Sosial Media
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    CONNECTING TRANSMISSION...
    Home Tidak Ada Kategori

    Pesta Besar Google, Facebook Hingga Amazon di Tengah Pandemi Corona - kontan

    3 min read

    Pesta Besar Google, Facebook Hingga Amazon di Tengah Pandemi Corona - kontan

    Pesta Besar Google, Facebook Hingga Amazon di Tengah Pandemi Corona

    KONTAN.CO.IDNEW YORK. Ketika banyak korporasi limbung dihajar pandemi, tak demikian dengan para raksasa perusahaan teknologi Amerika Serikat (AS). Kinerja perusahaan teknologi berkilau, sehingga berefek ke harga saham dan menjadi penggerak bursa di tengah pandemi.

    Ambil contoh kinerja Facebook Inc. Berdasarkan laporan keuangan perusahaan tersebut, pendapatan iklan Facebook pada kuartal ketiga yang berakhir 30 September 2020 melesat 22% secara tahunan (yoy) menjadi US$ 21,47 miliar. Pada periode yang sama tahun lalu, pendapatan iklan Facebook tercatat US$ 17,65 miliar.

    Realisasi pendapatan iklan Facebook ini di atas proyeksi para analis yang memperkirakan kenaikan hanya 12%. Meski Facebook sempat dilanda kekhawatiran akibat boikot iklan sejumlah perusahaan.

    Perusahaan induk Google, Alphabet, juga pesta laba. Pendapatannya naik 14% dibanding periode sama tahun lalu. Pemasukan dari iklan di Google dan YouTube menyokong Alphabet.

    Divisi Periklanan Google berhasil mencatatkan pendapatan sebesar US$ 37,1 miliar pada kuartal III-2020. Adapun, pada periode yang sama tahun lalu divisi tersebut masih mencatatkan pendapatan sebesar US$ 34 miliar.

    Dari iklan, YouTube berhasil menjaring pendapatan US$ 5 miliar, naik 30% dari periode yang sama tahun lalu senilai US$ 3,8 miliar. Belum lagi ditambah pendapatan dari YouTube TV yang jumlah pelangganya mencapai 3 juta.

    Nicholas Hyett, analis saham di Hargreaves Lansdown melihat, kenaikan penjualan iklan tersebut merupakan bukti kekuatan luar biasa monopoli Google.

    "Saat bisnis yang bergerak di bidang marketing tengah berjuang karena banyak pengingklan menurunkan biaya belanja, sebagian dari uang tunai menemukan jalan mereka, yakni ke raksasa penelusuran internet ini." kata dia seperti dikutip Reuters, Jumat (30/10).

    Baca Juga: Nasib Harga Emas Antam Bergantung Hasil Pilpres AS, Biden Menang Harga Bisa Rebound?

    Kinerja perusahaan e-commerce Amazon lebih dahsyat lagi. Perusahaan ini membukukan peningkatan penjualan dan pendapatan bersih atau profit secara signifikan pada kuartal III-2020. Seiring transisi pola belanja menuju digital selama pandemi Covid-19 merebak.

    Amazon melaporkan penjualan pada periode Juli hingga September 2020 mengalami peningkatan sebesar 37% yoy menjadi US$ 96,1 miliar. Perusahaan ini juga berhasil mengerek laba sebesar 197% menjadi US$ 6,3 miliar.

    Laporan keuangan Amazon yang dirilis Kamis (29/10) ini datang di tengah turbulensi di Wall Street. Melonjaknya kasus virus korona dan ketidakpastian bantuan fiskal di Amerika Serikat meredupkan prospek pemulihan ekonomi. Alhasil, indeks S&P 500 tergerus 3% sepanjang pekan ini.

    Analis memperkirakan, pendapatan agregat emiten anggota S&P 500 akan turun 13% pada kuartal III 2020. Namun, pendapatan sektor teknologi diprediksikan naik 4,5%.

    Menurut penelitian Bespoke Investment Group, tanpa Facebook, Apple, Amazon, Netflix dan Alphabet yang disingkat FAANG, indeks S&P 500 akan turun sekitar 4% pada tahun 2020. "Karena besarnya bobot saham-saham itu dan kinerja mereka luar biasa, pasar menjadi lebih bergantung pada mereka." tulis Bespoke.

    Selanjutnya: Wall Street: Kinerja Jeblok Saham Teknologi Menekan Dow Jones, S&P, Nasdaq

    Ini Artikel Spesial
    Komentar
    Additional JS