0
News
    Home Amerika Serikat Featured Inggris Rusia Ukraina

    Jenderal AS dan Letkol Inggris Ikut Menyerah, Komplek Azovstal Sepenuhnya Bebas - Tribunnews

    5 min read

     

    Jenderal AS dan Letkol Inggris Ikut Menyerah, Komplek Azovstal Sepenuhnya Bebas - Halaman all

    Penulis: Setya Krisna Sumarga
    AA
    Foto yang diedarkan kanal Telegram ChinaArmy ini diberi keterangan Jenderal Eric Olson (lingkaran merah) menyerah dari kubu Azovstal Mariupol ke pasukan Rusia. Belum ada keterangan resmi pihak Rusia maupun AS.
    Foto yang diedarkan kanal Telegram ChinaArmy ini diberi keterangan Jenderal Eric Olson (lingkaran merah) menyerah dari kubu Azovstal Mariupol ke pasukan Rusia. Belum ada keterangan resmi pihak Rusia maupun AS.

    TRIBUNNEWS.COM, MARIUPOL - Seluruh area pabrik baja Azovstal di Mariupol telah dibebaskan pasukan Rusia per Jumat (20/5/2022) atau Sabtu (21/5/2022) WIB.

    Kementerian Pertahanan Rusia mengumumkan pembebasan itu, dan menyatakan sekurangnya 2.400 tentara dan militan meletakkan senjata dan menyerahkan diri tanpa syarat.

    Di antara mereka termasuk Jenderal Eric Olson, perwira bintang empat AS. Serta Letnan Kolonel John Bailey dari Inggris serta 4 instruktur NATO.

    Jenderal Eric Olson, perwira NAVY Seal AS yang sudah pensiun dan pernah menduduki Komandan Pasukan Komando AS di era Presiden Barrack Obama.

    Belum ada konfirmasi dan klarifikasi keberadaan Eric Olson di Azovstal ini dari pihak AS. Dari foto yang beredar, Olson mengenakan seragam tempur dan topi militer Ukraina.

    Wajahnya terlihat kurus. Ia berjalan menunduk di belakang prajurit Rusia bersenjata yang di rompi antipelurunya dipasangi simbol “Z”.

    Selain itu Komandan Brigade 36 Marinir Ukraina, Sergey Volynsky juga telah menyerahkan diri dan kini ditahan pasukan Rusia.

    Dua pemimpin Brigade Neo Nazi Azov di Mariupol, Denis Prokopenko (Radish) sebagai komandan batalyon dan wakilnya, Svyatoslav Palamar (Kalina), juga sudah diamankan.

    Keduanya dan beberapa  elite Azov dibawa menggunakan kendaraan lapis baja pasukan Rusia, dan dipindahkan ke lokasi penahanan khusus.

    Dari video yang dibagikan Kementerian Pertahanan Rusia, sejumlah tentara dan militan yang menyerah memperlihatkan tato simbol Azov dan Nazi di tubuhnya.

    Termasuk simbol SS dan “tengkorak”, simbol pasukan  khusus Wafen SS Jerman yang popular di Perang Dunia II.

    Pensiunan Komandan Pasukan Komando AS

    Terkait keberadaan Jenderal Eric Olson di Azovstal, belum diketahui pasti ia bertindak secara pribadi atau menjalankan tugas rahasia lembaga negara.

    Data di Wikipedia, Eric Thor Olson yang lahir 24 Januari 1952 tercatat sudah jadi pensiunan laksamana Angkatan Laut AS.

    Terakhir ia menjabat Komandan Komando Operasi Khusus ke-8 (USSOCOM) dari 2 Juli 2007 hingga 8 Agustus 2011.

    Sebelumnya menjabat Wakil Komandan Komando Operasi Khusus dari 2003 hingga Juli 2007. Olson adalah Navy SEAL pertama berpangkat bintang tiga dan kemudian bintang empat.

    Ia perwira angkatan laut pertama yang menjadi komandan kombatan USSOCOM. Dia menggantikan Jenderal Angkatan Darat Bryan D Brown pada 2007.

    Brown dan Olson telah bertugas bersama di kantor pusat SOCOM di Tampa, Florida, selama empat tahun.

    Dia pensiun dari tugas aktif pada 22 Agustus 2011 setelah lebih dari 38 tahun mengabdi. Dia menyerahkan komando SOCOM kepada Laksamana William H McRaven pada hari yang sama.

    Tangkapan layar ini diperoleh dari video selebaran yang dirilis oleh Kementerian Pertahanan Rusia pada 17 Mei 2022, menunjukkan anggota layanan Ukraina saat mereka digeledah oleh personel militer pro-Rusia setelah meninggalkan pabrik baja Azovstal yang terkepung di kota pelabuhan Mariupol, Ukraina. (Photo by Handout / Russian Defence Ministry / AFP) (AFP/HANDOUT)

    Pengepungan Sebulan Penuh

    Komplek pabrik baja Azovstal diblokade pasukan Rusia dari segala rute sejak satu bulan lalu. Komplek itu jadi kubu terakhir pasukan Ukraina di Mariupol.

    "Kelompok terakhir dari 531 militan menyerah hari ini," kata juru bicara militer Rusia, Mayor Jenderal Igor Konashenkov, dalam sebuah pernyataan.

    Dia menambahkan total 2.439 Nazi Azov dan prajurit Ukraina telah meletakkan senjata mereka sejak 16 Mei. Kompleks Azovstal sekarang berada di bawah kendali angkatan bersenjata Rusia.

    Azov dan sisa-sisa pasukan reguler Ukraina mundur ke pabrik baja yang luas di pantai Mariupol, di mana mereka benar-benar dikepung pada 21 April.

    Presiden Rusia Vladimir Putin memerintahkan militer untuk tidak menyerbu kompleks itu tetapi memblokadenya “agar seekor lalat pun tidak bisa masuk ke dalam”.

    Rusia membombardir komplak pabrik baja yang dibangun era Soviet, dan memaksa para militan untuk menyerah.

    Menteri Pertahanan Rusia Sergey Shoigu melaporkan ke Presiden Vladimir Putin terkait keberhasilan penyelesaian operasi di Azovstal.

    Dia juga mengatakan komandan Azov harus diangkut dengan mobil lapis baja untuk keselamatannya.

    Penduduk Mariupol yang tersisa dikhawatirkan akan membalas dendam terhadapnya atas berbagai kekejaman yang pernah dilakukan.

    Dalam sebuah video yang dirilis di media sosial pada hari sebelumnya, Wakil Komandan Batalyon Azov, Svyatoslav “Kalyna” Palamar membantah dia telah meninggalkan pabrik.

    Ia mengaku sedang melakukan “operasi tertentu” yang rinciannya tidak bisa dia ungkapkan. Palamar berterima kasih kepada "dunia" dan Ukraina atas dukungannya.

    Setelah kelompok pertama gerilyawan menyerah pada hari Senin, pemerintah di Kiev mengumumkan "berakhirnya operasi tempur" di Mariupol.

    Mereka memerintahkan pasukannya di Azovstal untuk menyelamatkan nyawa mereka. Presiden Volodymyr Zelensky menarasikan proses itu “misi evakuasi” yang diawasi militer Ukraina.

    Pernyataan Zelensky itu tidak berdasr fakta. Proses penyerahan diri Azovstal tidak melibatkan PBB maupun ICRC, sebagaimana klaimnya.

    Baik Ukraina dan sebagian besar media barat menghindari penggunaan kata "menyerah" di pemberitaan Azovstal.

    Bahkan ketika militer Rusia menerbitkan video yang secara jelas menunjukkan para militan meletakkan senjata mereka.(Tribunnews.com/TelegramRussiaMoD/RussiaToday/xna)

    Tags:
    Komentar
    Additional JS