0
News
    Home Featured KPK Pilihan

    KPK Bakal Panggil Sejumlah Bos Bea Cukai, Hartanya Janggal? - Beritasatu

    8 min read

     

    KPK Bakal Panggil Sejumlah Bos Bea Cukai, Hartanya Janggal?

    Selasa, 18 Juli 2023 | 17:24 WIB
    Penulis: Muhammad AuliaCindy Layan | Editor: FFS
    Ilustrasi Komisi Pemberantasan Korupsi.
    Ilustrasi Komisi Pemberantasan Korupsi. (Dok. KPK)

    Jakarta, Beritasatu.com - Komisi Pemberantasan Korupsi atau KPK berencana memanggil sejumlah petinggi Ditjen Bea Cukai Kementerian Keuangan. Mereka dipanggil untuk menjalani agenda klarifikasi laporan harta kekayaan penyelenggara negara atau LHKPN.

    "Ada, masih banyak. Ada lima apa enam (pejabat Bea Cukai)," kata Deputi Pencegahan dan Monitoring KPK, Pahala Nainggolan di Gedung KPK, Jakarta, Selasa (18/7/2023).

    BACA JUGA

    Pahala belum membeberkan identitas para pejabat Bea Cukai yang akan menjalani klarifikasi LHKPN. Hanya saja, dia menyebut para pejabat tersebut punya kedudukan serupa dengan mantan Kepala Bea Cukai Makassar, Andhi Pramono yang menjadi tersangka kasus dugaan penerimaan gratifikasi serta tindak pidana pencucian uang (TPPU).

    Advertisement

    "Kepala iya, pelabuhan-pelabuhan kayak beginilah," ungkap Pahala.

    Pahala menerangkan, KPK melakukan klarifikasi LHKPN terhadap para pejabat tersebut guna menelusuri ada atau tidaknya kejanggalan dalam kepemilikan hartanya. Kini, KPK tengah melakukan persiapan dalam menggelar agenda klarifikasi LHKPN.

    "Janggal tuh artinya apa? Kalau dia besar banget belum tentu juga janggal kalau dia punya warisan, tetapi ya kita ambil saja, kita lihat rekeningnya semua, kita dengar semua informasi dari lapangan. Kalau ada harta lain yang belum disebut, lalu kita analisis kewajaran hartanya, kan dia ada pemasukan, ada pengeluaran. Kalau dia punya harta besar, dulu belinya dari mana, kita balik ke belakang," ujar Pahala.

    BACA JUGA

    Pahala menyebut, para pejabat Bea Cukai yang bakal dipanggil KPK adalah yang bertugas di daerah pelabuhan. KPK kini fokus melakukan persiapan.

    "Lagi disiapin timnya, tetapi rekening banknya lagi diminta, kan ada waktu," ucap Pahala.

    Pahala mengungkapkan, KPK belajar dari kasus Andhi Pramono. Dari kasus tersebut, KPK menemukan cara untuk melakukan pembenahan di Bea Cukai.

    "Ternyata ini salah satu yang bisa dipakai juga mempercepat supaya Bea Cukai gerak lebih cepat di pelabuhan. Caranya diundang menerangkan LHKPN-nya," katanya.

    Saksikan live streaming program-program BTV di sini

    Bagikan

    BERITA TERKAIT

    KPK Usut Dugaan Pejabat Daerah

    KPK Usut Dugaan Pejabat Daerah "Bermain" Nikel

    NASIONAL
    Ini Respons Firli Bahuri soal Lukas Enembe Sempat Menolak Dirawat

    Ini Respons Firli Bahuri soal Lukas Enembe Sempat Menolak Dirawat

    NASIONAL
    KPK Baru 3 Kali OTT pada 2023, Luhut: Kalau Enggak Ada Lebih Bagus

    KPK Baru 3 Kali OTT pada 2023, Luhut: Kalau Enggak Ada Lebih Bagus

    NASIONAL
    Datangi Markas KPK, Luhut Minta Tidak Selalu Pamer OTT

    Datangi Markas KPK, Luhut Minta Tidak Selalu Pamer OTT

    NASIONAL
    Luhut Minta KPK Selidiki Dugaan Ekspor Ilegal 5 Juta Ton Nikel ke Tiongkok

    Luhut Minta KPK Selidiki Dugaan Ekspor Ilegal 5 Juta Ton Nikel ke Tiongkok

    NASIONAL
    Menko Luhut: KPK Selamatkan Ratusan Triliun dari Korupsi

    Menko Luhut: KPK Selamatkan Ratusan Triliun dari Korupsi

    NASIONAL

    BERITA TERKINI

    Buktikan Keuangan Sehat, BPJS Kesehatan Lunasi Utang Rp 600 Miliar ke RSCM

    Buktikan Keuangan Sehat, BPJS Kesehatan Lunasi Utang Rp 600 Miliar ke RSCM

    EKONOMI 3 menit yang lalu
    Surya Paloh Sindir Pihak yang Minta Nasdem Keluar dari Koalisi Jokowi

    Surya Paloh Sindir Pihak yang Minta Nasdem Keluar dari Koalisi Jokowi

    BERSATU KAWAL PEMILU 8 menit yang lalu
    Mutilasi Sleman, Pelaku dan Korban Tergabung dalam Komunitas Beraktivitas Tak Wajar

    Mutilasi Sleman, Pelaku dan Korban Tergabung dalam Komunitas Beraktivitas Tak Wajar

    NUSANTARA 15 menit yang lalu
    Andika Perkasa Tegaskan Dukung Ganjar di Pilpres 2024

    Andika Perkasa Tegaskan Dukung Ganjar di Pilpres 2024

    BERSATU KAWAL PEMILU 24 menit yang lalu
    Amankan Pemilu 2024, Polri Libatkan Densus dalam Operasi Mantap Brata

    Amankan Pemilu 2024, Polri Libatkan Densus dalam Operasi Mantap Brata

    BERSATU KAWAL PEMILU 35 menit yang lalu
    Jatah Menteri Berkurang, Begini Respons Sejumlah Elite Partai Nasdem

    Jatah Menteri Berkurang, Begini Respons Sejumlah Elite Partai Nasdem

    NASIONAL 38 menit yang lalu
    Menkominfo Bukan Kader Nasdem, Syahrul Takut Salah dan Siti Enggan Menjawab

    Menkominfo Bukan Kader Nasdem, Syahrul Takut Salah dan Siti Enggan Menjawab

    NASIONAL 46 menit yang lalu
    Mangkir dari Pemeriksaan Kejagung, Airlangga Dipanggil Lagi Pekan Depan

    Mangkir dari Pemeriksaan Kejagung, Airlangga Dipanggil Lagi Pekan Depan

    NASIONAL 49 menit yang lalu
    Nekat! Tentara AS Ini Melintas Tanpa Izin Masuk ke Negaranya Kim Jong-un

    Nekat! Tentara AS Ini Melintas Tanpa Izin Masuk ke Negaranya Kim Jong-un

    INTERNASIONAL 54 menit yang lalu
    Soal Tim 7 Pemenangan Ganjar, Hasto: Masih Bisa Bertambah

    Soal Tim 7 Pemenangan Ganjar, Hasto: Masih Bisa Bertambah

    BERSATU KAWAL PEMILU 1 jam yang lalu
    ARTIKEL TERPOPULER
    Komentar
    Additional JS