Kabar Gembira dari Menteri Keuangan untuk Generasi Muda By jpnn
Kabar Gembira dari Menteri Keuangan untuk Generasi Muda
:extract_focal()/https%3A%2F%2Fcloud.jpnn.com%2Fphoto%2Fgaleri%2Fwatermark%2F2020%2F10%2F08%2FIMG_20201007_172908.jpg)
jpnn.com, JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati membagikan kabar gembira untuk generasi muda Indonesia.
Menurut dia, pemerintah terus menyiapkan anggaran pengembangan kualitas generasi muda masa kini maupun masa depan lewat dana abadi pendidikan.
“Saat ini kita memiliki Rp 81,7 triliun. Jika ditambah dari anggaran penelitian, perguruan tinggi, dan dana abadi kebudayaan total anggaran itu sudah mencapai Rp 90 triliun,” kata Menkeu.
Sri Mulyani menyatakan dana abadi pendidikan salah satunya digunakan untuk beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP).
Menteri Keuangan Terbaik 2020 veri Global Markets itu menuturkan LPDP awalnya hanya untuk memberikan beasiswa yang mayoritas untuk ke perguruan tinggi di luar negeri dan di dalam negeri dikelola oleh Kemendikbudristek.
“Sekarang bahkan sudah diperluas untuk penelitian termasuk dalam rangka COVID-19 untuk mendapat vaksin dan program Merdeka Belajar,” ujarnya.
Sri Mulyani menjelaskan beasiswa ini berasal dari uang negara yang didapat melalui penerimaan perpajakan dan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP).
Oleh sebab itu, perempuan kelahiran Bandarlampung itu berpesan agar para penerima beasiswa LPDP dapat berkontribusi memajukan Indonesia seperti menciptakan prestasi dan reputasi yang baik.
“Kalian berutang kepada negara. Utang tidak selalu dibayar melalui uang. Utang bisa dibayar dari prestasi, reputasi dan kontribusi terhadap Republik Indonesia,” tegasnya.
Sri Mulyani menegaskan kontribusi bisa dilakukan dengan mengeluarkan Indonesia dari status middle income country menjadi high income country.
Pasalnya, selama ini pemerintah berupaya mengeluarkan Indonesia dari middle income trap dengan memperbaiki kualitas sumber daya manusia (SDM).
"Hal itu dengan reformasi pendidikan, jaring pengaman sosial, dan kesehatan," kata dia.
Menkeu menambahkan saat ini mayoritas generasi muda Indonesia masih mengalami stunting.
Sedangkan dari sisi pendidikan hanya lulusan sekolah dasar dan menengah.
"Memiliki kesempatan hingga perguruan tinggi hanya 8,5 persen. That is that small, sangat kecil. Mereformasi pendidikan, kesehatan dan jaring pengaman sosial adalah cara untuk memotong tali kemiskinan,” tegas Menteri Keuangan. (antara/jpnn)