0
News
    Home Featured MUI Pilihan

    MUI Bentuk Tim Investigasi, Ungkap Motif Kasus Penembakan - inews

    2 min read

     

    MUI Bentuk Tim Investigasi, Ungkap Motif Kasus Penembakan

    4-5 minutesMUI Bentuk Tim Investigasi, Ungkap Motif Kasus Penembakan  Kantor MUI Pusat di Menteng, Jakarta dijaga usai penembakan. (Foto Antara).

    JAKARTA, iNews.id - Majelis Ulama Indonesia (MUI) membentuk tim investigasi untuk mengusut kasus penembakan di Kantor MUI Pusat, Menteng, Jakarta Pusat pada Selasa (2/5/2023). Tim investigasi berjumlah 9 orang. 

    Shopee

    FLASH SALE Rp99 DAY

    Total Hadiah 2M | GRATIS ONGKIR s/d 20 RIbu | Flash Sale Rp99 | Diskon hingga 70%

    LIHAT
    KODE YSX

    S & K ðŸ“… 31 May 2023

    "Kami menduga dia tidak berdiri sendiri, dia bagian dari aktor karena tadi melihat data-data yang makin hari makin kita temukan. Oleh karenanya kami telah membentuk tim," kata Wasekjen MUI Bidang Hukum dan HAM Ikhsan Abdullah kepada wartawan di kantor MUI, Kamis (4/5/2023). 

    Baca Juga

    Tim tersebut diketuai oleh Prof. Dr. H. Noor Achmad yang didampingi dengan wakil ketua Asrorun Niam Sholeh. Anggota tim KH. Cholil Nafis hingga Jubir Wapres Masduki Baidlowi.

    "Ada Cholil Nafis, Jubir Wapres Masduki. Sebagai pengarah semua Waketum mulai dari KH Marsudi Syuhud, Anwar Abbas, Buya Basri, jumlah total 9 orang," kata dia. 

    Baca Juga

    Tim tersebut lanjutnya turut bekerja sama dengan kepolisian guna mengungkap motif penembakan tersebut.  

    "Kami bekerja sama dengan aparat polisi tentu berharap sekali aparat polisi bisa bekerja dengan baik dengan kami untuk bisa mengungkap tabir yang masih gelap," katanya.

    Baca Juga

    Menurutnya kasus penembakan di Kantor MUI pusat tidak boleh dibiarkan. Sebab MUI merupakan mahkota dari seluruh umat Islam di Indonesia.

    "Tidak boleh ini menjadi hal yang biasa saja, dibiarkan sebagaimana penyerangan-penyerangan di tempat lain. Ini adalah mahkota dari umat Islamnya itu MUI," tuturnya.

    Diketahui, pelaku penembakan Mustopa NR berasal dari Lampung. Pelaku tewas setelah diamankan petugas. 

    Jenazah pelaku diautopsi di RS Polri Kramat Jati. Hasil autopsi sudah diserahkan ke penyidik Polda Metro Jaya. 

    PPATK juga menemukan transaksi janggal di rekening Mustopa yang berisi Rp800 juta. Rekening tersebut tidak sesuai dengan profil pelaku yang berprofesi petani.

    Editor : Faieq Hidayat

    Follow Berita iNews di Google News


    Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews.id tidak terlibat dalam materi konten ini.

    Komentar
    Additional JS