Sosial Media
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    CONNECTING TRANSMISSION...
    Home Tidak Ada Kategori

    Pastor, Calon Pastor dan Suster Hadiri Maulid Nabi di Az Zainy – Radar Malang Online

    3 min read

    Pastor, Calon Pastor dan Suster Hadiri Maulid Nabi di Az Zainy – Radar Malang Online

    Pastor, Calon Pastor dan Suster Hadiri Maulid Nabi di Az Zainy

    Mardi Sampurno
    21 hours ago

    HORMATI MAULID NABI: Gus Zain Baik (tengah) diapit para pastor dan calon pastor (kanan) dan para suster dari pertapaan Karmel (kiri) serta para jamaah pengajian Jumat malam lalu (28/10).



    MALANG-Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Pondok Pesantren Rehabilitasi Mental Az Zainy, Tumpang, Kabupaten Malang Jumat malam lalu (28/10/22) berbeda dari yang lain. Selain dihadiri ribuan jamaah, beberapa tokoh agama, pejabat dan pengusaha, juga dihadiri para pastor, suster, dan calon pastor.

    "Ini lah yang disebut dengan kerukunan. Kita saling menghormati. Kalau melihatnya dari sisi agama, pasti beda. Tapi, sebagai manusia, kita sama," kata KH Zain Baik, pengasuh Pondok Pesantren Rehabilitasi Mental Az Zainy, ketika memberikan ceramah pada peringatan Maulid Nabi di pondoknya tersebut.

    Para tamu dari agama lain yang hadir pada peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Pesantren Az Zainy di antaranya: Romo Peter Sarbini, Ketua Komisi HAK Keuskupan Malang. Salah satu tokoh Katolik di Malang ini sehari-harinya juga menjadi dosen di Sekolah Tinggi Filsafat Teologi (STFT) Widya Sasana Malang. Ini adalah sekolah yang mendidik para calon pastor yang ada di Kota Malang. Malam itu, Romo Sarbini mengajak belasan mahasiswanya untuk ikut merayakan Maulid Nabi Muhammad SAW di Pesantren Az Zainy.

    Tak hanya dihadiri pastor dan calon pastor, malam itu beberapa suster dari Pertapaan Karmel, Ngadireso, Tumpang juga berada di antara jamaah pengajian yang merayakan Maulid Nabi di Pesantren Az Zainy. Para suster itu dipimpin Suster Petra.

    Di kalangan pejabat, hadir Prof Dr Dyah Sawitri SE, MM, Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah VII Jatim. Dia juga menjabat sebagai Rektor Universitas Gajayana Malang. Juga ada Rektor Universitas Dr Soetomo (Unitomo) Surabaya, Dr Siti Marwiyah SH, MH dan Ketua Yayasan P2PUTN (yang membawahi kampus ITN), Ir Kartiko Ardi Widodo MT.

    Beberapa pengusaha dan tokoh masyarakat di Malang Raya juga menghadiri Maulid Nabi di Pesantren Az Zainy tersebut.

    Suasana tampak sakral dan hikmad, ketika grup sholawat yang dilengkapi dengan perangkat rebana mengajak membaca sholawat nabi "Maulid Diba'". Saat dibacakan "Mahallul Qiyam", semua jamaah yang hadir berdiri. Tak terkecuali para pastor, calon pastor dan juga suster-suster dari Pertapaan Karmel. Mereka menundukkan wajah, dan dengan khidmad ikut menghormati Nabi Muhammad SAW melalui bacaan Maulid Diba.

    Usai sholawat Nabi, Gus Zain (sapaan akrab KH Zain Baik) juga memimpin istighosah. Dalam ceramahnya, Gus Zain mengajak para jamaah untuk meneladani Rasulullah SAW. "Rasulullah itu presiden, guru, dai, politisi ulung, ahli strategi, juga pemimpin rumah tangga. Jadi, Rasulullah itu selalu menjadi yang terbaik di semua sektor. Ayo kita meneladani sikap beliau," ajak Gus Zain.

    Salah satu akhlak Rasulullah SAW yang patut diteladani, lanjut Gus Zain adalah beliau tidak pernah menyakiti orang lain. Selalu menyenangkan orang lain. Gus Zain lantas menceritakan sebuah kisah, yakni pada suatu hari, Rasulullah SAW sedang bercengkerama dengan para sahabat. Ada  Umar bin Khattab, Abu Bakar juga Ali bin Abi Thalib. Saat itu lah, Rasulullah SAW didatangi seseorang dengan membawa lima buah Anggur. Anggur itu lantas diberikan kepada Rasulullah SAW. Orang tadi lantas berharap anggur pemberiannya dimakan oleh Rasulullah SAW. Maka, Rasulullah SAW pun memakan lima buah Anggur itu, sampai habis di depan orang yang memberi Anggur. Si pemberi Anggur pun tampak puas dan senang menyaksikan Anggur pemberiannya dihabiskan Rasulullah SAW. Dia kemudian pamit untuk pergi.

    Salah seorang sahabat bertanya kepada Rasulullah SAW setelah orang yang memberi Anggur tadi pergi. "Ya Rasulullah, tak biasanya engkau memakan sendiri (buah Anggur) tanpa membagikan kepada kami,". Kemudian Rasulullah SAW menjawab, "Ketahuilah, mengapa Anggur tadi saya habiskan semua, karena rasanya kecut (masam). Jadi, biar lah aku saja yang menghabiskannya," kata Rasulullah SAW.

    "Ini lah salah satu akhlak Rasul, yang selalu menyenangkan orang lain. Meski anggurnya kecut, tetap dimakan dan dihabiskan oleh Rasulullah demi menyenangkan yang memberinya. Akhlak seperti ini, yang belakangan semakin tergerus oleh berbagai nafsu dan kepentingan," kata Gus Zain Baik.

    Di akhir acara, para jamaah dimanjakan dengan hidangan aneka buah-buahan yang dikumpulkan di halaman pondok. Mulai dari jeruk, mangga, pisang, melon, hingga manggis. Para jamaah pun bersama-sama menikmati aneka buah-buahan tersebut. Pengajian di Pesantren Az Zainy, yang didalamnya terdapat istighosah, pembacaan sholawat nabi dan tausiyah itu rutin dilaksanakan setiap Jumat Pahing malam. Kegiatan ini sudah berlangsung selama puluhan tahun, sejak Gus Zain mengasuh Pesantren Az Zainy. (*/mas)

    Komentar
    Additional JS