Emak-emak di Konawe Kepulauan Mengamuk karena Pencemaran Limbah Tambang Nikel By BeritaSatu - Opsiin

Informasi Pilihanku

demo-image

Post Top Ad

demo-image

Emak-emak di Konawe Kepulauan Mengamuk karena Pencemaran Limbah Tambang Nikel By BeritaSatu

Share This
Responsive Ads Here

 

Emak-emak di Konawe Kepulauan Mengamuk karena Pencemaran Limbah Tambang Nikel

By BeritaSatu.com
beritasatu.com
Air di Kabupaten Konawe Kepulauan

Konawe Kepulauan, Beritasatu.com - Emak-emak di Desa Roko-roko, Kecamatan Wawonii Tenggara, Kabupaten Konawe Kepulauan (Konkep), Sulawesi Tenggara (Sultra) mengamuk hingga marah-marah kepada aparat Gakkum KLHK dan karyawan perusahaan tambang, Rabu (24/5/2023).

Emak-emak itu meluapkan kekesalan mereka lantaran air bersih yang digunakan sehari-hari sudah tercemar limbah lumpur akibat aktivitas tambang nikel PT Gema Kreasi Perdana (GKP).

Saat itu, sejumlah penyidik Gakkum KLHK tengah melakukan investigasi terkait pencemaran lingkungan dengan mengambil sampel air.

Sementara, para karyawan perusahaan tambang nikel datang untuk menyalurkan air bersih kepada warga. Namun, kedatangan mereka jadi teman pelampiasan emosi seorang ibu bernama Ratna.

Selain itu, emak-emak lain di desa yang sama mulai mengeluhkan kesulitan air bersih. Mereka terpaksa mengambil air bersih dari sumur tetangga.

Saksikan live streaming program-program BTV di sini

URL berhasil di salin.

Padahal, biasanya air langsung masuk ke dalam rumah dari jaringan pipa penampungan di hutan. Namun, air bersih tersebut kini sudah tercemar.

Ratna marah karena sudah kesulitan mendapatkan air bersih untuk digunakan mencuci, masak dan mandi seperti biasanya.

"Bagaimana tidak mau marah, kita mau mandi tidak bisa, masak, mencuci tidak bisa. Sedangkan binatang saja memerlukan air, apalagi manusia," ujarnya.

Ia pun meminta perusahaan tambang di Konawe Kepulauan itu berhenti beroperasi dan angkat kaki dari Pulau Wawonii. Apalagi, aktivitas perusahaan tambang tersebut sudah dinyatakan ilegal melalui putusan PTUN Kendari.

Ratusan warga dari tiga desa, di Kecamatan Wawonii Tenggara sudah hampir dua pekan tidak bisa mengonsumsi air bersih. Penampungan air mereka sudah tercemar lumpur imbas aktivitas tambang nikel.

Warga juga sudah berupaya membersihkan penampungan air di hutan, namun usaha mereka sia-sia lantaran sumber air bersih tercemar dari hulu.

Saksikan live streaming program-program BTV di sini

URL berhasil di salin.
Search-light.f9feb9a5
Comment Using!!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Bottom Ad

Pages