Sosok Komjen Pol Ramdani Hidayat yang Markasnya Jadi Tempat Listyo Sigit Cs Ditahan- Tribunnews
Ringkasan Berita:
- Mako Brimob yang menjadi markas Komjen Pol Ramdani Hidayat menjadi tempat Listyo Sigit Prabowo dkk ditahan terkait kasus penyadapan.
- Komjen Ramdani Hidayat sudah menjabat sebagai Komandan Korps Brimob Polri sejak 19 September 2025.
- Komjen Ramdani Hidayat adalah alumni Akdemi Kepolisian (Akpol) 1990.
TRIBUNNEWS.COM - Sebanyak tiga perwira tinggi (Pati) Polri ditahan di Mako Brimob Polri, Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat.
Ketiga jenderal Polri tersebut ditahan di Mako Brimob karena terjerat kasus penyadapan ilegal terhadap Presiden Prabowo Subianto.
Ketiga jenderal tersebut adalah mantan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Kadivkum Pol Irjen Pol Ahrie Sonta Nasution, dan Irjen Pol Eko Hadi Santoso.
Ketiga jenderal ini juga telah ditetapkan sebagai tersangka kasus penyadapan secara ilegal terhadap Prabowo dalam kurun waktu 2025-2026.
Ada satu tersangka lagi dalam kasus ini, yakni Irjen Pol Slamet Uliandi, tetapi ia belum ditahan karena alasan kesehatan.
"Sampai saat ini jumlah tersangka dalam perkara ini 4 orang, 3 dilakukan penahanan di Mako Brimob dan untuk tersangka SU saat ini belum bisa dilakukan penahanan karena dalam kondisi sakit pasca-stroke," kata Dirtipidsiber Bareskrim Polri Brigjen Suhermanto dalam jumpa pers di Mabes Polri, Kamis (5/11/2026).
Baca juga: Rekam Jejak Irjen Pol Slamet Uliandi yang Jadi Tersangka Baru Penyadapan Prabowo, Alumni Akpol 1994
Saat ini, Brimob Polri dipimpin oleh Komjen Pol Ramdani Hidayat selaku Komandan Korps Brimob Polri.
Jenderal bintang tiga ini sudah menjabat sebagai Dankorbrimob Polri sejak 19 September 2025.
Lantas, seperti apakah sosok Komjen Pol Ramdani Hidayat? Berikut ini informasinya.
Sosok Komjen Pol Ramdani Hidayat
Komjen Pol Ramdani Hidayat adalah alumni Akademi Kepolisian (Akpol) 1990.
Di Akpol, ia satu angkatan dengan Kepala Badan Reforma Agraria Nasional (BRAN) Jenderal Dedi Prasetyo.
Ramdani Hidayat lahir di Malang, Jawa Timur, pada 18 Desember 1968.
Ia memiliki istri yang bernama Dwi Yuli Astuti.
Karier Ramdani Hidayat sudah malang melintang di dalam kepolisian Tanah Air.
Berbagai jabatan strategis di polri sudah pernah diembannya.
Ramdani tercatat pernah menjabat sebagai Wakasat Brimob Polda Sumsel (2003), Kasat Brimob Polda Bengkulu (2004), dan Kasat Brimob Polda Banten (2006).
Selain itu, Ramdani juga sempat menduduki posisi sebagai Kasat Brimob Polda Bali (2008), Kapolres Bangli (2010), dan Kasat Brimob Polda Sulsel (2011).
Kariernya makin moncer setelah ia didapuk menjadi Kasat II Pelopor Korbrimob Polri pada tahun 2013.
Pada tahun 2015, ia dipercaya untuk menduduki posisi sebagai Kasat Brimob Polda Kaltim.
Satu tahun kemudian, ia ditunjuk untuk mengisi kursi jabatan sebagai Analis Kebijakan Madya Bidang Brigade Mobil Korbrimob Polri.
Jenderal asal Malang ini kemudian diangkat menjadi Dansat Brimob Polda Metro Jaya pada tahun 2018.
Pada tahun 2019, Komjen Ramdani Hidayat ditunjuk menjadi Kabaglog Korbrimob Polri.
Setelah itu, ia diamanahkan untuk menjabat sebagai Karoprovos Divpropam Polri pada tahun 2020.
Pada 2021, Ramdani Hidayat kemudian dimutasi menjadi Analis Kebijakan Utama Bidang Provos Polri.
Lalu, ia didapuk menjadi Wakapolda Papua pada tahun 2022.
Satu tahun kemudian, Komjen Ramdani Hidayat diangkat sebagai Wadankorbrimob Polri.
Tak berselang lama, ia diamanahkan untuk menjabat sebagai Dankorbrimob Polri menggantikan Komjen Imam Widodo.
Semasa dinasnya, Ramdani juga pernah ditugaskan dalam Operasi Nemangkawi, sebuah operasi bersama yang dilakukan oleh Tentara Nasional Indonesia dan Polri untuk mengekang pemberontak separatis bersenjata di Papua.
Bahkan, dalam penugasan itu, Ramdani sempat menjabat sebagai Wakil Kepala Operasi Nemangkawi pada tahun 2018 dan Kepala Operasi Nemangkawi pada tahun 2021.
Ramdani Hidayat tercatat memiliki total harta kekayaan sebesar Rp6,3 miliar.
Hartanya itu terdaftar di dalam Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN).
Ramdani terakhir kali melaporkan hartanya di LHKPN pada 23 Januari 2026 untuk periodik 2025.
Sumber harta terbanyaknya berasal dari tanah dan bangunan senilai Rp3,8 miliar.
Tanah dan bangunan milik Ramdani itu tersebar di sejumlah wilayah di Bogor, Jawa Barat.
Lalu disusul dari kas dan setara kas sebesar Rp2 miliar, alat transportasi dan mesin sebesar Rp505 juta, dan harta bergerak lainnya senilai Rp10 juta.
(Tribunnews.com/Rakli)
