Apa Faktor yang Memengaruhi Terjadinya Penyakit Autoimun? - Halodoc
3 min read
Apa Faktor yang Memengaruhi Terjadinya Penyakit Autoimun?
16 Oktober 2020

Halodoc, Jakarta - Sejatinya, sistem kekebalan tubuh bekerja sebagai bala tentara yang menyerang virus, bakteri, dan mikroorganisme jahat lainnya ketika masuk ke dalam tubuh. Namun, ada kalanya sistem kekebalan tubuh bertindak keliru, justru menyerang sel-sel atau organ tubuh yang sehat. Kok bisa?
Di dunia medis, kondisi ini disebut penyakit atau gangguan autoimun. Lantas apa saja penyebab atau faktor yang dapat meningkatkan risiko penyakit autoimun?
Gender sampai Obat-Obatan
Saat mengidap gangguan autoimun, sistem kekebalan tubuh seseorang akan menyerang sel-sel tubuh yang sehat. Sistem imun melihat sel yang sehat sebagai organisme asing. Kemudian, sistem imun akan melepaskan protein (autoantibodi) untuk menyerang sel-sel yang sehat.
Sayangnya, penyebab penyakit autoimun belum diketahui secara pasti. Namun, ada dugaan terdapat faktor yang meningkatkan risiko penyakit autoimun, yaitu:
16 Oktober 2020

Halodoc, Jakarta - Sejatinya, sistem kekebalan tubuh bekerja sebagai bala tentara yang menyerang virus, bakteri, dan mikroorganisme jahat lainnya ketika masuk ke dalam tubuh. Namun, ada kalanya sistem kekebalan tubuh bertindak keliru, justru menyerang sel-sel atau organ tubuh yang sehat. Kok bisa?
Di dunia medis, kondisi ini disebut penyakit atau gangguan autoimun. Lantas apa saja penyebab atau faktor yang dapat meningkatkan risiko penyakit autoimun?
Gender sampai Obat-Obatan
Saat mengidap gangguan autoimun, sistem kekebalan tubuh seseorang akan menyerang sel-sel tubuh yang sehat. Sistem imun melihat sel yang sehat sebagai organisme asing. Kemudian, sistem imun akan melepaskan protein (autoantibodi) untuk menyerang sel-sel yang sehat.
Sayangnya, penyebab penyakit autoimun belum diketahui secara pasti. Namun, ada dugaan terdapat faktor yang meningkatkan risiko penyakit autoimun, yaitu:
- Gender, wanita lebih rendah terserang penyakit autoimun ketimbang pria.
- Genetika, seseorang yang memiliki riwayat keluarga dengan penyakit autoimun, juga rentan mengalami kondisi tersebut.
- Etnis, beberapa penyakit autoimun umumnya menyerang etnis tertentu, contoh diabetes tipe 1 yang umumnya menimpa orang Eropa, atau lupus yang terjadi pada etnis Afrika-Amerika dan Amerika latin.
- Lingkungan, paparan lingkungan seperti bahan kimia, cahaya matahari, dan infeksi virus serta bakteri.
- Usia, gangguan autoimun sering terjadi pada dewasa muda dan usia paruh baya.
- Konsumsi obat-obatan tertentu, dapat memicu perubahan yang membingungkan pada sistem kekebalan tubuh.
Mau tahu lebih jauh mengenai faktor yang dapat meningkatkan risiko penyakit autoimun? Kamu bisa bertanya langsung pada dokter melalui aplikasi Halodoc, kapan saja dan di mana saja.
Lebih Sering Menyerang Wanita, Kok Bisa?
Terdengarnya sih memang agak tidak adil, tapi faktanya seperti ini, ternyata penyakit autoimun diketahui lebih sering menyerang wanita ketimbang pria. Sebagian besar kasusnya terjadi pada mereka di usia 20-40 tahun.
Menurut para ahli, penyakit autoimun sering kali berhubungan dengan hormonal, khususnya hormon estrogen. Nah, hormon ini pada dasarnya lebih banyak dimiliki oleh wanita ketimbang pria.
Hormon estrogen berperan penting dalam perkembangan dan pertumbuhan karakteristik seksual wanita serta proses reproduksi. Fungsinya juga untuk mengatur fungsi organ dan sel hingga mengatur perkembangan dan metabolisme.
Kata ahli, banyak penyakit autoimun yang cenderung membaik atau memburuk seiring dengan fluktuasi hormon wanita. Misalnya, saat wanita sedang hamil, menggunakan kontrasepsi oral, atau sejalan dengan siklus menstruasi. Nah, hal ini yang mengindikasikan kalau hormon seksual berperan dalam banyak penyakit autoimun.
[Category Opsi Informasi, Kesehatan]
[Tags Featured, Penyakit Autoimun]
Lebih Sering Menyerang Wanita, Kok Bisa?
Terdengarnya sih memang agak tidak adil, tapi faktanya seperti ini, ternyata penyakit autoimun diketahui lebih sering menyerang wanita ketimbang pria. Sebagian besar kasusnya terjadi pada mereka di usia 20-40 tahun.
Menurut para ahli, penyakit autoimun sering kali berhubungan dengan hormonal, khususnya hormon estrogen. Nah, hormon ini pada dasarnya lebih banyak dimiliki oleh wanita ketimbang pria.
Hormon estrogen berperan penting dalam perkembangan dan pertumbuhan karakteristik seksual wanita serta proses reproduksi. Fungsinya juga untuk mengatur fungsi organ dan sel hingga mengatur perkembangan dan metabolisme.
Kata ahli, banyak penyakit autoimun yang cenderung membaik atau memburuk seiring dengan fluktuasi hormon wanita. Misalnya, saat wanita sedang hamil, menggunakan kontrasepsi oral, atau sejalan dengan siklus menstruasi. Nah, hal ini yang mengindikasikan kalau hormon seksual berperan dalam banyak penyakit autoimun.
[Category Opsi Informasi, Kesehatan]
[Tags Featured, Penyakit Autoimun]