, AKBP Indra Maulana Saputra yang sebelumnya menjabat Kapolres Boyolali ditugaskan menjadi Kapolres Sukoharjo.
Sementara jabatan Kapolres Boyolali akan diisi AKBP Christopher Adhikara Lebang yang sebelumnya bertugas sebagai Kasubdit Regident Dit Lantas Polda Jateng.
Baca juga: Profil AKBP Candra Sasongko: Polisi Jenaka yang Ditunjuk Jadi Kapolresta Solo
Profil AKBP Andika Dharma Sena
Andika mulai memimpin Polres Sukoharjo pada Selasa (6/10/2026) yang ditandai dengan serah terima jabatan di Mapolda Jawa Tengah. Prosesi dipimpin Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Roy Hardi Siahaan.
Lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) 2007 tersebut menggantikan AKBP Anggaito Hadi Prabowo yang mendapat penugasan sebagai Kapolres Pemalang.
Sebelum menduduki jabatan Kapolres Sukoharjo, Andika bertugas sebagai Kasat Reskrim Polrestabes Semarang selama periode 2023 hingga 2026.
Berdasarkan data pada laman Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Andika juga pernah menduduki sejumlah jabatan kepolisian.
Pada 2021–2022, ia tercatat menjabat Kasatreskrim di Polda Kalimantan Timur.
Sebelumnya, pada 2020, Andika pernah bertugas sebagai Kasatresnarkoba di Polda Kalimantan Timur dan Kasatreskrim di Polda Kalimantan Timur.
Ia juga pernah mengemban tugas sebagai Kasat Reskrim Polda Kalimantan Timur pada 2018.
Sementara pada 2012, ia menjabat Kapolsek Teluk Batan Polres Ketapang.
Kasus yang Pernah Ditangani
Selama bertugas di Polrestabes Semarang, Andika menangani sejumlah kasus besar, mulai dari dugaan penipuan dan penggelapan terhadap belasan calon jemaah umrah yang batal berangkat ke Tanah Suci.
Pada April 2006, ia juga menangani kasus pengeroyokan terhadap seorang mahasiswa Universitas Diponegoro (Undip) Semarang berinisial A (20).
Korban diduga dianiaya oleh puluhan mahasiswa yang merupakan teman satu jurusannya pada Maret 2006.
Kasus lainnya adalah dugaan perundungan terhadap AR, mahasiswi Program Pendidikan Dokter Spesialis Fakultas Kedokteran Undip Semarang yang meninggal dunia dan diduga bunuh diri.
Selain itu, Andika juga pernah menangani kasus pengiriman ratusan anjing tanpa dokumen resmi yang digagalkan jajaran Polrestabes Semarang pada Januari 2024.
Baca juga: 6 Kapolres Baru Jateng Mutasi Polri Oktober 2026, AKBP Candra “Polisi Jenaka” Pimpin Solo
Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.
Kapolri Copot Kapolres Sukoharjo Usai Penggeledahan Ponpes Tuai Kecaman
